Transaksi Nyaris Rp200 Juta, BRI Nusa Dua Eco Market 2026 Jadi Penggerak Ekonomi UMKM

- Kontributor

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com — Penyelenggaraan BRI Nusa Dua Eco Market 2026 di kawasan The Nusa Dua, Bali, mencatat capaian positif dengan total transaksi mencapai Rp195.628.200.

Event tersebut dinilai berhasil mendorong aktivitas ekonomi kawasan sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada pengunjung.

Berdasarkan hasil survei penyelenggaraan, sebanyak 92,2 persen responden melakukan pembelian selama acara berlangsung. Tidak hanya menghasilkan transaksi, Eco Market juga menunjukkan potensi dalam mendorong kunjungan berulang. Sebanyak 87,9 persen responden menyatakan berminat kembali pada penyelenggaraan berikutnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan di kawasan pariwisata tidak sekadar menghadirkan keramaian, tetapi dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui keterlibatan UMKM, hiburan, workshop, serta penerapan konsep ramah lingkungan.

Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, mengatakan aktivasi event di kawasan The Nusa Dua diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus memperkuat pengalaman pengunjung.

“Kami hadirkan BRI Nusa Dua Eco Market 2026 sebagai bagian dari strategi ITDC untuk mengembangkan The Nusa Dua sebagai destinasi yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi ekosistem di dalam dan sekitar kawasan,” ujar Troy.

Menurutnya, event tersebut menjadi salah satu katalis yang mempertemukan wisatawan dan pengunjung dengan pelaku UMKM lokal sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan.

Baca Juga :  MGPA Bagikan Takjil Ramadan untuk Masyarakat di Kawasan Pantai Kuta Mandalika

Dari hasil pemantauan, aktivitas tenant UMKM menjadi daya tarik yang paling diminati pengunjung dengan persentase 52,6 persen. Selanjutnya, hiburan atau musik sebesar 35,3 persen, dan workshop sebesar 10,3 persen.

Keterlibatan tenant UMKM tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk berinteraksi langsung dengan pengunjung sekaligus memperkenalkan berbagai produk yang mereka miliki.

Selain berdampak terhadap aktivitas ekonomi, keberadaan Eco Market juga dinilai mampu meningkatkan daya tarik kawasan The Nusa Dua. Sebanyak 81,9 persen responden menyatakan penyelenggaraan Eco Market membuat kunjungan ke The Nusa Dua menjadi lebih menarik.

Hal tersebut menunjukkan bahwa aktivasi kawasan dapat menjadi bagian dari destination experience, sehingga pengunjung memiliki lebih banyak alasan untuk beraktivitas dan menghabiskan waktu di kawasan.

Pengalaman positif pengunjung juga tercermin dari hasil survei kepuasan. BRI Nusa Dua Eco Market 2026 mencatat Net Promoter Score (NPS) sebesar 79,31, yang masuk dalam kategori Excellent.

Sementara itu, Average Satisfaction Score mencapai 4,59 dari 5. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan tidak hanya mampu menarik minat masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman positif yang mendorong pengunjung untuk kembali maupun merekomendasikan kawasan The Nusa Dua kepada orang lain.

Tingginya angka repeat intention sebesar 87,9 persen menjadi indikator penting bagi pengembangan event serupa di masa mendatang.

“Repeat intention sebesar 87,9 persen menjadi sinyal positif bagi kami bahwa pengalaman yang dihadirkan Eco Market memiliki daya tarik yang cukup kuat untuk membangun keterikatan pengunjung dengan kawasan,” kata Troy.

Ke depan, ITDC akan terus mendorong pengembangan kegiatan seperti Eco Market secara lebih terintegrasi. Pengembangan tersebut mencakup peningkatan kualitas dan kurasi tenant UMKM, diversifikasi hiburan dan aktivitas interaktif, penguatan promosi digital serta word of mouth, hingga pengembangan konsep experiential dan eco-friendly.

Baca Juga :  PKK Loteng Berbagi Berkah Ramadan,Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Lansia dan Warga Kurang Mampu

Integrasi antara tenant UMKM, F&B, atraksi, serta berbagai aktivitas kawasan juga akan terus dioptimalkan untuk mendorong cross-selling, meningkatkan visitor spending, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta menciptakan multiplier effect ekonomi yang lebih luas.

“Kami ingin The Nusa Dua terus berkembang sebagai kawasan yang mampu menciptakan keseimbangan antara kualitas pengalaman wisatawan, pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan UMKM, dan prinsip keberlanjutan,” tegas Troy.

Ia menambahkan, event seperti Eco Market akan terus didorong agar memiliki dampak yang semakin terukur dan terintegrasi dengan ekosistem kawasan.

“Bagi ITDC, destinasi yang berhasil adalah destinasi yang mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung sekaligus menciptakan peluang dan manfaat bagi masyarakat serta pelaku usaha,” pungkasnya.

Dengan capaian transaksi hampir Rp200 juta dan tingginya tingkat kepuasan serta minat kunjungan ulang, BRI Nusa Dua Eco Market 2026 menjadi salah satu contoh bahwa pengembangan event di kawasan pariwisata dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan UMKM, pertumbuhan ekonomi lokal, pengalaman wisatawan, dan prinsip keberlanjutan.

Berita Terkait

Data Statistik Lombok Tengah Diperkuat,Pastikan Informasi Publik Akurat dan Terpercaya
Dekranasda Lombok Tengah Promosikan Tenun dan Kerajinan Ketak di Kriyanusa Jakarta
SIHT Barabali Resmi Beroperasi, Bupati Lombok Tengah Dorong Penguatan Ekonomi dan Lapangan Kerja
Kolaborasi Unik Pokémon dan Wayang,Wamen Ekraf Dorong Kreator Lokal Mendunia
Diangkat Kembali, Deretan Prestasi Direksi Perumdam Tiara Lombok Tengah Selama 2021–2026
Poltekpar Lombok Terjunkan Mahasiswa dan Dosen Bantu Dapur Umum Sade
Bupati Pathul Bersama Organisasi Perempuan Peduli Sade, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran
Bupati Pathul Pantau Gotong Royong ASN Bersihkan Dusun Sade Pascakebakaran

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:16

Tinggal Hitungan Hari, Kaos Bergambar Pembalap Moto3 Asal Indonesia Diburu Pembeli

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:44

Tiga Titik Penukaran Tiket MotoGP Mandalika 2026 Dibuka, Penonton Diimbau Tukar Tiket Lebih Awal

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:29

Jelang MotoGP 2026, Bupati Lombok Tengah Imbau Pengelola Destinasi Tingkatkan Pelayanan Wisatawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 03:55

InJourney: MotoGP Mandalika Jadi Penggerak Ekonomi dan Pengembangan Destinasi

Senin, 28 September 2026 - 06:04

The Mandalika Bersiap Sambut MotoGP, ITDC dan Polda NTB Matangkan Pengamanan

Minggu, 27 September 2026 - 10:12

Giant Helmet Hadir di Bundaran HI, Semangat Menuju MotoGP Mandalika 2026 Makin Menggema

Selasa, 22 September 2026 - 08:04

Hadapi Mobilitas Besar MotoGP 2026,ITDC Matangkan Sistem Keselamatan Sirkuit

Minggu, 20 September 2026 - 13:33

Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Pertamina dan ITDC Gelar Watch Party AustrianGP 2026 di Yogyakarta

Berita Terbaru