ITDC Raih Tiga Penghargaan TOP GRC Awards 2026, Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko

- Kontributor

Kamis, 10 September 2026 - 08:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com  – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali meraih apresiasi atas komitmennya dalam memperkuat tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan sebagai bagian dari transformasi bisnis perusahaan.

Dalam ajang TOP GRC Awards 2026 yang digelar di Ballroom 5 Hotel Raffles Jakarta, Rabu (9/9/2026), ITDC berhasil memboyong tiga penghargaan sekaligus.

Ketiga penghargaan tersebut yakni TOP GRC Awards 2026 – #4 Star, The High Performing Board of Commissioners on GRC 2026, serta The Most Committed GRC Leader 2026 yang diberikan kepada Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penghargaan tersebut diterima oleh Komisaris Independen ITDC, Ekos Albar, yang hadir mewakili perusahaan.

Capaian ini menjadi bentuk apresiasi terhadap langkah ITDC dalam membangun penerapan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) yang semakin terintegrasi dengan strategi, proses bisnis, pengawasan, hingga pengambilan keputusan perusahaan.

Komisaris Independen ITDC, Ekos Albar, mengatakan penguatan GRC membutuhkan komitmen bersama antara Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh insan perusahaan.

Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan. GRC tidak boleh berhenti sebagai sistem pengawasan dan kepatuhan, tetapi harus menjadi budaya yang melekat dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan,” ujar Ekos Albar.

Menurutnya, Dewan Komisaris akan terus mendorong penguatan fungsi pengawasan dan manajemen risiko agar ITDC dapat menjalankan perannya sebagai master developer dan asset manager secara prudent, adaptif, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Upaya Indonesia Bertutur 2024 Tingkatkan Atensi Anak Muda akan Seni dan Budaya Lewat Rangkaian Program di Peninsula Island, Nusa Dua

GRC Tak Sekadar Compliance

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan meningkatnya skala dan kompleksitas bisnis perusahaan menuntut GRC tidak hanya ditempatkan sebagai mekanisme pengendalian, tetapi juga menjadi bagian dari business judgement dalam setiap keputusan strategis.

Saat ini ITDC mengembangkan dan mengelola tiga kawasan pariwisata dengan karakteristik berbeda, yakni The Nusa Dua di Bali, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat, dan The Golo Mori di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Sebagai master developer dan asset manager, ITDC tidak hanya bertanggung jawab mengembangkan kawasan dan infrastruktur, tetapi juga mengelola aset serta membangun ekosistem bisnis dan pariwisata di dalamnya.

Bagi ITDC, GRC bukan sekadar compliance. GRC adalah fondasi dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat, melindungi perusahaan dari risiko, sekaligus membantu kita melihat peluang dan menciptakan nilai,” kata Ahmad Fajar.

Ia menegaskan, GRC harus hadir sejak strategi dirumuskan, risiko diidentifikasi, keputusan dibuat, hingga implementasi dan kinerja perusahaan dievaluasi.

Penerapan tersebut diwujudkan melalui Integrated GRC, antara lain dengan menerapkan RKAP berbasis risiko, Risk Appetite Statement, Rapat Direksi dan Forum Manajemen Risiko, serta memperkuat fungsi komite yang mendukung pengawasan dan pengendalian perusahaan.

Baca Juga :  Intensitas Event Meningkat, KEK Mandalika Masuki Fase Pengembangan Baru

Bangun Budaya GRC dari Pimpinan

Ahmad Fajar menilai keberhasilan penerapan GRC pada akhirnya sangat bergantung pada tone from the top, keteladanan pimpinan, serta konsistensi perusahaan dalam membangun awareness dan pembelajaran di lingkungan organisasi.

Menurutnya, GRC tidak cukup hanya dituangkan dalam kebijakan, prosedur maupun forum pengawasan. Prinsip tersebut harus menjadi bagian dari cara perusahaan menentukan prioritas, menilai risiko dan peluang, serta mengambil keputusan bisnis.

“Penghargaan bukan tujuan akhirnya. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membangun sistem GRC yang kuat dan berkelanjutan, sehingga GRC menjadi budaya dan tetap bekerja dalam setiap proses pengambilan keputusan perusahaan. Itulah legacy yang ingin kita bangun,” tegasnya.

Bagi ITDC, keberhasilan penerapan GRC tidak semata-mata diukur dari tingkat kepatuhan terhadap prosedur. Lebih dari itu, GRC diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik, meningkatkan kinerja dan efisiensi, melindungi aset, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya ITDC menjadikan GRC sebagai enabler bagi pertumbuhan bisnis yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan.

Prinsip tersebut dirangkum ITDC melalui pendekatan:

Protect Value. Create Value. Sustain Value.

Yakni melindungi nilai perusahaan melalui tata kelola dan pengelolaan risiko yang baik, menciptakan peluang dan kinerja baru melalui keputusan bisnis yang berkualitas, serta memastikan nilai tersebut terus tumbuh dan dipertahankan secara berkelanjutan.

Berita Terkait

ITDC Hadirkan Camping Ground Pertama untuk Penonton MotoGP Mandalika 2026
Nyemulak Jadi Awal Kebangkitan Sade,Rekonstruksi Rumah Adat Dimulai
Bupati Pathul Hadiri Nyemulak Tandai Awal Kebangkitan Kampung Adat Sade
Dapur Umum Poltekpar Lombok Tetap Siaga Layani Warga Terdampak Kebakaran Sade
Poltekpar Lombok Jadi Tuan Rumah Rakor Penanganan Dampak Kebakaran Desa Adat Sade
Didatangi Menteri Pariwisata RI, Warga Dusun Adat Sade Sampaikan Aspirasi
Poltekpar Lombok Terjunkan Mahasiswa dan Dosen Bantu Dapur Umum Sade
Poltekpar Lombok Peduli Sade,Hadir di Tengah Pemulihan Pascakebakaran

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 09:36

Perubahan APBD 2026, Pendapatan Lombok Tengah Naik Rp128,29 Miliar dan Belanja Tembus Rp2,78 Triliun

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:07

DPRD Lombok Tengah Sepakati Arah Kebijakan APBD 2027 dan Perubahan APBD 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:28

Banggar Minta Tambahan Waktu Bahas KUA-PPAS 2027, DPRD Lombok Tengah Fokus Kawal Arah Anggaran Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:00

Jelang Paripurna, Banggar DPRD Lombok Tengah Tuntaskan Pembahasan APBD 2027

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:12

Komisi IV DPRD Lombok Tengah Bedah KUA-PPAS 2027, Fokus Tingkatkan Layanan Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:50

Komisi I DPRD Bahas KUA-PPAS APBD 2027 Bersama OPD

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:00

DPRD dan Pemkab Lombok Tengah Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025,Perkuat Komitmen Tata Kelola Keuangan Daerah

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:42

DPRD Lombok Tengah Gelar Paripurna Jawaban Kepala Daerah atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Berita Terbaru