Peringati Hari Bumi, InJourney Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui Program InJourney Green bersama ITDC dengan Rehabilitasi Mangrove di KEK Mandalika

- Kontributor

Kamis, 23 April 2026 - 05:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.vom – Dalam rangka memperingati Hari Bumi (22 April), PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama anak usahanya, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), melaksanakan penanaman 15.000 bibit mangrove di kawasan KEK Mandalika. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) InJourney Group pada pilar lingkungan, yakni InJourney Green.

Program ini menjadi lanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya, sebagai bentuk aksi nyata dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menegaskan bahwa InJourney Green merupakan wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendorong praktik pariwisata yang bertanggung jawab.

“Program ini kami dorong sebagai wadah kolaboratif yang tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan. Melalui pendekatan berbasis kajian dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, kami ingin memastikan setiap inisiatif memberikan kontribusi nyata terhadap mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem,” ujarnya.

Baca Juga :  Awali Tahun Baru,Poltekpar Lombok Gelar Penandatangan Kontrak Kerja dan Fakta Integritas Bagi Pegawai

Senada, Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memastikan pengembangan KEK Mandalika tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan.

“InJourney Green 2026 bukan sekadar program TJSL, tetapi juga langkah konkret dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan kawasan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan,” jelasnya.

Pelaksanaan program ini didasarkan pada kajian teknis dari Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB), yang mengidentifikasi kondisi eksisting mangrove di KEK Mandalika. Ekosistem mangrove di kawasan ini didominasi fase pertumbuhan pancang dengan tinggi rata-rata 3–5 meter, serta substrat berupa campuran lumpur dan pasir padat yang dipengaruhi dinamika pasang surut.

Berdasarkan kajian tersebut, rehabilitasi dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kesesuaian jenis, lokasi, dan metode penanaman. Kegiatan ini dilaksanakan di Area 22 seluas ±1.500 m² sebagai lokasi utama, serta Area 23 sebagai area lanjutan, dengan total cakupan rehabilitasi mencapai ±5,2 hektare

Baca Juga :  JPU Kajari Loteng,Tuntut 14 Tahun Ayah Pemerkosaan Anak Kandung

.Adapun jenis mangrove yang ditanam meliputi Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Rhizophora stylosa.

Program InJourney Green juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain pemerintah pusat dan daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Tengah, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL), Pusdal LH Bali Nusra, unsur TNI/Polri, akademisi dari PKSPL IPB dan Universitas Mataram, Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT), Duta Lingkungan NTB, serta masyarakat dan pemerintah desa sekitar KEK Mandalika.

Seluruh proses penanaman dilakukan di bawah supervisi teknis PKSPL IPB dan didukung Universitas Mataram dalam penyediaan bibit.

Ke depan, program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga fungsi ekologis kawasan pesisir serta memperkuat posisi KEK Mandalika sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Berita Terkait

ITDC Kembali Berstatus Persero,The Mandalika Siap Melaju Lebih Cepat Menuju Destinasi Pariwisata Kelas Dunia
CPNS 2024 Poltekpar Lombok Resmi Menjadi PNS, Direktur: Momentum Perkuat Profesionalisme dan Integritas ASN
ITDC Hormati Proses Hukum Terkait Laporan LSBH ke KPK, Tegaskan Peran dalam Program Pemukiman Kembali Mandalika
Kafilah MTQ XXXI NTB Terpesona Keindahan Benang Kelambu, Lombok Tengah Tinggalkan Kesan Mendalam
Nobar Piala Dunia 2026 di The Mandalika Gratis,137 UMKM Lokal Siap Raup Peluang Ekonomi
Asian Games Fun Run 2026 di Bali,Perkuat Persatuan Asia Menuju Aichi-Nagoya
BIZAM Dukung Pelestarian Budaya NTB,Salurkan Bantuan untuk Sanggar Tari Rahayu di Lombok Tengah
Rasakan Liburan Eksotis di Lombok,Novotel Tawarkan Diskon Hingga 25 Persen Lewat Mid-Year Sale 2026

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 11:10

Belvana Lolos Paskibraka Nasional 2026, Jadi Kebanggaan Masyarakat NTB

Senin, 15 Juni 2026 - 19:18

Lombok Tengah Ukir Sejarah,Raih Juara Umum MTQ XXXI NTB 2026 dan Siap Harumkan Nama Daerah di Tingkat Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:04

Manfaatkan Momen MTQ, Adik Belajar Antusias Berfoto Bersama Bupati Lombok Tengah

Jumat, 12 Juni 2026 - 03:17

Kementerian Ekraf Gandeng YouTube dan Google,Perkuat Ekosistem Kreator Digital Indonesia

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:15

Novotel Lombok Berbagi Pengalaman Industri, Bekali Mahasiswa Poltekpar Lombok Hadapi Dunia Kerja Perhotelan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:55

Pawai Ta’aruf MTQ XXXI NTB 2026 Meriah,Kafilah Tampil Memukau dengan Ragam Budaya Daerah

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:39

Dewan Hakim MTQ XXXI NTB 2026 Resmi Dikukuhkan, Gubernur: Kepercayaan Masyarakat Ada di Tangan Hakim

Senin, 8 Juni 2026 - 03:05

Registrasi Peserta MTQ XXXI NTB 2026 Resmi Dimulai,Verifikasi Gunakan Sistem Digital e-MTQ

Berita Terbaru