Circuit Classroom: Fungsi Kerb Lintasan di Sirkuit Mandalika 

- Kontributor

Sabtu, 4 April 2026 - 15:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com– Insiden rusaknya velg motor milik Marc Márquez saat balapan MotoGP di Chang International Circuit pada 1 Maret 2026 sempat menjadi sorotan penggemar balap dunia. Pembalap tim Ducati Lenovo Team itu harus mengakhiri balapan lebih awal setelah velg belakang motornya rusak usai menghantam kerb lintasan pada lap ke-21.

Peristiwa tersebut membuat banyak orang kembali menaruh perhatian pada salah satu elemen penting di lintasan balap, yakni kerb. Di Pertamina Mandalika International Circuit, kerb dirancang mengikuti standar internasional yang ditetapkan oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).

Menurut Muhammad Awallutfi Andhika, Track, Race Electronic, and Motorsport Manager Mandalika Grand Prix Association (MGPA), spesifikasi kerb di Mandalika sama dengan yang digunakan di banyak sirkuit kelas dunia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara umum kerb dalam standar FIM terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu kerb positif dan kerb negatif. Keduanya memiliki fungsi berbeda dalam membantu pembalap menjaga batas lintasan sekaligus mempertahankan kecepatan saat melewati tikungan,” jelas Andhika.

Kerb yang digunakan di Mandalika mengadopsi desain Misano kerb, yang juga digunakan di sejumlah sirkuit internasional. Desain ini mengikuti panduan teknis dari FIM sehingga memiliki spesifikasi yang relatif seragam di berbagai lintasan balap dunia.

Andhika menjelaskan, saat pembangunan Sirkuit Mandalika pada 2020, dua tokoh keselamatan balap dari FIM, yaitu Franco Uncini dan Loris Capirossi, yang saat itu menjabat sebagai FIM Safety Officer, menginstruksikan penggunaan desain Misano kerb di lintasan Mandalika.

Baca Juga :  Direktur MGPA : Media Jadi Kunci Kesuksesan MotoGP Mandalika 2025

Kerb standar FIM memiliki lebar minimal sekitar 1,5 meter dengan bagian puncak (crown) yang sedikit lebih tinggi dari permukaan lintasan. Elevasi tersebut umumnya sekitar 2,5 sentimeter, cukup untuk memberikan sinyal kepada pembalap bahwa mereka mendekati batas lintasan tanpa terlalu mengganggu kestabilan kendaraan.

Meski terlihat rata, permukaan kerb sebenarnya dibuat berundak atau bergerigi. Struktur ini berfungsi sebagai peringatan bagi pembalap agar segera mengarahkan kembali kendaraan ke racing line sebelum keluar terlalu jauh dari lintasan.

Proses Konstruksi Kerb

Dari sisi konstruksi, kerb biasanya dibuat dari beton dengan dua metode utama, yaitu:

Beton pre-cast, yang dicetak terlebih dahulu lalu dipasang di sisi lintasan

Beton cor langsung, yang dibentuk di lokasi saat pembangunan sirkuit

Setelah struktur beton selesai, permukaan kerb dilapisi cat khusus yang telah terhomologasi FIM. Cat ini tidak hanya memberikan warna kontras seperti merah dan putih, tetapi juga dirancang memiliki tingkat grip yang mendekati permukaan aspal lintasan.

Perbedaan Kerb Positif dan Kerb Negatif

Perbedaan utama kedua jenis kerb terletak pada posisi dan fungsinya di tikungan:

Kerb Positif

Biasanya ditempatkan di bagian dalam tikungan. Puncaknya sejajar dengan permukaan lintasan sehingga pembalap masih bisa melintasinya tanpa gangguan besar.

