103 Sopir Ambulans Desa di Lombok Tengah Dibekali Keterampilan Bantuan Hidup Dasar

- Kontributor

Kamis, 9 April 2026 - 11:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com — Sebanyak 103 sopir ambulans desa se-Kabupaten Lombok Tengah mengikuti Workshop Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang digelar di Aula Auditorium RSUD Praya, Kamis (9/4/2026). 

Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang berada di garis terdepan dalam pelayanan rujukan pasien dari desa ke fasilitas kesehatan.

Kepala Instalasi Diklat RSUD Praya, Trisna Rahmawati, S.Keb., Bd., M.Kes., menjelaskan bahwa workshop tersebut bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada para sopir ambulans desa mengenai prosedur penanganan pasien, baik dalam kondisi darurat maupun selama proses rujukan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sopir ambulans memiliki peran strategis karena menjadi pihak pertama yang mendampingi pasien sejak dari desa hingga ke fasilitas pelayanan kesehatan rujukan.

Baca Juga :  Kejari Lombok Tengah Musnahkan Barang Bukti 51 Perkara,Wujud Transparansi Penegakan Hukum

“Materi yang diberikan meliputi teknik perpindahan pasien yang aman, penggunaan sirene sesuai standar, serta penanganan awal pasien selama perjalanan rujukan,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini para sopir ambulans desa dapat meningkatkan kompetensi dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan, sehingga pelayanan kesehatan di tingkat desa menjadi lebih cepat, tepat, dan berkualitas.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Praya, Mamang Magiansah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat penting sebagai bagian dari penguatan sistem rujukan kesehatan di daerah.

Baca Juga :  Bulan Peduli Sosial : Tim Penggerak PKK Penyerahan Ratusan Paket Sembako Bagi Masyarakat Kurang Mampu

“Apresiasi kami sampaikan kepada Instalasi Diklat RSUD Praya yang telah terakreditasi Kementerian Kesehatan RI dan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan melalui pelatihan yang berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, keterampilan Bantuan Hidup Dasar merupakan kemampuan wajib yang perlu dimiliki oleh sopir ambulans desa. Selain itu, pemahaman mengenai penggunaan sirene serta mekanisme sistem rujukan di Kabupaten Lombok Tengah juga menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas pelayanan kesehatan.

Melalui workshop ini diharapkan tercipta standar pelayanan yang lebih baik dalam penanganan pasien, khususnya pada situasi darurat, sehingga keselamatan pasien dapat lebih terjamin sejak dari titik awal penanganan hingga tiba di fasilitas kesehatan tujuan.

#BHD #Kesehatan

Berita Terkait

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Semarak HUT ke-81 RI, ITDC Hidupkan Tiga Destinasi dengan Ragam Aktivitas dan Aksi Sosial
GOW Lombok Tengah Gencarkan Edukasi Pencegahan Stunting dari Tingkat Keluarga
Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-81, Rutan Praya Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Keluarga WBP dan Petugas
Ombudsman Dampingi RSUD Praya Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Poltekpar Lombok Perkuat Kesadaran Hukum Mahasiswa Melalui Seminar Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika
Bupati  Pathul Tinjau Langsung Kondisi Lima Lansia Bersaudara di Batukliang Utara
Wabup Nursiah: Setiap Keluarga Harus Bekerja agar Anak Tumbuh Sehat dan Punya Masa Depan Lebih Baik

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:42

Poltekpar Lombok Terjunkan Mahasiswa dan Dosen Bantu Dapur Umum Sade

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:34

Bupati Pathul Bersama Organisasi Perempuan Peduli Sade, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

Rabu, 26 Agustus 2026 - 03:12

Bupati Pathul Pantau Gotong Royong ASN Bersihkan Dusun Sade Pascakebakaran

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:03

Bupati Pathul Bahri Tinjau Dapur Umum Korban Kebakaran di Sade

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:28

BAZNAS Lombok Tengah Kembali Hadir Bantu Korban Kebakaran Desa Adat Sade

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:20

Pemkab Lombok Tengah Siapkan Penataan Sade Pascakebakaran, Nilai Adat Tetap Dijaga

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:41

Pemkab Lombok Tengah Targetkan Angka Kemiskinan Turun Menjadi 10,30 Persen pada 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:19

Wamen Ekraf Apresiasi TERASI 2026, Jadi Ruang Kolaborasi 60 Ilustrator Lokal Indonesia

Berita Terbaru