Ketikjari.com – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat komitmen terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui penerapan sistem pengurangan sampah makanan (food waste) pada ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Upaya tersebut menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular dalam penyelenggaraan event internasional yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan data ITDC, selama tiga hari penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, sebanyak 47.462 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dan dikelola. Dari jumlah tersebut, 51 persen merupakan sampah organik dan 49 persen sampah anorganik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menariknya, hanya 8 persen sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA). Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan penyelenggaraan tahun 2025 yang mencapai 14 persen.
Tak hanya itu, secara keseluruhan jumlah sampah yang dihasilkan juga berhasil ditekan sebesar 15 persen. Penurunan tersebut mencakup sampah anorganik non-daur ulang sebesar 31 persen dan sampah organik sebesar 19 persen.
Salah satu langkah strategis yang diterapkan ITDC yakni melalui program food surplus management atau pengelolaan makanan berlebih selama event berlangsung.
Makanan yang masih layak konsumsi didistribusikan melalui sistem takeaway. Sementara sisa makanan yang tidak layak konsumsi diolah menggunakan metode Black Soldier Fly (BSF) atau maggot untuk dimanfaatkan menjadi kompos.
Program tersebut juga melibatkan komunitas bank sampah dari desa-desa penyangga kawasan The Mandalika. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular yang tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga masyarakat sekitar.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan pengelolaan sampah menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan penyelenggaraan event internasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Menurutnya, penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi momentum untuk semakin memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia yang menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan.
“Meskipun jumlah pengunjung tahun ini meningkat, kami berhasil menekan jumlah sampah yang dihasilkan per pengunjung. Capaian ini merupakan hasil dari pengelolaan sampah yang semakin terarah serta kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat di sekitar kawasan,” ujar Troy dalam siaran pers ITDC, Jumat (6/11/2026).
Capaian tersebut semakin signifikan mengingat jumlah pengunjung MotoGP Mandalika 2026 mencapai 157.875 orang atau meningkat 12,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di tengah meningkatnya jumlah pengunjung, rasio timbulan sampah berhasil ditekan menjadi 0,3 kilogram per pengunjung, dibandingkan 0,4 kilogram per pengunjung pada penyelenggaraan tahun 2025.
Ke depan, ITDC akan terus mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular melalui peningkatan pemilahan berdasarkan jenis, pemanfaatan sampah bernilai ekonomi, serta memperkuat kolaborasi dengan mitra pengelola sampah dan masyarakat sekitar.

















