Ketikjari.com – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat dukungan bagi masyarakat terdampak kebakaran Kampung Adat Sasak Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Pasca kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8) malam, ITDC ditunjuk sebagai PIC penyaluran bantuan tanggap bencana sekaligus mengoordinasikan dukungan dari BUMN dan berbagai pihak agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan pihaknya sejak awal kejadian terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan seluruh unsur terkait untuk membantu penanganan dampak kebakaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejak malam kejadian, kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan unsur terkait untuk mendukung penanganan kebakaran hingga pemenuhan kebutuhan warga terdampak. Saat ini, fokus kami adalah membantu mengkoordinasikan dukungan dari 32 BUMN yang beroperasi di NTB maupun berbagai pihak agar bantuan yang diberikan dapat menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Troy.
Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran berdampak terhadap 75 unit rumah, satu masjid, empat berugak sekenam besar, enam berugak sekepat, 69 artshop, Bale Beleq, toilet umum wisatawan, gerbang Desa Adat Sade, serta sejumlah fasilitas masyarakat dan pendukung pariwisata lainnya.
Sejak malam kejadian, ITDC langsung mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan tiga unit mobil tangki untuk membantu proses pemadaman.
Dukungan kemudian dilanjutkan pada Minggu (23/8) dengan menyalurkan 700 paket makanan siap konsumsi, air mineral, alas tidur, serta kebutuhan bayi bagi masyarakat terdampak.
Memasuki tahap berikutnya, pada Senin (24/8), ITDC kembali menyalurkan 45 unit kasur lipat berbagai ukuran, 50 selimut, 240 kebutuhan sanitasi menstruasi, serta 240 popok bayi.
Tak hanya ITDC, sejumlah BUMN juga bergerak memberikan bantuan. PT PLN (Persero) menyalurkan 150 paket sembako dan kebutuhan dasar. Sementara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memberikan kasur lipat, selimut, karpet tidur, air mineral, bahan pangan, serta perlengkapan ibadah.
Dukungan juga datang dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berupa bahan pangan, air mineral, perlengkapan mandi, pakaian layak pakai, dan kebutuhan lainnya.
Solidaritas juga ditunjukkan oleh ekosistem The Mandalika. Komunitas Bazaar Mandalika telah menyalurkan bantuan tahap pertama pada Minggu (23/8) berupa uang tunai, bahan pangan, pakaian, kebutuhan bayi, serta perlengkapan kebersihan.
Sementara itu, Sapo Development, salah satu investor di The Mandalika, turut menunjukkan kepedulian dengan berkomitmen memberikan bantuan sebesar Rp2 miliar untuk mendukung masyarakat Kampung Adat Sasak Sade yang terdampak kebakaran.
Troy mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergerak membantu masyarakat Sade, mulai dari BUMN, investor, komunitas, tenant hingga masyarakat umum.
“Kami mengapresiasi kepedulian seluruh pihak, baik BUMN, investor, komunitas, tenant, maupun masyarakat yang ikut bergerak membantu Kampung Adat Sasak Sade. Kolaborasi ini mencerminkan semangat bahwa pengembangan The Mandalika berjalan berdampingan dengan kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Untuk memperkuat penanganan masa tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan posko tanggap darurat di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Rembitan. Kepala BPBD Kabupaten Lombok Tengah ditunjuk sebagai Kepala Posko.
Selain itu, dapur umum disiapkan untuk memastikan kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
ITDC memastikan koordinasi dengan Pemkab Lombok Tengah, BPBD, BUMN, serta berbagai pihak akan terus dilakukan untuk memastikan bantuan yang dihimpun dan disalurkan benar-benar menyesuaikan kebutuhan aktual masyarakat.
“Prioritas kita saat ini adalah masyarakat Kampung Adat Sasak Sade. Kami berharap dukungan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dalam masa tanggap darurat dan menjadi bagian dari semangat bersama untuk mendampingi masyarakat Kampung Adat Sasak Sade melalui proses pemulihan,” tutup Troy.
Kolaborasi lintas pihak tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan pascakebakaran sekaligus membuka jalan bagi proses pemulihan Kampung Adat Sade, salah satu destinasi wisata budaya penting di Lombok Tengah.





















