Ketikjari.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kolaborasi Pengembangan Pariwisata Mandalika yang digelar pada Rabu (4/2/2026).
Rakor ini menegaskan keseriusan Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, ITDC, Polri, serta seluruh asosiasi dan pemangku kepentingan pariwisata dalam memajukan Mandalika sebagai destinasi unggulan nasional dan internasional.
Rakor kolaborasi tersebut dihadiri Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi NTB Lalu Moh. Faozal, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya, Direktur Utama InJourney Maya Watono, serta jajaran manajemen anak perusahaan InJourney yang beroperasi di kawasan Mandalika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur NTB menegaskan bahwa rakor ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor. Ia menyebut pertemuan ini sebagai rakor kolaborasi pertama yang secara khusus mempertemukan seluruh pemangku kepentingan utama pengembangan Mandalika
.”Ini adalah pertemuan koordinasi seperti ini yang pertama kita lakukan. Ini menunjukkan komitmen kita untuk berkolaborasi dengan lebih baik demi kemajuan pariwisata NTB ke depan,” tegas Gubernur.
Dalam rakor tersebut, pemerintah provinsi dan kabupaten bersama ITDC serta para pelaku pariwisata memetakan berbagai isu strategis di kawasan Mandalika. Isu yang dibahas meliputi konektivitas, ketersediaan akomodasi dan hotel, penyelenggaraan event MotoGP, persoalan lahan, hingga sejumlah isu teknis lainnya. Seluruh persoalan tersebut selanjutnya akan dibahas secara lebih mendalam oleh tim teknis untuk ditangani secara bertahap dan terukur.
Gubernur juga menekankan keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Menurutnya, persiapan yang dilakukan jauh hari menjadi bukti komitmen untuk menjadikan MotoGP sebagai event internasional berkelas.
“Termasuk tadi kita membahas persiapan MotoGP. MotoGP masih Oktober, masih delapan bulan lagi, tapi kita sudah mulai membahas dari sekarang karena kita serius ingin menjadikan MotoGP ini benar-benar event berkelas internasional. Bukan hanya sukses secara kuantitas, tetapi juga sukses secara kualitas,” ujarnya
Sementara itu, Direktur Utama InJourney Maya Watono mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi NTB yang menggagas rakor kolaborasi tersebut. Ia berharap forum koordinasi seperti ini dapat dilakukan secara rutin guna memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.
“Kami memiliki akuntabilitas dalam pengembangan destinasi, mulai dari bandara, ITDC sebagai anak perusahaan InJourney, hingga MGPA sebagai pengelola sirkuit. Seluruh lini bisnis aviasi dan pariwisata ini harus bersinergi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten. Banyak isu yang memang harus diselesaikan bersama, dan kami berkomitmen memberikan yang terbaik untuk NTB,” tegas Maya.
Menurutnya, penyelenggaraan event internasional seperti MotoGP merupakan katalis penting dalam pengembangan destinasi pariwisata. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, event kelas dunia juga berpotensi menarik minat investor untuk berinvestasi di daerah.
Di sisi lain, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri membenarkan bahwa rakor kolaborasi tersebut membahas banyak isu strategis. Ia menyampaikan bahwa setiap kelompok kerja (pokja) akan segera mengurai dan menindaklanjuti permasalahan sesuai bidang masing-masing agar dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.
Bupati juga berharap dukungan media dalam menyebarluaskan informasi positif terkait pembangunan pariwisata di NTB. Menurutnya, pemberitaan yang konstruktif akan membantu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mendorong minat kunjungan wisatawan ke Mandalika dan NTB secara umum.

























