Ketikjari.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyiapkan langkah penataan kembali kawasan Desa Wisata Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, setelah kawasan permukiman adat tersebut dilanda kebakaran.
Penataan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertahankan nilai adat, budaya, serta karakteristik khas Kampung Adat Sade yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Lombok Tengah.
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP., menegaskan bahwa proses pemulihan tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali permukiman yang terdampak, tetapi juga harus memastikan identitas dan nilai adat Sade tetap terjaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita harus berbenah perlahan-lahan tanpa menghilangkan identitas Desa Sade sebagai kawasan adat,” demikian pesan Bupati Lombok Tengah dalam penanganan pascakebakaran.
Pemkab Lombok Tengah selanjutnya akan melakukan evaluasi terhadap tata ruang kawasan, akses darurat, serta langkah-langkah mitigasi bencana. Evaluasi tersebut dinilai penting agar penataan Sade ke depan tidak hanya mempertahankan nilai budaya, tetapi juga meningkatkan aspek keselamatan masyarakat dan pengunjung.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keberadaan atap ilalang yang selama ini menjadi bagian dari karakter arsitektur tradisional Sade. Kebijakan terkait hal tersebut akan dibahas bersama masyarakat adat dengan mempertimbangkan aspek pelestarian budaya sekaligus keselamatan dari risiko kebakaran.
Pemulihan kawasan juga akan dilakukan secara bertahap, sejalan dengan proses pemulihan warga yang terdampak musibah.
Pemerintah daerah memastikan proses penataan dilakukan dengan melibatkan masyarakat adat sehingga setiap kebijakan yang diambil tetap memperhatikan kearifan lokal dan keberlanjutan Desa Wisata Sade sebagai kawasan budaya dan destinasi pariwisata.
Kebakaran yang melanda permukiman adat Sade menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk melakukan pembenahan, terutama dalam aspek mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Dengan penataan yang dilakukan secara terukur dan tetap berpegang pada nilai adat, Pemkab Lombok Tengah berharap Sade dapat kembali pulih sekaligus menjadi kawasan wisata budaya yang lebih aman, tertata, dan berkelanjutan.





















