Menuju MIF 2025: 22 Pembicara Dunia Siapkan “Mandalika Top 10 Recommendations” untuk Masa Depan Pariwisata Indonesia

- Kontributor

Sabtu, 6 Desember 2025 - 23:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com— Kawasan Mandalika kembali menjadi pusat perhatian nasional dan internasional menjelang digelarnya Mandalika International Festival (MIF) 2025, yang kini resmi memasuki hitungan mundur tujuh hari. Tahun ini, MIF hadir dengan konsep yang lebih besar, lebih ilmiah, dan lebih strategis melalui sub tema:

“Creating Quality Events in The Leading/Prime Destination Mandalika–Samota–Labuan Bajo to Speed Up International Tourist Visits to Indonesia.”

Tak hanya menyuguhkan pertunjukan festival dunia, MIF 2025 membawa misi besar untuk mendorong percepatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia melalui rangkaian diskusi internasional dan kajian ilmiah.

Salah satu agenda utama yang menjadi pusat perhatian adalah Mandalika International Talkshow, forum berskala global yang menghadirkan 11 pembicara nasional dan 11 pembicara internasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Talkshow ini mempertemukan pakar pariwisata, akademisi, pelaku usaha, pemimpin organisasi, komunitas budaya, hingga tokoh adat dari berbagai daerah dan negara.

Diskusi akan fokus pada tantangan dan prospek pengembangan tiga prime destination:
Mandalika, Samota (Sumbawa), dan Labuan Bajo (NTT)—yang kini menjadi Segitiga Emas Pariwisata Indonesia.

Para pembicara tidak hanya membahas potensi destinasi, tetapi juga:

  • strategi penguatan event kelas dunia,
  • peningkatan kualitas SDM pariwisata,
  • penguatan ekonomi kreatif,
  • inovasi digital,
  • serta promosi global untuk mempercepat arus wisatawan mancanegara.

Untuk memastikan lahirnya rekomendasi yang kuat dan berorientasi masa depan, panitia menghadirkan Tim Perumus (Formulated Teams) yang berasal dari berbagai lembaga strategis di Indonesia.

Baca Juga :  Tiket ARRC Tawarkan Kenyamanan dan Fasilitas Tambahan untuk Penonton

Tim ini terdiri dari:

  • Direktur MIF
  • Poltekpar Lombok
  • Ketua BPPD
  • Ketua ASITA
  • Perwakilan NTT
  • UMMAT
  • UNRAM
  • Tokoh Sasak
  • Tokoh Samota
  • Tokoh Labuan Bajo
  • President APIEM
  • Perwakilan Lombok Tengah
  • Perwakilan NTB dan NTT

Para perumus inilah yang bertugas merangkum seluruh gagasan para pembicara, menyusun kesimpulan utama, dan menyajikannya dalam bentuk dokumen strategis resmi.

Hasil dari Mandalika International Talkshow akan melahirkan dokumen resmi berjudul:

“Mandalika Top 10 Recommendations”

Dokumen ini berisi 10 rekomendasi strategis untuk memperkuat pembangunan pariwisata dan event di kawasan Mandalika–Samota–Labuan Bajo, bahkan untuk skala nasional.

Rekomendasi tersebut mencakup:

  • pengembangan event internasional yang konsisten dan berkualitas,
  • digitalisasi promosi pariwisata global,
  • penguatan SDM dan kompetensi lokal,
  • pembangunan atraksi baru berbasis budaya dan alam,
  • strategi keberlanjutan (sustainability),
  • integrasi data dan riset pariwisata,
  • penguatan industri kreatif daerah,
  • kolaborasi lintas provinsi,
  • percepatan konektivitas dan aksesibilitas wisata,
  • hingga roadmap 10 tahun untuk pengembangan tiga destinasi unggulan Indonesia.

Dokumen ini akan menjadi acuan bagi pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan pelaku industri dalam merancang program kerja dan kebijakan pariwisata ke depan.

Direktur Event Mandalika International Festival, Siirajuddin, menegaskan bahwa MIF bukan sekadar perayaan festival, tetapi forum pemikiran yang memberi dampak nyata bagi negara.