Baca Juga :  Bupati KSB Apresiasi Kehadiran Bupati Pathul,Bawa 1000 Peserta Pawai Takruf

Kerb Negatif

Umumnya berada di bagian keluar tikungan (exit kerb). Fungsinya membantu kendaraan kembali ke lintasan sekaligus memberi batas agar pembalap tidak melebar terlalu jauh saat keluar dari tikungan.

Bagian Penting dalam Keselamatan Balap

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menegaskan bahwa kerb di Mandalika dirancang dengan mempertimbangkan standar keselamatan internasional sekaligus karakteristik balap modern.

“Kerb di Sirkuit Mandalika dirancang mengikuti standar yang ditetapkan oleh FIM. Tujuannya bukan hanya sebagai penanda batas lintasan, tetapi juga membantu pembalap menjaga racing line dengan aman,” ujarnya.

Menurutnya, setiap elemen lintasan di Mandalika selalu diperhatikan secara detail agar dapat mendukung penyelenggaraan berbagai ajang balap internasional.

“Desain kerb harus mampu memberikan keseimbangan antara performa dan keselamatan. Pembalap masih bisa memanfaatkannya untuk memaksimalkan tikungan, tetapi tetap ada batas yang jelas agar kendaraan tidak keluar terlalu jauh dari trek,” jelas Priandhi.

Dengan standar tersebut, kerb di Sirkuit Mandalika bukan sekadar elemen visual di sisi lintasan. Detail seperti bentuk undakan, tinggi elevasi, hingga material cat memainkan peran penting dalam menjaga interaksi kendaraan dengan lintasan, terutama saat melaju dalam kecepatan tinggi di ajang seperti MotoGP.

MotoGP akan kembali digelar di Mandalika pada 9–11 Oktober 2026.

Berita Terkait

Jelang MotoGP 2026, Bupati Lombok Tengah Imbau Pengelola Destinasi Tingkatkan Pelayanan Wisatawan
Tinggal Hitungan Hari, Kaos Bergambar Pembalap Moto3 Asal Indonesia Diburu Pembeli
2.000 Lebih Volunteer MotoGP Mandalika 2026 Dapat Perlindungan JKK dan JKM
Deretan Artis Siap Meriahkan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika
Dari Motegi ke Mandalika, Bintang MotoGP Mulai Tiba di Lombok
5 Hari Jelang MotoGP Mandalika, Ratusan Penggemar Ikuti Watch Party JapaneseGP di Mataram
BIZAM Siapkan 320 Personel Sambut MotoGP Mandalika, Terminal Dihiasi Nuansa Balap dan Budaya Lombok
ITDC Gandeng Travel dan Maskapai, Paket Nonton MotoGP Mandalika Mulai Rp7 Juta

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 03:24

MIF Edisi ke-5 Digelar 10–13 Desember,Hadirkan Konferensi Internasional hingga Mandalika Grand Show

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:00

BMW Motorrad Days Bali 2026 Satukan 2.700 Pengunjung dari 25 Negara, Perkuat Bali sebagai Destinasi Wisata Otomotif Internasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:09

ITDC Raih The Eighth BUMN Brand Equity Awards 2026, Perkuat Brand Pariwisata Indonesia

Rabu, 30 September 2026 - 04:23

Career Expo 2026 Poltekpar Lombok Buka 2.420 Peluang Kerja, Perkuat Link and Match dengan Industri

Jumat, 25 September 2026 - 17:03

World Tourism Day 2026, Sivitas Akademika Poltekpar Lombok Gelar Donor Darah

Jumat, 25 September 2026 - 08:14

Rejuvenasi The Nusa Dua Capai 58,53%, ITDC Tingkatkan Kualitas Aset dan Destinasi

Rabu, 23 September 2026 - 10:33

Poltekpar Lombok Raih Dua Sertifikasi ISO, Perkuat Standar Mutu Pendidikan Pariwisata

Rabu, 23 September 2026 - 07:47

Dua Event Internasional Bersamaan Hadir di The Nusa Dua, Padukan Fashion dan Otomotif

Berita Terbaru