Ketikjari.com — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran di Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Bupati Lombok Tengah bersama organisasi perempuan turun langsung memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah.
Bupati Lombok Tengah bersama Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Tengah, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) NTB melaksanakan kegiatan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap warga Desa Adat Sade.
Kehadiran Bupati bersama organisasi perempuan tersebut menjadi bentuk dukungan moril sekaligus kepedulian pemerintah dan berbagai elemen perempuan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan pascakebakaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, rombongan menyerahkan sejumlah bantuan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak. Bantuan sembako diserahkan kepada masyarakat melalui Kepala Dusun Rembitan untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Selain bantuan kebutuhan pokok, perhatian juga diberikan terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak. Bantuan berupa peralatan sekolah diserahkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di TK Negeri Rembitan.
Bupati bersama organisasi perempuan juga memberikan semangat kepada masyarakat agar tidak larut dalam kesedihan akibat musibah. Dukungan tersebut diharapkan menjadi energi positif bagi warga untuk bangkit dan menata kembali kehidupan setelah kebakaran.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, organisasi perempuan dan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam mempercepat proses pemulihan kawasan Desa Adat Sade.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama organisasi perempuan berkomitmen untuk terus memberikan perhatian kepada masyarakat terdampak. Kehadiran dan dukungan berbagai pihak diharapkan mampu meringankan beban warga sekaligus memperkuat semangat Sade untuk bangkit dan kembali pulih.
Bakti sosial tersebut menjadi salah satu wujud nyata bahwa masyarakat Sade tidak berjalan sendiri. Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat terus hadir, bergandengan tangan, serta membangun semangat kebersamaan untuk memulihkan kembali kehidupan masyarakat dan kawasan adat Sade pascakebakaran.





