Dalam pernyataan resminya, ia mengatakan:

“Inilah alasan MIF lahir. Tidak hanya sebagai festival hiburan, tetapi sebagai ruang besar lahirnya riset, sains, dan pemikiran strategis untuk masa depan pariwisata Indonesia. Mandalika, Samota, dan Labuan Bajo adalah prime destination yang membutuhkan event berkualitas sebagai pengungkit percepatan wisatawan mancanegara. Melalui ‘Mandalika Top 10 Recommendations’, kami ingin memastikan bahwa MIF memberikan manfaat, arah, dan dampak nyata bagi Indonesia,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa MIF akan terus menjadi wadah kolaborasi antara pakar nasional dan internasional, tokoh adat, pelaku industri, generasi muda, serta institusi akademik dalam memperkuat ekosistem pariwisata Indonesia.

Baca Juga :  Tinggi Antusias Pendaftaran Mahasiswa Baru Poltekpar Lombok, Kementerian Apresiasi Kepemimpinan DR.Ali

MIF 2025 tidak hanya menghadirkan atraksi seni dunia, parade budaya, festival internasional, dan kompetisi kreatif, tetapi juga:

  • ruang diskusi strategis,
  • pameran pariwisata,
  • pertunjukan fashion internasional,
  • serta panggung khusus untuk talenta lokal dan mancanegara.

Dengan kombinasi hiburan dan kajian ilmiah tersebut, MIF ingin memperkuat posisi Mandalika–Samota–Labuan Bajo sebagai segitiga emas pariwisata yang berdaya saing global.

Festival ini diproyeksikan menjadi salah satu event terbesar yang mendorong:

  • peningkatan tamu mancanegara,
  • investasi pariwisata,
  • pertumbuhan UMKM kreatif,
  • dan promosi internasional destinasi unggulan Indonesia.

Dengan hadirnya 22 pembicara dunia, Tim Perumus nasional–internasional, serta lahirnya dokumen strategis “Mandalika Top 10 Recommendations”, Mandalika International Festival 2025 dipastikan menjadi momentum penting untuk pengembangan pariwisata Indonesia.

Festival ini tidak hanya menyajikan tontonan, tetapi meninggalkan warisan pemikiran, strategi, dan rekomendasi yang dapat digunakan Indonesia dalam mempersiapkan diri menjadi destinasi utama wisata internasional.

Berita Terkait

Accor Run for Hope 2026 Sukses Digelar di Nusa Dua, Dukung Pendidikan Anak Kurang Mampu di Bedugul
Trafik Penumpang dan Pesawat di BIZAM Meningkat Selama Long Weekend
Poltekpar Lombok dan Asdep HALI Perkuat Sinergi Kerja Sama Internasional
Semangat Berbagi Iduladha, Poltekpar Lombok Gelar Qurban Bersama dan Perkuat Nilai Kepedulian Sosial
SMM PPL 2026 Resmi Dibuka, Poltekpar Lombok Siapkan Generasi Pariwisata Siap Kerja dan Mendunia
ITDC Raih Penghargaan Tertinggi “Sapphire” di IRCA 2026
ITDC Raih Dua Penghargaan BEMA 2026,Perkuat Strategi Pariwisata Berkelanjutan
Dies Natalis ke-10, Politeknik Pariwisata Lombok Tegaskan Peran Strategis bagi Pariwisata Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:24

Momentum Iduladha 1447 H,PDAM Lombok Tengah Tebar Kebahagiaan lewat 6 Sapi Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:12

Idul Adha 1447 H,ITDC dan Stakeholder Kawasan Salurkan 29 Hewan Kurban* 

Senin, 25 Mei 2026 - 04:51

ITDC Tebar Kepedulian di Idul Adha,21 Hewan Kurban Disalurkan untuk Masyarakat The Mandalika

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:21

Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga,Pemkab Lombok Tengah Jaga Stabilitas Harga Jelang Hari Besar Keagamaan

Jumat, 17 April 2026 - 03:01

ITDC Salurkan Hasil Lelang Amal MotoGP 2025 untuk Pencegahan Stunting di Desa Rembitan

Kamis, 9 April 2026 - 02:11

Poltekpar Lombok–Bank NTB Resmi Berkolaborasi, Hadirkan Dukungan Beasiswa

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:47

Bupati Lombok Tengah Hadiri Penyerahan LKPD Unaudited 2025 se-NTB,Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:03

Wabup Nursiah Pimpin Intervensi Terpadu,Anak Penderita Hidrosefalus

Berita Terbaru