Ketikjari.com – Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP., bersama Wakil Bupati Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah H. Lalu Firman Wijaya, ST., MT., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung memantau pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (29/10/2026).
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemungutan suara berjalan lancar, aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menjamin masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebanyak 87 desa di Kabupaten Lombok Tengah menggelar Pilkades serentak pada 2026. Dalam kontestasi demokrasi tingkat desa tersebut, sebanyak 334 calon kepala desa bersaing memperebutkan kepercayaan masyarakat melalui 1.014 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di desa-desa penyelenggara.
Untuk mengoptimalkan pengawasan di lapangan, Bupati, Wakil Bupati, dan unsur Forkopimda dibagi menjadi dua tim guna meninjau sejumlah lokasi pelaksanaan pemungutan suara. Sementara itu, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) bersama staf melakukan pemantauan sesuai wilayah binaan masing-masing yang mencakup 12 kecamatan di Lombok Tengah.
Pembagian tim tersebut bertujuan agar pemantauan berjalan efektif dan menjangkau berbagai wilayah penyelenggara Pilkades. Langkah ini sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan panitia penyelenggara.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan memantau kesiapan tempat pemungutan suara, kelancaran proses pemungutan suara, serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Kehadiran jajaran pemerintah daerah bersama Forkopimda juga menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh tahapan Pilkades berlangsung sesuai ketentuan.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap pelaksanaan Pilkades serentak berjalan demokratis dan menghasilkan kepala desa yang mampu mengemban amanah masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pembangunan di wilayah masing-masing.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga persatuan dan kerukunan, menghormati perbedaan pilihan, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.

















