Ketikjari.com– Insiden rusaknya velg motor milik Marc Márquez saat balapan MotoGP di Chang International Circuit pada 1 Maret 2026 sempat menjadi sorotan penggemar balap dunia. Pembalap tim Ducati Lenovo Team itu harus mengakhiri balapan lebih awal setelah velg belakang motornya rusak usai menghantam kerb lintasan pada lap ke-21.
Peristiwa tersebut membuat banyak orang kembali menaruh perhatian pada salah satu elemen penting di lintasan balap, yakni kerb. Di Pertamina Mandalika International Circuit, kerb dirancang mengikuti standar internasional yang ditetapkan oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).
Menurut Muhammad Awallutfi Andhika, Track, Race Electronic, and Motorsport Manager Mandalika Grand Prix Association (MGPA), spesifikasi kerb di Mandalika sama dengan yang digunakan di banyak sirkuit kelas dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Secara umum kerb dalam standar FIM terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu kerb positif dan kerb negatif. Keduanya memiliki fungsi berbeda dalam membantu pembalap menjaga batas lintasan sekaligus mempertahankan kecepatan saat melewati tikungan,” jelas Andhika.
Kerb yang digunakan di Mandalika mengadopsi desain Misano kerb, yang juga digunakan di sejumlah sirkuit internasional. Desain ini mengikuti panduan teknis dari FIM sehingga memiliki spesifikasi yang relatif seragam di berbagai lintasan balap dunia.
Andhika menjelaskan, saat pembangunan Sirkuit Mandalika pada 2020, dua tokoh keselamatan balap dari FIM, yaitu Franco Uncini dan Loris Capirossi, yang saat itu menjabat sebagai FIM Safety Officer, menginstruksikan penggunaan desain Misano kerb di lintasan Mandalika.
Kerb standar FIM memiliki lebar minimal sekitar 1,5 meter dengan bagian puncak (crown) yang sedikit lebih tinggi dari permukaan lintasan. Elevasi tersebut umumnya sekitar 2,5 sentimeter, cukup untuk memberikan sinyal kepada pembalap bahwa mereka mendekati batas lintasan tanpa terlalu mengganggu kestabilan kendaraan.
Meski terlihat rata, permukaan kerb sebenarnya dibuat berundak atau bergerigi. Struktur ini berfungsi sebagai peringatan bagi pembalap agar segera mengarahkan kembali kendaraan ke racing line sebelum keluar terlalu jauh dari lintasan.
Proses Konstruksi Kerb
Dari sisi konstruksi, kerb biasanya dibuat dari beton dengan dua metode utama, yaitu:
Beton pre-cast, yang dicetak terlebih dahulu lalu dipasang di sisi lintasan
Beton cor langsung, yang dibentuk di lokasi saat pembangunan sirkuit
Setelah struktur beton selesai, permukaan kerb dilapisi cat khusus yang telah terhomologasi FIM. Cat ini tidak hanya memberikan warna kontras seperti merah dan putih, tetapi juga dirancang memiliki tingkat grip yang mendekati permukaan aspal lintasan.
Perbedaan Kerb Positif dan Kerb Negatif
Perbedaan utama kedua jenis kerb terletak pada posisi dan fungsinya di tikungan:
Kerb Positif
Biasanya ditempatkan di bagian dalam tikungan. Puncaknya sejajar dengan permukaan lintasan sehingga pembalap masih bisa melintasinya tanpa gangguan besar.
Kerb Negatif
Umumnya berada di bagian keluar tikungan (exit kerb). Fungsinya membantu kendaraan kembali ke lintasan sekaligus memberi batas agar pembalap tidak melebar terlalu jauh saat keluar dari tikungan.
Bagian Penting dalam Keselamatan Balap
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menegaskan bahwa kerb di Mandalika dirancang dengan mempertimbangkan standar keselamatan internasional sekaligus karakteristik balap modern.
“Kerb di Sirkuit Mandalika dirancang mengikuti standar yang ditetapkan oleh FIM. Tujuannya bukan hanya sebagai penanda batas lintasan, tetapi juga membantu pembalap menjaga racing line dengan aman,” ujarnya.
Menurutnya, setiap elemen lintasan di Mandalika selalu diperhatikan secara detail agar dapat mendukung penyelenggaraan berbagai ajang balap internasional.
“Desain kerb harus mampu memberikan keseimbangan antara performa dan keselamatan. Pembalap masih bisa memanfaatkannya untuk memaksimalkan tikungan, tetapi tetap ada batas yang jelas agar kendaraan tidak keluar terlalu jauh dari trek,” jelas Priandhi.
Dengan standar tersebut, kerb di Sirkuit Mandalika bukan sekadar elemen visual di sisi lintasan. Detail seperti bentuk undakan, tinggi elevasi, hingga material cat memainkan peran penting dalam menjaga interaksi kendaraan dengan lintasan, terutama saat melaju dalam kecepatan tinggi di ajang seperti MotoGP.
MotoGP akan kembali digelar di Mandalika pada 9–11 Oktober 2026.





















