Ketikjari.com — Upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan anak usia dini terus didorong Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui berbagai kegiatan kreatif. Salah satunya melalui Lomba Mendongeng yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lombok Tengah bagi guru dan wali murid TK DWP Kabupaten Lombok Tengah di Perpustakaan Daerah Lombok Tengah, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di pusat layanan literasi daerah tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi guru dan orang tua untuk memperkuat peran mereka dalam mengenalkan dunia membaca kepada anak. Sebanyak 28 peserta mengikuti lomba, terdiri atas 16 guru TK DWP dan 12 wali murid.
Melalui kegiatan mendongeng, peserta tidak hanya dituntut mampu menyampaikan cerita secara menarik, tetapi juga menghadirkan pesan pendidikan, nilai karakter, serta pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Daerah Lombok Tengah, H. Lalu Firman Wijaya, ST., MT., yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa mendongeng memiliki manfaat besar dalam mendukung tumbuh kembang anak. Selain menjadi sarana hiburan, mendongeng dapat meningkatkan kemampuan bahasa, daya imajinasi, kreativitas, sekaligus membantu membentuk karakter positif sejak usia dini.
“Manfaat mendongeng sangat banyak. Ini menjadi bagian dari upaya kita mempersiapkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Firman.
Menurutnya, kebiasaan membaca dan mendengarkan cerita perlu ditanamkan sejak dini, baik melalui lingkungan sekolah maupun keluarga. Guru dan orang tua memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga anak tumbuh dengan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.
Ketua DWP Kabupaten Lombok Tengah, Ir. Baiq Rahmayanti Firman Wijaya, mengatakan sinergi antara guru dan wali murid menjadi kunci dalam membangun kebiasaan positif anak.
“Guru dan orang tua merupakan bagian penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, perlu ada kerja sama dalam membangun budaya literasi sejak dini,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan sekaligus mendekatkan anak dengan buku dan aktivitas membaca. Berdasarkan data yang ada, kemampuan literasi membaca di Lombok Tengah masih perlu terus ditingkatkan. Saat ini Lombok Tengah berada di urutan ketujuh dari 12 kabupaten/kota di Provinsi NTB dalam capaian literasi membaca.
“Semakin sering anak dibacakan cerita dan dikenalkan dengan buku, diharapkan semakin tumbuh kecintaan mereka terhadap membaca,” ujarnya.
Sementara itu, Bunda Literasi Lombok Tengah, Hj. Baiq Nurul Aini Pathul Bahri, menekankan pentingnya membangun kebiasaan literasi secara berkelanjutan, khususnya di lingkungan sekolah.
Menurutnya, kegiatan membaca maupun mendongeng tidak harus dilakukan dalam bentuk yang rumit, tetapi dapat menjadi aktivitas rutin yang menyenangkan bagi anak.
Ia mendorong setiap sekolah menyediakan waktu khusus minimal satu kali dalam seminggu untuk melaksanakan kegiatan membaca bersama atau mendongeng sebagai bagian dari pembiasaan literasi.
“Kalau bisa di sekolah minimal seminggu sekali ada kegiatan membaca atau mendongeng. Hal sederhana seperti ini akan membangun kecintaan anak terhadap buku dan cerita sejak dini,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat gerakan literasi di Lombok Tengah, tidak hanya berhenti pada perlombaan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, DWP Lombok Tengah berharap sinergi antara guru, orang tua, dan pegiat literasi semakin kuat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Budaya mendongeng dan membaca yang dibangun sejak usia dini diharapkan mampu mencetak generasi Lombok Tengah yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta memiliki wawasan luas.





















