Menuju Indonesia Emas 2045, Prof. Kadri Tekankan Perkuat Nilai Pancasila

- Kontributor

Minggu, 18 Mei 2025 - 18:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com – Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Prof. Dr. Kadri, menegaskan bahwa Pancasila memegang peran sentral sebagai pemersatu bangsa dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

Dalam pandangannya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan fondasi utama yang harus tetap dijaga dan diinternalisasi dalam setiap aspek pembangunan bangsa.

“Di tengah masifnya perkembangan teknologi dan sosial, kontribusi generasi muda menjadi kunci utama. Tapi pembangunan ini harus tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila,” ujarnya saat ditemui di kampus UIN Mataram, Jumat (16/5/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof Kadri menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai spiritual dan religiusitas dalam setiap langkah pembangunan menuju Indonesia Emas. Menurutnya, kemajuan ekonomi tidak boleh mengorbankan karakter, etika, dan nilai-nilai keagamaan masyarakat.

“Kita bisa saja maju secara ekonomi, tapi jangan sampai spiritualitas dan karakter bangsa kita melenceng dari nilai agama. Agama apapun, baik Islam, Hindu, Kristen, dan lainnya, harus tetap menjadi ruh dari pembangunan nasional,” katanya.

Baca Juga :  BIZAM Kawal Kepulangan 15 Kloter Jemaah Haji NTB Hingga 21 Juni 2026

Ia mengingatkan bahwa sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan hanya simbol, melainkan fondasi moral yang harus terus mewarnai setiap kebijakan dan tindakan masyarakat.

Lebih lanjut, Prof. Kadri menyoroti pentingnya nilai kemanusiaan yang adil dan beradab sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa Indonesia Emas tidak boleh hanya dirasakan oleh segelintir kalangan.

“Kita harus pastikan bahwa kemajuan ini dinikmati semua lapisan masyarakat. Jangan sampai ada yang tertinggal, masih terjebak dalam kemiskinan atau mengalami penindasan secara ekonomi,” tegasnya.

Bagi Prof. Kadri, kemajuan Indonesia pada 2045 akan kehilangan makna jika nilai kemanusiaan tidak ditegakkan.

“Keadilan sosial dan penghormatan atas hak asasi harus menjadi prinsip utama, baik dalam relasi internal antarkelompok masyarakat, maupun secara eksternal dalam hubungan antarbangsa,” lanjutnya.

Dalam paparannya, Prof. Kadri juga menggarisbawahi pentingnya menjaga nilai persatuan untuk mencapai cita-cita besar bangsa. Menurutnya, tanpa kebersamaan dan harmonisasi sosial, Indonesia Emas hanya akan menjadi mimpi kosong.

“Kalau bangsa ini tercerai-berai, terjebak dalam konflik dan kehilangan semangat persatuan, saya rasa mustahil kita bisa mewujudkan visi Indonesia Emas,” katanya dengan nada serius.

Baca Juga :  Pertamina Mandalika International Circuit Siap Sambut GT World Challenge Asia 2025

Tak hanya itu, demokrasi juga menjadi salah satu pilar penting yang harus ditegakkan. Ia menilai bahwa demokrasi yang sehat dan partisipatif akan menjadi jaminan stabilitas politik dan sosial yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Demokrasi bukan hanya tentang pemilu, tapi bagaimana proses politik berjalan partisipatif dan mendidik. Pendidikan politik harus semakin baik. Jika ada proses demokrasi yang dicederai, pasti akan ada kelompok yang resisten,” ujarnya.

Sebagai penutup, Prof. Kadri menyebut bahwa butir sila kelima ‘keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’ merupakan nilai puncak dari akumulasi empat sila sebelumnya.

Menurutnya, hanya dengan pemerataan kesejahteraan dan keadilan yang merata, Indonesia benar-benar dapat disebut sebagai negara maju pada 2045.

“Keadilan sosial hanya bisa terwujud jika seluruh nilai Pancasila ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan demokrasi dijalankan secara utuh dan konsisten. Indonesia Emas bukan hanya tentang GDP (pertumbuhan ekonomi) tinggi, tapi tentang seberapa merata kemakmuran dirasakan oleh rakyatnya,” tutupnya.

Berita Terkait

Kapolresta Loteng Motivasi Pelajar SMAN 4 Praya, Ajak Jauhi Narkoba dan Bullying
Poltekpar Lombok Raih Dua Sertifikasi ISO, Perkuat Standar Mutu Pendidikan Pariwisata
ITDC Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 17 Anak Yatim Piatu di Desa Pengulon
Liga Sinova 2026 Apresiasi Inovasi Masyarakat,Bupati Pathul Dorong Gagasan Baru untuk Lombok Tengah
Lombok Tengah Perkuat PPID,Masyarakat Didorong Lebih Mudah Akses Informasi Pemerintah
Sekda Tegaskan Seleksi Anugerah ASN Tastura 2026 Independen, 25 ASN Lolos 5 Besar
PWI NTB Gelar OKK Perdana, 120 Wartawan Ikuti Penguatan Organisasi
17 Kafilah Terbaik Lombok Tengah Dilepas Menuju MTQ Nasional XXXI, Bawa Misi Harumkan NTB

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:47

Bupati Lombok Tengah Pimpin Apel HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Minggu, 7 Juni 2026 - 01:08

Lombok Tengah Siap Pertahankan Juara Umum, Bupati Lepas 56 Peserta Kafilah MTQ XXXI NTB 2026

Senin, 13 April 2026 - 23:40

Bupati Pathul Raih TOP Pembina BUMD Award 2026,PDAM Tirta Ardhia Rinjani Juga Borong Penghargaan

Kamis, 9 April 2026 - 00:53

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri Buka Musrenbang RKPD 2027

Senin, 16 Maret 2026 - 09:08

Sembilan Pejabat Eselon II Dimutasi,Bupati Pathul Tegaskan Berbasis Manajemen Talenta

Kamis, 29 Januari 2026 - 00:06

Pemerintah Luncurkan Logo Imlek Nasional 2026,Simbol Harmoni dalam Keberagaman

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:28

Bupati Pathul Lakukan Rotasi Jabatan,Enam Pejabat Eselon II Berganti

Sabtu, 15 November 2025 - 08:08

Lombok Tengah Jadi Tuan Rumah Upacara Puncak HUT ke-67 NTB

Berita Terbaru