Ketikjari.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan bahasa dan budaya daerah. Hal itu ditandai dengan peluncuran buku ajar muatan lokal “Berajah Base Sasak” yang berlangsung di Hotel Swiss-Belcourt, Kamis (25/6/2026).
Peluncuran buku tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, H.M. Nursiah, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah serta jajaran pendidikan di daerah setempat.
Buku ajar “Berajah Base Sasak” merupakan hasil penyusunan Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah yang akan digunakan sebagai bahan pembelajaran muatan lokal bagi siswa Sekolah Dasar (SD). Kehadiran buku ini diharapkan menjadi pedoman yang seragam dalam proses pembelajaran Bahasa Sasak di sekolah-sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Wakil Bupati H.M. Nursiah menyampaikan bahwa pelestarian bahasa daerah harus dimulai sejak usia dini melalui pendidikan yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Bahasa Sasak merupakan bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Lombok. Melalui buku ajar ini, kita ingin memastikan generasi muda tidak hanya mengenal, tetapi juga mencintai dan bangga menggunakan bahasa daerahnya,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan zaman dan arus globalisasi menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan bahasa daerah. Karena itu, pemerintah daerah bersama dunia pendidikan perlu mengambil langkah konkret agar Bahasa Sasak tetap hidup dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Wakil Bupati juga mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah beserta tim penyusun yang telah menghadirkan buku ajar muatan lokal tersebut sebagai upaya menjaga warisan budaya leluhur.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah Idham Khalid menjelaskan bahwa buku “Berajah Base Sasak” disusun sebagai bahan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta memperhatikan kaidah bahasa dan budaya Sasak yang berlaku.
Dengan adanya buku ajar yang seragam, proses pembelajaran Bahasa Sasak di tingkat Sekolah Dasar diharapkan menjadi lebih efektif, terarah, dan mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahasa daerahnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap peluncuran buku ajar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pelestarian budaya lokal melalui dunia pendidikan. Selain sebagai sarana pembelajaran, buku tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Sasak di kalangan generasi muda.
“Bahasa adalah jati diri, dan budaya adalah warisan yang harus terus hidup dari generasi ke generasi. Karena itu, mari bersama-sama mengajarkan dan melestarikan Bahasa Sasak kepada anak-anak kita,” tutup Wakil Bupati.





















