Ketikjari.com – Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, memiliki kekayaan alam dan produk unggulan yang menjanjikan. Namun, besarnya potensi tersebut dinilai perlu didukung dengan strategi promosi yang lebih modern agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Atas dasar itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram Tahun 2026 menggelar Sosialisasi Pengembangan Potensi Alam Desa dan Pelatihan Pemasaran Digital melalui Media Sosial di Aula Desa Lantan, Senin (13/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Lantan Erwandi, S.Pd., Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Lombok Tengah H. Iswandi Khaery Ramen, S.IP., M.Han., Muhammad Nur Arif mewakili Dinas Lingkungan Hidup, pelaku UMKM, serta kalangan pemuda Desa Lantan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Lantan Erwandi mengatakan, wilayah yang dipimpinnya memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata yang dapat menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat.
“Lantan dikenal sebagai salah satu sentra durian dan kakao di Lombok Tengah. Selain itu, kami juga memiliki kekayaan wisata alam yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Desa Lantan memiliki sekitar 24 air terjun yang tersebar di berbagai kawasan. Destinasi unggulan seperti Kokoh Lenek di bagian barat dan Kokoh Babak di bagian timur menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam pegunungan di kaki Rinjani.
Tingginya minat wisatawan mulai terlihat dari meningkatnya jumlah kunjungan ke Desa Lantan. Pada Juli 2026, jumlah wisatawan yang datang disebut hampir menyentuh angka 1.000 orang.
Melihat tren tersebut, Erwandi mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, dan keramahan sebagai modal penting dalam pengembangan desa wisata.
“Keindahan alam saja tidak cukup. Wisatawan juga mencari kenyamanan dan pengalaman yang berkesan. Karena itu, kebersihan, keamanan, dan keramahan harus terus kita jaga,” katanya.
Sementara itu, di sektor UMKM, berbagai produk lokal Desa Lantan dinilai memiliki kualitas yang mampu bersaing. Namun sebagian besar masih dipasarkan secara terbatas dan belum memanfaatkan potensi platform digital secara maksimal.
Kabid PIKP Diskominfo Lombok Tengah H. Iswandi Khaery Ramen menegaskan bahwa era digital membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.
Menurutnya, keberhasilan pemasaran digital tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga kemampuan membangun citra dan komunikasi yang efektif melalui media sosial.
Dalam pelatihan tersebut, Iswandi memperkenalkan strategi konten “3-1-1”, yakni tiga konten edukasi, satu konten yang membangun hubungan dengan audiens, dan satu konten promosi.
“Jangan hanya menjual produk. Berikan juga informasi yang bermanfaat, bangun kedekatan dengan pelanggan, lalu lakukan promosi secara konsisten. Dengan pola ini, akun media sosial akan lebih menarik dan dipercaya audiens,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar memahami target pasar masing-masing sehingga konten yang dibuat lebih tepat sasaran dan mampu memanfaatkan algoritma media sosial secara optimal.
Pelatihan ini, potensi wisata dan produk unggulan Desa Lantan diharapkan semakin dikenal luas, mampu menembus pasar digital, serta mendorong lahirnya UMKM yang lebih kompetitif dan berdaya saing.
Dengan dukungan promosi yang tepat, Desa Lantan diyakini dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan sekaligus pusat produk lokal berkualitas di Lombok Tengah.





















