Ketikjari.com — Karnaval Siu Putri Mandalika berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat serta wisatawan di Kawasan The Mandalika, Lombok Tengah.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Festival Pesona Bau Nyale, yang setiap tahun digelar sebagai perwujudan pelestarian budaya dan penguatan pariwisata daerah.
Karnaval yang dikenal sebagai Parade Seribu Putri Mandalika ini menampilkan sekitar 1.000 putri dari berbagai kecamatan di Lombok Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para peserta tampil anggun mengenakan busana adat Sasak yang kaya warna dan makna, merepresentasikan legenda Putri Mandalika yang telah menjadi warisan budaya masyarakat Lombok secara turun-temurun.
Parade dimulai dari kawasan Kuta Beach Park (KBP) dan berakhir di pusat kegiatan festival. Sepanjang rute, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Wisatawan domestik maupun mancanegara turut mengabadikan momen parade budaya yang menjadi ikon kebanggaan Lombok Tengah tersebut.
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Karnaval Siu Putri Mandalika.Menurutnya,kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi wadah aspirasi masyarakat dalam menjaga identitas budaya sekaligus mendorong kemajuan pariwisata Mandalika.
“Karnaval Siu Putri Mandalika adalah simbol kekuatan budaya Lombok Tengah. Ini adalah aspirasi masyarakat agar budaya lokal tetap lestari, dikenal luas, dan mampu memberi dampak ekonomi bagi rakyat,” ujar Pathul Bahri.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berkomitmen terus mendukung kegiatan budaya yang terintegrasi dengan pengembangan pariwisata Mandalika sebagai destinasi kelas dunia.
“Kami ingin budaya lokal tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM, seniman, dan generasi muda,” tambahnya.
Selain karnaval budaya, Festival Pesona Bau Nyale juga diramaikan dengan berbagai atraksi seni tradisional serta puncak tradisi Bau Nyale di Pantai Seger.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Daerah berharap Mandalika tidak hanya dikenal lewat keindahan alam dan event internasional, tetapi juga sebagai pusat pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan.

























