Ketikjari.com – Komitmen dalam mendukung pelestarian seni dan budaya daerah terus ditunjukkan oleh Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menyalurkan bantuan kepada Sanggar Tari Rahayu yang berlokasi di Praya, Kabupaten Lombok Tengah.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Program InJourney Airports Community Upskilling for Aviation (Pojok Budaya) Tahun 2026, Kamis (11/6/2026), sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kegiatan seni budaya lokal di Nusa Tenggara Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian, mengatakan bahwa program tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap keberlangsungan seni dan budaya daerah yang menjadi identitas masyarakat NTB.
“Melalui program ini, kami ingin memberikan dukungan kepada sanggar seni, komunitas budaya, dan para penggiat kebudayaan agar dapat terus melestarikan, mengembangkan, serta memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Kami percaya bahwa budaya merupakan aset berharga yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Dana bantuan yang diberikan akan dimanfaatkan untuk pengadaan kostum tari serta berbagai kebutuhan penunjang kegiatan sanggar. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas pertunjukan seni yang selama ini menjadi bagian penting dari pelestarian budaya lokal.
Program Pojok Budaya juga sejalan dengan implementasi Asta Cita ke-8, yakni memperkuat harmoni kehidupan yang selaras dengan budaya dan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan bangsa. Selain itu, program tersebut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi kreatif, dan pelestarian warisan budaya.
Menurut Aidhil, keberadaan bandara tidak hanya berfungsi sebagai pusat transportasi udara, tetapi juga dapat menjadi ruang promosi budaya daerah kepada wisatawan dan masyarakat luas.
“Melalui Program Pojok Budaya, kami ingin menghadirkan suasana bandara yang tidak hanya melayani mobilitas penumpang, tetapi juga menjadi etalase budaya daerah yang memberikan pengalaman dan kesan positif bagi setiap pengguna jasa bandara,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Sanggar Tari Rahayu, Ketut Sri Rahayuningsih, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh BIZAM. Ia menilai bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sanggar sekaligus meningkatkan semangat para pelaku seni untuk terus berkarya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BIZAM atas bantuan yang telah diberikan. Bantuan ini akan kami gunakan untuk membeli kostum guna melengkapi kebutuhan sanggar serta mendukung berbagai keperluan lainnya. Kami berharap dukungan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga sanggar seni semakin berkembang dan mampu melestarikan budaya daerah secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari InJourney Airports, BIZAM menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, perusahaan berharap dapat berkontribusi dalam mendorong pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Upaya tersebut sekaligus memperkuat peran Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid sebagai gerbang utama pariwisata dan budaya Nusa Tenggara Barat, yang tidak hanya menghubungkan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi sarana promosi kekayaan budaya lokal kepada dunia.





















