Perubahan Regulasi Teknik Pertamina Mandalika Racing Series 2025: Penyesuaian Bobot, RPM, dan Spesifikasi Teknis

- Kontributor

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 11:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com – Ajang Mandalika Racing Series (MRS) 2025 menjadi salah satu kejuaraan balap motor paling bergengsi di Indonesia. Demi menjaga keselamatan, keadilan, dan meningkatkan kualitas kompetisi, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat resmi mengeluarkan Adendum No. 2/TEKNIK MRS/ADM-AMD/VIII/2025 pada 4 Agustus 2025.

Dalam konteks event ini, adendum adalah dokumen tertulis yang berisi perubahan atau penambahan dari Peraturan Teknik Mandalika Racing Series yang telah ditetapkan sebelumnya.

Adendum ini memuat sejumlah penyesuaian teknis yang berlaku pada beberapa kelas utama, meliputi pengaturan berat minimum, batas putaran mesin (RPM), serta ukuran komponen intake (lubang asupan udara untuk sebuah mesin) dan exhaust (knalpot).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tujuannya adalah menyeimbangkan performa antar merek, memastikan persaingan tetap fair, dan mencegah dominasi berlebihan akibat keunggulan teknis tertentu.

Kelas Underbone 150cc U-25
Pada kelas Underbone 150cc U-25, bobot minimum motor yang telah terisi bahan bakar beserta pembalapnya kini ditetapkan sebesar 168 kilogram untuk semua merek. Penyeragaman bobot ini menghapus perbedaan beban antara pabrikan, sehingga keterampilan pembalap dan kemampuan tim dalam melakukan penyetelan motor menjadi faktor penentu utama kemenangan.

Kelas Kejurnas Sport 155cc
Untuk kelas Kejurnas Sport 155cc, IMI menetapkan pengaturan yang berbeda antara pabrikan. Honda memiliki batas putaran mesin maksimum sebesar 14.200 RPM dengan bobot minimum 172 kilogram. Suzuki memperoleh batas RPM yang sama, yaitu 14.200 RPM, juga dengan bobot minimum 172 kilogram.

Baca Juga :  Sekda Lalu Firman : Sosialiasasi Gempur Rokok Ilegal Sangat Penting

Sementara itu, Yamaha mendapat batas RPM lebih rendah, yakni 13.800 RPM, dengan bobot minimum sedikit lebih berat, yaitu 173 kilogram. Perbedaan ini mencerminkan penyesuaian performa, sehingga kecepatan puncak dan akselerasi masing-masing merek dapat tetap seimbang di lintasan.

Kelas Kejurnas Junior Sport 150cc U-15
Kelas Junior Sport 150cc U-15 ditujukan khusus untuk pembalap berusia di bawah 15 tahun dan dilengkapi dengan pengaturan teknis yang ketat.

Untuk Honda, bobot minimum ditetapkan 160 kilogram, dengan diameter intake (lubang asupan udara untuk sebuah mesin) 26,10 mm ±0,5 mm dan diameter exhaust 25,60 mm ±0,3 mm sesuai standar pabrik. Suzuki memiliki bobot minimum yang sama, 160 kilogram, namun dengan diameter intake yang lebih besar, yaitu 32,21 mm ±0,5 mm, dan diameter exhaust 27,60 mm ±0,3 mm.

Sementara itu, Yamaha dibebankan bobot minimum lebih tinggi, 165 kilogram, dengan ukuran intake berbentuk persegi panjang berukuran lebar 33,30 mm ±0,5 mm dan tinggi 24,05 mm ±0,5 mm, serta diameter exhaust sebesar 23,65 mm ±0,3 mm.

Pengaturan detail ini dirancang untuk menjaga kesetaraan daya mesin, mengingat adanya perbedaan karakteristik antar pabrikan.

Kelas Kejurnas Sport 250cc
Pada kelas Sport 250cc, batas RPM dan bobot minimum dibedakan berdasarkan konfigurasi mesin dan merek. Honda memiliki batas RPM maksimum 14.500 RPM dengan bobot minimum 202 kilogram. Kawasaki yang menggunakan mesin empat silinder mendapat batas RPM lebih tinggi, 16.000 RPM, namun diimbangi dengan bobot minimum yang jauh lebih berat, yaitu 225 kilogram.

