Ketikjari.com – itdc. kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan tertinggi “Sapphire” pada ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026 yang digelar hukumonline. di Le Meridien Hotel Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen ITDC dalam memperkuat tata kelola perusahaan, pengendalian risiko, dan kepatuhan hukum sebagai fondasi pengembangan bisnis yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan.
Penilaian dilakukan berdasarkan implementasi kepatuhan perusahaan dengan mempertimbangkan kompleksitas bisnis dan regulasi yang dihadapi. Aspek yang dinilai meliputi tata kelola perusahaan, mitigasi risiko, sistem pengendalian internal, hingga konsistensi penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional bisnis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan penghargaan ini merupakan hasil kerja seluruh insan ITDC dalam menjaga integritas proses bisnis dan memperkuat fondasi tata kelola perusahaan.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya seluruh insan ITDC dalam menjaga integritas proses bisnis dan memperkuat fondasi tata kelola perusahaan. Kami percaya tata kelola yang kuat tidak hanya membangun kepercayaan para pemangku kepentingan, tetapi juga menjadi elemen penting dalam memastikan keberlangsungan pengembangan destinasi pariwisata kelas dunia,” ujarnya.
Sebagai bagian dari injourney. ITDC terus memperkuat kualitas pengelolaan perusahaan melalui penguatan sistem pengendalian internal, pengelolaan risiko terintegrasi, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan destinasi pariwisata kelas dunia, yakni The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori yang dikembangkan dengan mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan manfaat sosial bagi masyarakat.
Menurut Ahmad Fajar, di tengah pertumbuhan sektor pariwisata yang semakin dinamis, destinasi wisata harus dikelola secara bertanggung jawab dengan menjaga keseimbangan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola yang baik.
“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi ITDC untuk terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang adaptif, transparan, dan berorientasi jangka panjang dalam setiap proses bisnis dan pengelolaan kawasan,” tutupnya.





















