Pemkab Lombok Tengah Luncurkan BESTI, Libatkan Ribuan Siswa Tanam Cabai untuk Kendalikan Inflasi

- Kontributor

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com –  Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah resmi meluncurkan Program BESTI (Bersama Siswa Tanam Cabai Atasi Inflasi) sebagai bagian dari implementasi Gerakan Menanam Cabai (GMC) yang melibatkan satuan pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Tengah. Peluncuran dipusatkan di SMP Negeri 1 Praya Tengah, Sabtu (1/8/2026), dan diikuti secara daring oleh sekolah-sekolah lainnya.

Peluncuran program dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah H. Lalu Firman Wijaya, ST., MT., Asisten II Setda Drs. Lalu Rinjani, M.Si., Komisi II DPRD Lombok Tengah, perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Direktur Bank NTB Syariah, Perum Bulog, para kepala OPD, Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Tengah, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lombok Tengah, serta kepala sekolah se-Kabupaten Lombok Tengah.

Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H. M. Nursiah menyatakan pengendalian inflasi, khususnya pada komoditas cabai yang kerap mengalami lonjakan harga, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, sekolah menjadi tempat yang sangat strategis untuk membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya ketahanan pangan dan budaya menanam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini memiliki nilai, komitmen, dan inovasi. Karena itu harus direncanakan dengan baik, dilaksanakan secara sungguh-sungguh, serta dijaga keberlanjutannya agar mampu memberikan hasil yang nyata. Saya berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Baca Juga :  Anak Binaan LPKA Rutin Asah Berlatih Musik

Ia menilai Program BESTI tidak hanya mengajarkan teori kepada peserta didik, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam membudidayakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan, produktif, dan memiliki kepedulian terhadap sektor pertanian.

Wakil Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan agar program berjalan optimal. Pendampingan teknis mulai dari penanaman hingga masa panen dinilai menjadi kunci keberhasilan gerakan tersebut.

Selain itu, ia mendorong seluruh kepala sekolah mengintegrasikan Gerakan Menanam Cabai ke dalam proses pembelajaran sehingga siswa memperoleh keterampilan praktis sekaligus memahami pentingnya menjaga stabilitas harga pangan. Menurutnya, apabila dikelola secara berkelanjutan, hasil panen nantinya tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga berkontribusi terhadap pengendalian inflasi di Lombok Tengah.

Program ini juga diharapkan dapat diperluas ke berbagai lembaga pendidikan lainnya, termasuk pondok pesantren yang memiliki potensi lahan cukup luas untuk mendukung gerakan ketahanan pangan.

Mari kita jaga bersama program ini agar berjalan secara berkelanjutan. Semoga BESTI mampu melahirkan generasi yang peduli terhadap pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menjadi salah satu ikhtiar nyata dalam menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi di Kabupaten Lombok Tengah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah Drs. H. Lalu Idham Halid, M.Pd. selaku Ketua Panitia menjelaskan Program BESTI merupakan kontribusi nyata sektor pendidikan dalam mendukung salah satu dari sembilan langkah strategis nasional pengendalian inflasi, yakni Gerakan Menanam pada komoditas cabai.

Baca Juga :  Poltekpar Lombok dan Samara Lombok Jajaki Kerja Sama Strategis Siapkan Talenta Pariwisata

Pada tahap awal, program ini melibatkan 86 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di 12 kecamatan serta 165 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Praya, Praya Tengah, dan Jonggat.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya mengajak siswa menanam cabai, tetapi juga mengintegrasikannya ke dalam kurikulum sekolah sebagai media pembelajaran tentang pertanian, ketahanan pangan, pendidikan karakter, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Sebagai bentuk dukungan, setiap SMP menerima 125 bibit cabai, sedangkan setiap SD memperoleh 50 bibit cabai. Sekolah bertanggung jawab menyediakan lahan, melakukan penanaman, serta merawat tanaman agar mampu berproduksi secara berkelanjutan selama satu hingga dua tahun ke depan.

Untuk memastikan keberhasilan program, Dinas Pendidikan menggandeng penyuluh pertanian lapangan dan kelompok tani guna memberikan pendampingan teknis kepada sekolah mulai dari teknik budidaya hingga perawatan tanaman.

Melalui Program BESTI, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap tumbuh gerakan bersama yang mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap sektor pertanian, membangun budaya produktif di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi salah satu langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi di Kabupaten Lombok Tengah.

Berita Terkait

Tim Paskibraka Lombok Tengah 2026 Siap Tampil Maksimal pada HUT ke-81 RI
Poltekpar Lombok dan Universitas Hamzanwadi Perkuat Sinergi melalui MBKM dan Perpanjangan MoU
Dewan Pers Kecam Tindakan Merendahkan dan Menghalangi Kerja Jurnalistik
ITDC Perkuat Talenta Lokal dan UMKM Lewat Program Glorious Golo Mori
Diskominfo Lombok Tengah Perkuat Pelayanan Publik Melalui Call Center 112, Siaga 24 Jam Layani Kondisi Darurat
Peminat Tembus 300 Persen, Poltekpar Lombok Perluas Kesempatan Kuliah bagi Putra-Putri NTB
Diskominfo Lombok Tengah Perkuat Pelindungan Data Pribadi,Bangun Budaya Keamanan Informasi di Lingkungan Pemerintah
Diskominfo Lombok Tengah Edukasi Pelajar SMAN 1 Praya Barat Daya Waspadai Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:26

Transaksi Nyaris Rp200 Juta, BRI Nusa Dua Eco Market 2026 Jadi Penggerak Ekonomi UMKM

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:15

Menteri Ekraf Dorong Bandara Jadi Etalase Produk Kreatif dan IP Lokal Indonesia

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:40

Dorong Kebijakan Berbasis Data,Pemkab Lombok Tengah Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:48

Kementerian Ekraf Dukung Instalasi Kapal Pinisi Raksasa untuk Rayakan Kemerdekaan RI 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 19:27

Ribuan Masyarakat Hadiri Penutupan MTQ XXXI NTB, Kehadiran Fatin Jadi Magnet, UMKM Ketiban Rezeki

Selasa, 2 Juni 2026 - 00:52

Pemkab Lombok Tengah Lelang Puluhan Unit Eks Kendaraan Dinas Secara Online

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:24

Momentum Iduladha 1447 H,PDAM Lombok Tengah Tebar Kebahagiaan lewat 6 Sapi Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:12

Idul Adha 1447 H,ITDC dan Stakeholder Kawasan Salurkan 29 Hewan Kurban* 

Berita Terbaru