Pemkab Lombeng Tengah Koordinasi dengan Kemensos, Siapkan Pembangunan Kembali Rumah Adat Sade

- Kontributor

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus bergerak memulihkan Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, pascakebakaran yang melanda kawasan tersebut pada Sabtu (22/8/2026) malam.

Salah satu langkah yang kini dilakukan Pemkab Lombok Tengah adalah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) terkait rencana pembangunan kembali rumah adat yang mengalami kerusakan dan terbakar.

Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP., mengatakan pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan jumlah rumah adat yang terdampak. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan dan pembangunan kembali.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rumah adat yang habis terbakar itu semuanya ada sekitar 75 rumah. Tetapi setelah dilakukan verifikasi kembali jumlahnya bisa berubah. Data itu masih akan divalidasi kembali,” kata Pathul saat ditemui di Posko Terpadu Penanganan Bencana Kebakaran Kampung Adat Sade, Selasa (25/8/2026).

Selain rumah adat, Pemkab Lombok Tengah juga mendata sejumlah fasilitas umum yang terdampak kebakaran, termasuk tempat ibadah dan fasilitas penunjang lainnya di kawasan Kampung Adat Sade.

Baca Juga :  Bupati Pathul Bahri Tinjau Dapur Umum Korban Kebakaran di Sade

Pathul menyebut komunikasi dengan Kemensos berjalan positif. Pemkab berharap dukungan pemerintah pusat tidak hanya mencakup pembangunan kembali rumah warga, tetapi juga fasilitas umum yang terdampak.

Kita berharap tidak hanya rumah saja yang dibangun kembali oleh Kemensos, tetapi fasilitas umum lainnya juga bisa dibantu,” ujarnya.

Pemkab Lombok Tengah memastikan pembangunan kembali Kampung Adat Sade nantinya tidak dilakukan secara sembarangan. Bentuk dan jenis rumah yang akan dibangun akan dibahas bersama masyarakat dan tokoh adat Sade melalui forum diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD).

Langkah tersebut dinilai penting agar proses pemulihan tidak menghilangkan karakter, nilai adat, serta kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Sade.

“Untuk bentuk dan jenis rumah yang akan dibangun nanti akan dibahas bersama para tokoh masyarakat Sade. Jadi keputusan diambil bersama,” kata Pathul.

Menurutnya, pemulihan Kampung Adat Sade bukan semata-mata membangun kembali bangunan yang terbakar. Lebih dari itu, pemerintah ingin memastikan kehidupan sosial dan budaya masyarakat tetap terjaga.

Kampung Adat Sade selama ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Lombok Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Karena itu, proses pemulihan diharapkan mampu mengembalikan aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat keberlanjutan kawasan sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

Baca Juga :  Poltekpar Lombok–Bank NTB Resmi Berkolaborasi, Hadirkan Dukungan Beasiswa

Pathul juga menegaskan bahwa aspek keselamatan dan mitigasi bencana akan menjadi perhatian dalam penataan kembali kawasan tersebut. Pengalaman dari kebakaran ini diharapkan menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Penanganan pascakebakaran tidak hanya soal membangun kembali, tetapi juga bagaimana kawasan ini ke depan lebih aman bagi masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Tengah Lalu Ridwan Ma’ruf mengatakan bantuan kepada masyarakat terdampak terus disalurkan sesuai kebutuhan.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat berkoordinasi melalui pemerintah desa maupun posko penanganan yang telah disiapkan.

Pemkab Lombok Tengah memastikan pemulihan Kampung Adat Sade akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak. Pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga identitas budaya, kearifan lokal, serta keberlangsungan kehidupan masyarakat Sade dalam setiap tahapan pemulihan.

Dengan semangat #PeduliSade, pemerintah bersama masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat membangun kembali Sade menjadi kawasan adat yang lebih kuat, aman, dan tetap mempertahankan jati dirinya.

Berita Terkait

Bupati Pathul Pantau Gotong Royong ASN Bersihkan Dusun Sade Pascakebakaran
Bupati Pathul Bahri Tinjau Dapur Umum Korban Kebakaran di Sade
BAZNAS Lombok Tengah Kembali Hadir Bantu Korban Kebakaran Desa Adat Sade
Pemkab Lombok Tengah Siapkan Penataan Sade Pascakebakaran, Nilai Adat Tetap Dijaga
Pemkab Lombok Tengah Targetkan Angka Kemiskinan Turun Menjadi 10,30 Persen pada 2026
Wamen Ekraf Apresiasi TERASI 2026, Jadi Ruang Kolaborasi 60 Ilustrator Lokal Indonesia
Transaksi Nyaris Rp200 Juta, BRI Nusa Dua Eco Market 2026 Jadi Penggerak Ekonomi UMKM
Menteri Ekraf Dorong Bandara Jadi Etalase Produk Kreatif dan IP Lokal Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:47

Semarak HUT ke-81 RI, ITDC Hidupkan Tiga Destinasi dengan Ragam Aktivitas dan Aksi Sosial

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:44

GOW Lombok Tengah Gencarkan Edukasi Pencegahan Stunting dari Tingkat Keluarga

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:03

Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-81, Rutan Praya Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Keluarga WBP dan Petugas

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:38

Ombudsman Dampingi RSUD Praya Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:56

Poltekpar Lombok Perkuat Kesadaran Hukum Mahasiswa Melalui Seminar Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika

Senin, 20 Juli 2026 - 01:29

Bupati  Pathul Tinjau Langsung Kondisi Lima Lansia Bersaudara di Batukliang Utara

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:23

Wabup Nursiah: Setiap Keluarga Harus Bekerja agar Anak Tumbuh Sehat dan Punya Masa Depan Lebih Baik

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:35

Bupati Lombok Tengah dan Dirut Perumda Air Minum TIARA Jenguk Datok Bagu di Jakarta

Berita Terbaru