Ketikjari.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Tengah resmi mencanangkan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai langkah strategis memperkuat pembangunan berbasis data.
Pencanangan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Senam Bersama ASN WFO dan WFH di Halaman Gedung Trisol Kantor Bupati Lombok Tengah, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si, Kepala BPS Kabupaten Lombok Tengah Muhammad Jupri Sardi, SST, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, serta ratusan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Wakil Bupati HM Nursiah menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting dalam memetakan dinamika perekonomian daerah yang terus berkembang. Mulai dari pertumbuhan UMKM, ekonomi digital, perdagangan daring, hingga berbagai sektor usaha baru yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Menurutnya, data yang akurat dan komprehensif akan menjadi landasan utama pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, termasuk pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, hingga penyusunan program-program strategis daerah.
“Dari data yang berkualitas akan lahir kebijakan yang berkualitas, dan dari kebijakan yang berkualitas akan terwujud Lombok Tengah yang lebih maju dan sejahtera,” tegas Nursiah.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Lombok Tengah Muhammad Jupri Sardi menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian Indonesia hingga tingkat daerah.
Ia menuturkan, hasil sensus nantinya akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, mulai dari penguatan UMKM, pengembangan kawasan pariwisata, pembangunan pasar rakyat, pembukaan akses jalan produksi, hingga program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Keputusan yang tepat hanya bisa lahir dari data yang tepat. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus,” ujarnya.
Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Lombok Tengah berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.061 petugas lapangan, terdiri dari 124 pengawas lapangan, 936 petugas door-to-door, serta satu petugas khusus usaha besar yang akan menjangkau seluruh wilayah Lombok Tengah.
Melalui pencanangan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Partisipasi masyarakat dalam memberikan data yang akurat diharapkan dapat menghasilkan informasi berkualitas yang menjadi dasar pembangunan daerah yang lebih efektif, memperkuat pertumbuhan ekonomi, membuka peluang kerja yang lebih luas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Data Lengkap, Ekonomi Kuat, Lombok Tengah Maju” menjadi semangat bersama dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi mewujudkan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
#SensusEkonomi2026 #LombokTengahMaju #DataUntukPembangunan #BPSLombokTengah





















