Ketikjari.com– Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok mencatat peningkatan signifikan jumlah penumpang selama periode Angkutan Udara Lebaran 1447 Hijriah. Selama 18 hari pelaksanaan posko terpadu, sejak 13 hingga 30 Maret 2026, total penumpang yang dilayani mencapai 167.078 orang.
Jumlah tersebut meningkat 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 130.404 penumpang.
Selain peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga mengalami lonjakan signifikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama periode tersebut tercatat sebanyak 1.685 penerbangan, atau meningkat 53 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.101 penerbangan.
Sementara itu, sektor kargo juga menunjukkan pertumbuhan positif. Total angkutan kargo mencapai 651 ton, meningkat 17 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 555 ton.
Dari sisi ketepatan waktu penerbangan atau On Time Performance (OTP), kinerja operasional bandara juga terjaga dengan baik. Secara kumulatif, OTP selama periode Angkutan Lebaran tercatat 77,9 persen, dengan rata-rata harian mencapai 83 persen.
Manajemen bandara juga mencatat utilisasi slot penerbangan mencapai 93,5 persen. Selain itu, realisasi extra flight yang diajukan maskapai terealisasi 58 penerbangan dari total rencana 62 penerbangan.
Puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah 10.559 penumpang, sedangkan puncak arus balik tercatat pada 29 Maret 2026 dengan 11.329 penumpang.
Adapun rute penerbangan yang paling diminati selama periode Angkutan Lebaran didominasi oleh Jakarta, Surabaya, dan Denpasar.
General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Aidhil Philip Julian, mengatakan capaian ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara.
“Kami bersyukur selama periode Angkutan Udara Lebaran 1447 H, operasional BIZAM berjalan aman, tertib, dan lancar di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Pertumbuhan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat menunjukkan kepercayaan publik yang terus terjaga terhadap layanan bandara,” ujarnya.
Manajemen bandara juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari regulator, maskapai, operator ground handling hingga seluruh insan bandara yang telah berkolaborasi menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengguna jasa selama periode Angkutan Lebaran.
Ke depan, BIZAM berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan serta keandalan operasional sebagai gerbang utama penerbangan di Nusa Tenggara Barat, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan pengembangan sektor pariwisata di daerah.





