Baca Juga :  Mahasiswa Poltekpar Lombok Terima Beasiswa Praktisi dari Mitra Industri

Sedangkan Yamaha dibatasi pada RPM maksimum 12.200 RPM dengan bobot minimum 208 kilogram. Penyesuaian ini memperhitungkan potensi tenaga yang dihasilkan oleh konfigurasi mesin, sehingga performa di lintasan tetap kompetitif tanpa ada satu pabrikan yang terlalu dominan.

Makna Strategis Perubahan Regulasi
Perubahan yang tertuang dalam adendum ini bukan sekadar pembaruan administratif, melainkan memiliki pengaruh langsung terhadap strategi setiap tim. Dalam hal setup motor, penyesuaian bobot dan batas RPM memaksa mekanik untuk menyetel suspensi, final gear, dan manajemen bahan bakar secara presisi.

Dari sisi manajemen pembalap, khususnya di kelas junior, pembatasan dimensi intake dan exhaust membuat keterampilan mengendarai menjadi faktor yang lebih menentukan daripada sekadar keunggulan mesin. Sementara itu, dalam persaingan antar merek, pabrikan tidak lagi dapat mengandalkan spesifikasi mesin bawaan, melainkan harus mengoptimalkan setting agar sesuai dengan batas regulasi.

Dengan diberlakukannya Adendum No. 2, Mandalika Racing Series 2025 menegaskan kembali komitmennya pada kesetaraan kompetitif, keselamatan, dan sportivitas. Regulasi ini diharapkan dapat menciptakan balapan yang semakin seru, menegangkan, dan tidak terprediksi, di mana kemampuan pembalap, kecerdikan strategi tim, dan penguasaan teknis menjadi penentu utama di garis finish. (MGPA)

Berita Terkait

Accor Run for Hope 2026 Sukses Digelar di Nusa Dua, Dukung Pendidikan Anak Kurang Mampu di Bedugul
Trafik Penumpang dan Pesawat di BIZAM Meningkat Selama Long Weekend
Poltekpar Lombok dan Asdep HALI Perkuat Sinergi Kerja Sama Internasional
Semangat Berbagi Iduladha, Poltekpar Lombok Gelar Qurban Bersama dan Perkuat Nilai Kepedulian Sosial
SMM PPL 2026 Resmi Dibuka, Poltekpar Lombok Siapkan Generasi Pariwisata Siap Kerja dan Mendunia
Rapat Pleno PWI NTB Bahas Kesiapan Porwarda 2026,UKW Gratis, dan Kemandirian Ekonomi Lewat Koperasi
ITDC Raih Penghargaan Tertinggi “Sapphire” di IRCA 2026
ITDC Umumkan Perubahan Jajaran Komisaris dan Direksi MGPA Nusantara Jaya

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:24

Momentum Iduladha 1447 H,PDAM Lombok Tengah Tebar Kebahagiaan lewat 6 Sapi Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:12

Idul Adha 1447 H,ITDC dan Stakeholder Kawasan Salurkan 29 Hewan Kurban* 

Senin, 25 Mei 2026 - 04:51

ITDC Tebar Kepedulian di Idul Adha,21 Hewan Kurban Disalurkan untuk Masyarakat The Mandalika

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:21

Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga,Pemkab Lombok Tengah Jaga Stabilitas Harga Jelang Hari Besar Keagamaan

Jumat, 17 April 2026 - 03:01

ITDC Salurkan Hasil Lelang Amal MotoGP 2025 untuk Pencegahan Stunting di Desa Rembitan

Kamis, 9 April 2026 - 02:11

Poltekpar Lombok–Bank NTB Resmi Berkolaborasi, Hadirkan Dukungan Beasiswa

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:47

Bupati Lombok Tengah Hadiri Penyerahan LKPD Unaudited 2025 se-NTB,Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:03

Wabup Nursiah Pimpin Intervensi Terpadu,Anak Penderita Hidrosefalus

Berita Terbaru