Ketikjari.com – Tongkat komando Komando Distrik Militer (Kodim) 1620/Lombok Tengah resmi berganti. Letkol Arh Mohamad Arifin kini menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 1620/Loteng menggantikan Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti.
Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai dengan tradisi lepas sambut dan Pedang Pora yang berlangsung di Makodim 1620/Lombok Tengah, Jumat (19/6/2026).
Prosesi Pedang Pora berlangsung khidmat dan penuh haru. Tradisi militer yang sarat makna itu menjadi bentuk penghormatan kepada Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Kodim 1620/Loteng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diiringi langkah sang istri, Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti berjalan melewati lorong kehormatan yang dibentuk para prajurit dengan pedang terhunus. Momen tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus pelepasan bagi pemimpin yang telah menorehkan pengabdian di Bumi Tatas Tuhu Trasna.
Dalam sambutannya, Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Kodim 1620/Loteng atas dukungan dan kebersamaan yang terjalin selama masa tugasnya.
“Kebersamaan dan loyalitas seluruh anggota menjadi kekuatan besar dalam menjalankan tugas. Saya berharap semangat pengabdian kepada masyarakat terus dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 1620/Loteng yang baru, Letkol Arh Mohamad Arifin, menyatakan siap melanjutkan program dan fondasi yang telah dibangun pendahulunya.
Menurutnya, tradisi lepas sambut bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kesinambungan kepemimpinan dan pengabdian kepada bangsa, negara, serta masyarakat.
“Saya siap melanjutkan estafet kepemimpinan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat akan terus kami perkuat demi kemajuan Lombok Tengah,” tegasnya.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan semakin memperkuat peran Kodim 1620/Loteng dalam menjaga stabilitas wilayah, mendukung pembangunan daerah, serta membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah.





















