Ketikjari com – Gelaran Pocari Sweat Run Lombok 2026 sukses mengguncang kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, dengan menghadirkan 9.200 pelari dari berbagai daerah di Indonesia.
Ajang yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Juli 2026, tidak hanya menjadi pesta olahraga, tetapi juga memperkuat posisi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai destinasi unggulan sport tourism nasional.
Pada hari pertama, kategori Sunset Run 4,3 kilometer diikuti lebih dari 4.000 peserta yang menikmati pengalaman berlari di tengah panorama matahari terbenam Sirkuit Internasional Mandalika. Sementara pada hari kedua, sebanyak 5.200 peserta ambil bagian dalam kategori Sunrise Run yang meliputi Full Marathon, Half Marathon, dan 10K.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, mengapresiasi konsistensi PT Amerta Indah Otsuka yang kembali memilih Lombok sebagai lokasi penyelenggaraan event lari berskala nasional di luar Pulau Jawa.
“Antusiasmenya luar biasa. Event sport tourism seperti ini memiliki multiplier effect yang nyata terhadap perekonomian daerah, mulai dari sektor akomodasi, UMKM, transportasi hingga jasa lokal,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat, menilai olahraga kini tidak hanya menjadi gaya hidup sehat, tetapi juga instrumen penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan event, tingkat hunian akomodasi di kawasan The Mandalika mengalami peningkatan signifikan hingga hampir mencapai 100 persen.
“Selain menghadirkan lintasan kelas dunia, kami juga menggelar Mandalika Street Food Festival sebagai wadah promosi UMKM lokal serta meresmikan fasilitas olahraga baru berupa tiga lapangan padel dan satu lapangan basket,” kata Troy.
Sementara itu, Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, menjelaskan bahwa daya tarik Mandalika sangat kuat di kalangan komunitas pelari nasional. Berdasarkan data penyelenggara, sebanyak 72 persen peserta berasal dari luar Pulau Lombok, sedangkan 28 persen merupakan peserta lokal.
Menurutnya, penyelenggara sengaja menyesuaikan jadwal lomba dengan kalender lari nasional dan internasional agar tidak berbenturan dengan event lain, sekaligus mendorong peserta memperpanjang masa tinggal mereka di Lombok.
“Harapannya para pelari dapat menikmati keindahan pantai, gunung, serta kuliner khas Lombok sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Melihat kesuksesan penyelenggaraan tahun ini, Pemerintah Provinsi NTB menargetkan Pocari Sweat Run Lombok naik kelas menjadi ajang marathon bertaraf internasional.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa pengembangan event ini merupakan bagian dari strategi meningkatkan daya saing pariwisata daerah.
“Harapan kita, event ini nantinya menjadi world-class marathon sehingga semakin banyak peserta mancanegara yang datang ke NTB. Ini akan mendorong wisatawan tinggal lebih lama dan meningkatkan belanja mereka di daerah,” tegasnya.
Kemeriahan event juga semakin terasa dengan kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. Raffi yang turut berlari di Sirkuit Mandalika mengaku terkesan dengan atmosfer dan antusiasme peserta.
“Saya sempat kurang tidur dan hampir batal ikut lari. Tapi begitu melihat semangat peserta, saya jadi ikut terbawa suasana. Energinya luar biasa,” ungkap Raffi.
Ia juga memuji cuaca Lombok yang sejuk selama pelaksanaan event serta pemandangan matahari terbenam di kawasan Mandalika yang dinilainya sangat memukau.
Kesuksesan Pocari Sweat Run Lombok 2026 semakin mempertegas posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia yang mampu menggabungkan olahraga, pariwisata, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu event berskala nasional.





















