Ketikjari.com – Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri mengapresiasi kreativitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menghadirkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis pangan lokal. Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya mendukung pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Pathul saat menghadiri Lomba Cipta Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Halaman Trisol Kantor Bupati Lombok Tengah, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kabupaten Lombok Tengah.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah SPPG beradu kreativitas mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian makanan yang sehat, bergizi, lezat, menarik, dan terjangkau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Pathul menegaskan, program MBG tidak boleh hanya dipandang sebagai upaya menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak. Lebih dari itu, program nasional tersebut harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya petani, peternak, dan nelayan lokal.
Menurutnya, potensi hasil pertanian, peternakan, dan perikanan di Lombok Tengah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk memenuhi kebutuhan menu MBG.
Dengan begitu, program MBG diharapkan memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus membuka peluang pasar bagi produk pangan lokal.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair, Ak., CFE., CFrA., Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H., serta Sekda Lombok Tengah H. Lalu Firman Wijaya, S.T., M.T.
Hadir pula jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, koordinator kecamatan, perwakilan SPPG se-Kabupaten Lombok Tengah, dan penerima manfaat program MBG.
Sekda Lombok Tengah sekaligus Ketua Satgas MBG, H. Lalu Firman Wijaya, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung keberhasilan program MBG melalui kolaborasi dengan SPPG, BUMN, BUMD, dan berbagai pihak terkait.
Sementara itu, Sekda Provinsi NTB Abul Chair berharap inovasi menu yang dihasilkan para peserta mampu memenuhi standar gizi, menggunakan bahan alami yang aman, memiliki biaya produksi realistis, serta menghadirkan cita rasa yang disukai anak-anak.
Apresiasi juga disampaikan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dr. Ketut Sumedana. Ia menilai pemenuhan gizi sejak usia dini merupakan investasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam perlombaan tersebut, penilaian dilakukan oleh tim juri dari Politeknik Pariwisata, BPOM NTB, dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). Aspek penilaian meliputi kualitas kuliner, keamanan pangan, keseimbangan kandungan gizi, serta kreativitas penyajian.
Berikut hasil Lomba Cipta Menu MBG dalam empat kategori:
Kategori Daging Sapi
1. SPPG Presak 1 DS 04
2. SPPG DS 03 Bujak 3
3. SPPG Labulia 03 DS 12
Kategori Daging Ayam
1. SPPG DA 37 Sukaraja 1
2. SPPG DA 27 Penujak 1
3. SPPG Jelantik DA 11
Kategori Ikan
1. SPPG Montong Gamang DI 16
2. SPPG Pandan Indah DI 30
3. SPPG Mangkung 1 DI 27
Kategori Telur
1. SPPG Gonder TL 26
2. SPPG Renteng 2 TL 24
3. SPPG Batunyala TL 30
Melalui lomba tersebut, Pemkab Lombok Tengah berharap kreativitas dan inovasi SPPG terus berkembang dalam menghadirkan menu MBG yang sehat, aman, lezat, dan terjangkau.
Momentum HUT ke-81 Lombok Tengah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu memberdayakan potensi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

















