Kementerian Ekraf Gandeng YouTube dan Google,Perkuat Ekosistem Kreator Digital Indonesia

- Kontributor

Jumat, 12 Juni 2026 - 03:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com– Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat langkah strategis dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru nasional.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjajaki kolaborasi dengan YouTube dan Google Indonesia untuk memperkuat ekosistem kreator digital serta memperluas peluang ekonomi bagi talenta kreatif Indonesia.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi antara Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dengan jajaran YouTube dan Google Indonesia di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis teknologi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) secara bertanggung jawab.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa YouTube dan Google telah menjadi bagian penting dalam perkembangan industri kreatif Indonesia. Kehadiran kedua platform tersebut tidak hanya membantu para kreator menghasilkan karya, tetapi juga membuka peluang bisnis, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Ekonomi kreatif Indonesia harus menjadi the new engine of growth yang memberdayakan kreator digital, mempromosikan konten lokal ke panggung global, dan mendorong inovasi melalui pemanfaatan teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan,” ujar Teuku Riefky.

Menurutnya, pemerintah tengah menyusun arah pembangunan ekonomi kreatif jangka panjang melalui Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045. Dalam dokumen strategis tersebut, cakupan subsektor ekonomi kreatif akan diperluas dari 17 menjadi 21 subsektor, termasuk sektor-sektor berbasis teknologi masa depan seperti AI, blockchain, Internet of Things (IoT), Web3, keamanan siber, serta industri konten digital yang mencakup kreator konten, affiliator, dan pelaku live commerce.

Baca Juga :  Lombok Tengah Sukses Gelar MTQ,Cetak Qori dan Qoriah Terbaik

Langkah ini dinilai penting mengingat ekonomi kreatif saat ini menjadi salah satu sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional. Kementerian Ekraf sendiri mencatat kinerja sektor ekonomi kreatif terus menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2026 dengan investasi yang telah mencapai puluhan triliun rupiah.

Sebagai tindak lanjut kerja sama, Kementerian Ekraf membuka peluang kolaborasi antara YouTube dan Kementerian Ketenagakerjaan dalam program pelatihan vokasi, penyusunan kurikulum bersama, hingga sertifikasi kompetensi bagi talenta digital Indonesia. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi kebutuhan industri kreatif masa depan.

Kami ingin menghadirkan program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Ketika pelatihan, sertifikasi, dan kebutuhan industri dapat dipertemukan, maka ekonomi kreatif mampu menjadi solusi nyata dalam menciptakan kesempatan kerja sekaligus meningkatkan daya saing kreator Indonesia di tingkat global,” tegas Menteri Ekraf.

Kerja sama dengan YouTube dan Google juga merupakan kelanjutan dari berbagai kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya. Salah satunya adalah program Google Play x Unity Game Developer Training yang diluncurkan untuk meningkatkan kapasitas pengembang gim Indonesia dalam menghadapi persaingan global.

Baca Juga :  Rapat Paripurna DPRD Lombok Tengah Hari ini Sahkan Tiga Ranperda

Sementara itu, Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Asia Tenggara, Danny Ardianto,menegaskan bahwa YouTube berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia melalui pemberdayaan para kreator.

Menurut Danny, jutaan masyarakat Indonesia memanfaatkan YouTube sebagai sumber hiburan, edukasi, hingga promosi budaya. Kondisi tersebut menciptakan peluang besar bagi para kreator untuk membangun audiens, mengembangkan usaha, serta memperoleh penghasilan melalui berbagai skema monetisasi.

Melalui YouTube Partner Program, kreator dapat memperoleh bagian pendapatan dari iklan yang ditayangkan. Selain itu, kini tersedia berbagai bentuk monetisasi lain yang memungkinkan kreator membangun bisnis berkelanjutan dan menjangkau audiens global,” jelasnya.

Selain membahas penguatan ekonomi kreatif, kedua pihak juga mendiskusikan pentingnya menjaga keseimbangan antara perlindungan hak cipta, perkembangan teknologi, dan peningkatan literasi AI. Pemerintah berharap regulasi yang sedang disusun dapat menciptakan ruang inovasi yang sehat sekaligus melindungi kepentingan para kreator Indonesia.

Kolaborasi antara Kementerian Ekraf, YouTube, dan Google ini diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam mempercepat transformasi ekonomi kreatif nasional. Dengan dukungan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan ekosistem digital, Indonesia berpeluang melahirkan lebih banyak kreator kelas dunia yang mampu bersaing di pasar global sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Berita Terkait

Manfaatkan Momen MTQ, Adik Belajar Antusias Berfoto Bersama Bupati Lombok Tengah
Novotel Lombok Berbagi Pengalaman Industri, Bekali Mahasiswa Poltekpar Lombok Hadapi Dunia Kerja Perhotelan
Pawai Ta’aruf MTQ XXXI NTB 2026 Meriah,Kafilah Tampil Memukau dengan Ragam Budaya Daerah
Dewan Hakim MTQ XXXI NTB 2026 Resmi Dikukuhkan, Gubernur: Kepercayaan Masyarakat Ada di Tangan Hakim
Registrasi Peserta MTQ XXXI NTB 2026 Resmi Dimulai,Verifikasi Gunakan Sistem Digital e-MTQ
The Mandalika Terus Tumbuh, Keterlibatan Stakeholder Jadi Fondasi Keberlanjutan Kawasan
Poltekpar Lombok dan Asdep HALI Perkuat Sinergi Kerja Sama Internasional
SMM PPL 2026 Resmi Dibuka, Poltekpar Lombok Siapkan Generasi Pariwisata Siap Kerja dan Mendunia

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:12

BIZAM Dukung Pelestarian Budaya NTB,Salurkan Bantuan untuk Sanggar Tari Rahayu di Lombok Tengah

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:15

Novotel Lombok Berbagi Pengalaman Industri, Bekali Mahasiswa Poltekpar Lombok Hadapi Dunia Kerja Perhotelan

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:01

World Ocean Day dan Coral Triangle Day 2026, KKP dan Mitra Ajak Masyarakat Kenali Laut dan Wujudkan Aksi Nyata

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:07

The Mandalika Terus Tumbuh, Keterlibatan Stakeholder Jadi Fondasi Keberlanjutan Kawasan

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:44

Accor Run for Hope 2026 Sukses Digelar di Nusa Dua, Dukung Pendidikan Anak Kurang Mampu di Bedugul

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:57

Trafik Penumpang dan Pesawat di BIZAM Meningkat Selama Long Weekend

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:22

Poltekpar Lombok dan Asdep HALI Perkuat Sinergi Kerja Sama Internasional

Jumat, 29 Mei 2026 - 02:39

Semangat Berbagi Iduladha, Poltekpar Lombok Gelar Qurban Bersama dan Perkuat Nilai Kepedulian Sosial

Berita Terbaru