Ketikjari.com – Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) resmi membuka Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi yang akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
Posko ini dibentuk untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan serta pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan udara selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Pembukaan posko ditandai dengan apel bersama pada Jumat (13/3) pukul 09.00 WITA di area Pick Up Zone BIZAM. Apel tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan bandara, di antaranya Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Basarnas, BMKG, Perum LPPNPI, Bea Cukai, Imigrasi, Badan Karantina Indonesia, Balai Kekarantinaan Kesehatan, maskapai penerbangan, ground handling, serta komunitas bandara lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian mengatakan, pembentukan posko ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor IR-DJPU 01 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara Lebaran Tahun 2026.
“Melalui Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran ini, kami melakukan pemantauan operasional bandara secara intensif serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan kelancaran operasional selama periode angkutan Lebaran,” ujarnya.
Ia menegaskan, dalam pelaksanaan operasional selama masa Lebaran, BIZAM tetap mengedepankan prinsip 3S + 1C, yakni Safety, Security, Service, dan Compliance guna menjaga keselamatan, keamanan, serta kenyamanan seluruh pengguna jasa bandara.
Berdasarkan data operasional pada periode posko Lebaran tahun sebelumnya, BIZAM mencatat sebanyak 1.134 pergerakan pesawat, 130.883 penumpang, serta 660 ton kargo.
Sementara pada Angkutan Udara Lebaran 2026, BIZAM memproyeksikan adanya peningkatan trafik. Pergerakan pesawat diperkirakan mencapai 1.454 pergerakan atau meningkat 28,2 persen, jumlah penumpang mencapai 136.255 orang atau meningkat 4,1 persen, serta pergerakan kargo mencapai 702 ton atau meningkat 6,4 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Adapun puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-4 Lebaran atau Selasa, 17 Maret 2026, dengan proyeksi jumlah penumpang mencapai sekitar 9.096 orang. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada H+7 Lebaran atau Minggu, 29 Maret 2026, dengan jumlah penumpang sekitar 9.808 orang.
Manajemen BIZAM bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memastikan seluruh rangkaian operasional selama periode angkutan Lebaran berjalan lancar, aman, dan tertib. Selain itu, pelayanan optimal diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan udara yang nyaman bagi seluruh pengguna jasa bandara.
Dengan sinergi seluruh stakeholder, pelaksanaan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 diharapkan dapat berjalan optimal sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan melalui Bandara Lombok.


























