Ketikjari.com – Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata, kembali menunjukkan kiprahnya sebagai desa inovatif. Desa yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan ini dipercaya mewakili Kabupaten Lombok Tengah dalam Penilaian Desa Berprestasi Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026.
Tim penilai Provinsi NTB melakukan verifikasi dan klarifikasi lapangan di Kantor Desa Bilebante, Kamis (2/7/2026). Dalam proses penilaian tersebut, berbagai aspek pembangunan desa diperiksa secara langsung untuk memastikan kesesuaian antara data administrasi dengan kondisi nyata di lapangan.
Tidak hanya sektor pariwisata yang menjadi perhatian, tim penilai juga menyoroti kualitas tata kelola pemerintahan desa, pelayanan kesehatan masyarakat, percepatan penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi warga, partisipasi masyarakat, hingga ketersediaan infrastruktur pendukung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., MAP., menegaskan bahwa hasil penilaian sepenuhnya menjadi kewenangan tim penilai provinsi karena indikator yang digunakan sangat komprehensif dan mencakup berbagai sektor pembangunan.
“Penilaian sepenuhnya berada di tim karena aspek yang dinilai cukup banyak. Tidak hanya pariwisata, tetapi juga kondisi kesehatan masyarakat, angka kemiskinan, penanganan stunting, hingga infrastruktur pendukung,” ujar Pathul Bahri.
Menurutnya, Desa Bilebante sebelumnya telah menorehkan prestasi sebagai desa wisata tingkat nasional. Namun, capaian tersebut bukan satu-satunya penentu dalam kompetisi desa berprestasi yang memiliki cakupan penilaian lebih luas.
“Kita pernah meraih prestasi sebagai desa wisata di tingkat nasional. Namun dalam penilaian kali ini terdapat banyak aspek yang harus dipenuhi. Meski demikian, kita tetap optimistis Desa Bilebante mampu meraih hasil terbaik,” katanya.
Pathul menjelaskan, penunjukan Desa Bilebante sebagai wakil Lombok Tengah telah melalui proses seleksi dan evaluasi terhadap sejumlah desa potensial yang ada di daerah tersebut. Dari berbagai pertimbangan dan penilaian, Desa Bilebante dinilai paling siap untuk berkompetisi di tingkat provinsi.
“Banyak desa lain yang juga memiliki potensi dan prestasi. Namun setelah melalui berbagai diskusi, evaluasi, dan penilaian, Desa Bilebante akhirnya dipilih untuk mewakili Kabupaten Lombok Tengah,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi semata, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Keikutsertaan Desa Bilebante juga diharapkan mampu memperkenalkan keberhasilan pembangunan desa di Lombok Tengah ke tingkat yang lebih luas, mengharumkan nama daerah di Provinsi NTB, serta membuka peluang untuk melaju dan berprestasi di tingkat nasional.





















