Ketikjari.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) terus mendorong pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal. Salah satunya melalui penyelenggaraan Muslim Fashion Festival 2026 bertema “Asmaranala Wastra Mandalika” yang digelar di kawasan Car Free Night Kota Praya, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Lombok Tengah tersebut menjadi panggung bagi para desainer untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam mengolah kain tenun tradisional menjadi busana muslim modern, elegan, sekaligus tetap mempertahankan identitas budaya daerah.
Festival tersebut dihadiri Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP., Sekretaris Daerah H. Lalu Firman Wijaya, S.T., M.T., Ketua Dekranasda Provinsi NTB Hj. Sinta M. Iqbal, serta Ketua Dekranasda Kabupaten Lombok Tengah Hj. Baiq Nurul Aini Pathul Bahri. Turut hadir jajaran Forkopimda, staf ahli, asisten Sekda, dan kepala OPD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Dekranasda Kabupaten Lombok Tengah, Hj. Baiq Nurul Aini Pathul Bahri, menyampaikan bahwa Muslim Fashion Festival bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan, pengembangan kreativitas, sekaligus membuka peluang lahirnya desainer-desainer lokal yang mampu bersaing di tingkat lebih luas.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini menghadirkan kategori lomba desain yang sebelumnya belum pernah dilaksanakan. Antusiasme peserta juga cukup tinggi. Dari 36 peserta yang mengikuti tahap awal, sebanyak 20 desainer berhasil melaju ke babak berikutnya.
Peserta berasal dari berbagai kabupaten dan kota di NTB, di antaranya Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Kota Mataram, Kabupaten Bima, dan Dompu.
Ia berharap festival tersebut dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor industri kreatif, khususnya para penjahit agar terus mengembangkan keterampilan dan kompetensinya sehingga mampu bertransformasi menjadi desainer busana profesional.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, H. Lalu Firman Wijaya, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Muslim Fashion Festival 2026. Terlebih, kegiatan tersebut turut melibatkan generasi muda, termasuk siswa-siswi SMK dan peserta pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Lombok Tengah.
Menurutnya, kain tenun tradisional Lombok Tengah memiliki potensi ekonomi yang besar apabila terus dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi. Wastra lokal tidak hanya dapat digunakan sebagai kain atau bagian dari pakaian adat, tetapi juga bisa diolah menjadi berbagai produk fashion modern yang memiliki nilai jual tinggi.
“Sebagai kabupaten yang menempatkan pariwisata sebagai salah satu sektor andalan, kegiatan seperti ini perlu dilanjutkan dan dijadikan agenda tahunan karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sebagai pendukung pariwisata,” ujarnya.
Sekda juga berharap penyelenggaraan festival pada tahun mendatang dapat melibatkan lebih banyak peserta serta menghadirkan juri profesional yang memiliki reputasi di tingkat nasional.
Dengan demikian, para pemenang maupun finalis tidak hanya memperoleh penghargaan, tetapi juga kesempatan lebih luas untuk mengembangkan bakat, memperkenalkan karya, hingga menjadikannya sebagai peluang usaha yang memberikan dampak ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda turut menyampaikan bahwa Galeri Dekranasda Kabupaten Lombok Tengah telah tersedia di kawasan Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Lombok Tengah.
Keberadaan galeri tersebut diharapkan menjadi ruang promosi sekaligus transaksi produk kerajinan lokal, sehingga mampu memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk para perajin serta pelaku UMKM daerah.
Selain kompetisi desain, Muslim Fashion Festival 2026 juga dirangkaikan dengan peragaan busana yang menampilkan karya peserta dari berbagai daerah di NTB. Peragaan tersebut menjadi ruang apresiasi bagi para desainer sekaligus memperkenalkan kekayaan wastra Mandalika kepada masyarakat luas.

















