Ketikjari.com– PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat pemberdayaan masyarakat di kawasan The Golo Mori melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Glorious Golo Mori: Integration of Hospitality Talent and Local MSMEs into the Tourism Value Chain.
Program tersebut memasuki tahap pelatihan yang berlangsung pada 1–3 Agustus 2026 di Balai Desa Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 25 peserta mengikuti pelatihan, terdiri dari 15 peserta Hospitality Talent Journey dan 10 pelaku UMKM yang tergabung dalam Golo Mori Local Business Journey.
Pelatihan ini merupakan upaya ITDC mempersiapkan masyarakat Desa Golo Mori agar mampu menjadi bagian dari rantai nilai industri pariwisata yang terus berkembang di kawasan tersebut. Melalui program ini, masyarakat didorong tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama yang memperoleh manfaat ekonomi dari perkembangan destinasi wisata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peserta Hospitality Talent Journey mendapatkan materi dasar mengenai pelayanan perhotelan, service mindset, bahasa Inggris, guiding and storytelling, hingga simulasi pelayanan wisata. Sementara peserta Golo Mori Local Business Journey dibekali pelatihan branding, pengembangan kemasan produk, sertifikasi produk, serta strategi pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal.
Program yang dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Insan Bumi Mandiri (IBM) ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sosialisasi dan pre-test yang telah dilaksanakan pada Juni 2026.
General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, mengatakan keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya diukur dari pembangunan fisik kawasan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat sekitar dalam mengambil peran serta memperoleh manfaat dari perkembangan destinasi tersebut.
“Keberhasilan pengembangan destinasi akan semakin bermakna apabila masyarakat di sekitarnya memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang bersama. Melalui Program TJSL Glorious Golo Mori, ITDC berupaya membekali masyarakat dengan kompetensi yang relevan sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam rantai nilai pariwisata, menciptakan peluang ekonomi baru, serta mendukung terwujudnya destinasi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Wahyuaji.
Sementara itu, Kepala Desa Golo Mori, Samaila, mengapresiasi kolaborasi antara ITDC dan Yayasan Insan Bumi Mandiri dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Menurutnya, program tersebut membuka kesempatan bagi pemuda dan pelaku UMKM untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta daya saing di sektor pariwisata. Ia berharap seluruh peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung kemajuan Desa Golo Mori sebagai destinasi wisata yang terus berkembang.
Usai menyelesaikan tahap pelatihan, para peserta akan mengikuti proses pendampingan, praktik lapangan, hingga showcase sebagai implementasi hasil pembelajaran. Melalui tahapan tersebut, ITDC berharap masyarakat mampu mengaplikasikan kompetensi yang diperoleh dalam aktivitas usaha maupun pelayanan wisata, sehingga kehadiran pariwisata di Golo Mori semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan destinasi yang inklusif dan berkelanjutan.






















