Ketikjari.com– Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, turun langsung meninjau persiapan para pembalap perempuan yang akan tampil dalam ajang Krida Agya Kartini Race 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan saat para pembalap menjalani sesi latihan simulator di The Paddock by Racelab Sim Racing, Jumat (17/4/2026).
Ajang Krida Agya Kartini Race 2026 akan digelar pada 1–3 Mei 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit. Balapan ini menjadi bagian dari rangkaian GT World Challenge Asia dalam event Mandalika Festival of Speed 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungannya, Priandhi menyaksikan langsung latihan sejumlah pembalap perempuan Indonesia, di antaranya Alexandra Asmasoebrata, Alinka Hardianti, dan Clio Tjonadi yang tengah mematangkan persiapan menjelang balapan.
Alexandra Asmasoebrata, yang akrab disapa Achie, dikenal sebagai salah satu pionir pembalap perempuan Indonesia. Ia menjadi perempuan Indonesia pertama yang tampil di ajang balap kategori formula serta pernah berkompetisi di Formula Renault Asia. Saat ini, Achie juga aktif sebagai Ketua Women in Motorsport di bawah Ikatan Motor Indonesia (IMI).
Sementara itu, Alinka Hardianti dikenal sebagai pembalap multitalenta yang sukses di berbagai disiplin balap seperti slalom, drifting, hingga touring car. Ia merupakan bagian dari Toyota Gazoo Racing Indonesia dan baru saja meraih kemenangan pada ajang Asia Auto Gymkhana Championship 2025.
Adapun Clio Tjonadi memiliki pengalaman kuat di dunia karting sejak usia muda. Ia pernah mengikuti berbagai kompetisi internasional seperti Rotax Max Challenge Asia serta program CIK‑FIA Karting Academy, bahkan sempat meraih posisi runner-up di level Asia.
Menurut Priandhi Satria, latihan simulator menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesiapan teknis para pembalap sebelum turun langsung ke lintasan.
“Latihan ini fokus pada pengenalan karakter sirkuit dan kendaraan. Mereka menghafalkan tikungan dan memahami perilaku mobil sehingga saat balapan nanti sudah lebih siap secara teknis,” ujar Priandhi.
Dalam simulasi tersebut, para pembalap menggunakan replika lintasan Pertamina Mandalika International Circuit dengan kendaraan Toyota Agya, mobil yang akan digunakan dalam balapan nanti.
Priandhi menjelaskan bahwa Krida Agya Kartini Race 2026 merupakan balapan one make race khusus pembalap perempuan, dengan spesifikasi mobil yang sama bagi seluruh peserta.
“Dengan spesifikasi mobil yang sama, faktor pembeda ada pada kemampuan dan strategi pembalap. Ini menjadikan balapan lebih kompetitif sekaligus adil,” jelasnya.
Ajang ini digelar untuk memperingati semangat emansipasi perempuan dalam rangka Hari Kartini, sekaligus mendorong keterlibatan perempuan di dunia motorsport Indonesia.
Event ini juga mendapat dukungan dari PT Krida Dynamic Autonusa serta menjadi bagian dari program Women in Motorsport di bawah Ikatan Motor Indonesia.
Priandhi pun mengajak masyarakat untuk datang langsung menyaksikan balapan tersebut di Mandalika.
“Keseruannya tentu akan jauh lebih terasa jika disaksikan langsung di sirkuit. Jadi pastikan hadir di Mandalika pada 1–3 Mei 2026,” katanya.
Senada dengan itu, Chairman Krida Agya Kartini Race, Fitri Hartini, juga mengajak masyarakat khususnya perempuan pecinta otomotif untuk menyaksikan ajang tersebut.
“Jadilah bagian dari Krida Agya Kartini Race di Pertamina Mandalika International Circuit dan saksikan srikandi-srikandi balap Indonesia beradu cepat menaklukkan lintasan Mandalika,” ujarnya.





















