InJourney Targetkan Penurunan Emisi 4.000 Ton CO₂e di 2026,Perkuat Pariwisata Berkelanjutan

- Kontributor

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, menargetkan penurunan emisi karbon hingga 4.000 ton CO₂e sepanjang 2026.

Target tersebut menjadi bagian dari komitmen InJourney dalam memperkuat ekosistem aviasi dan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Memasuki tahun keempat kehadirannya, InJourney terus menjalankan transformasi lintas portofolio, mulai dari penguatan konektivitas udara, pengembangan destinasi budaya dan edukasi seperti Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah, pembangunan International Medical Tourism di KEK Sanur, hingga pengembangan destinasi unggulan The Mandalika dan The Golo Mori.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rangkaian transformasi tersebut turut mendorong kinerja korporasi, dengan InJourney kini menempati posisi sebagai perusahaan ke-43 terbesar di Indonesia.
Komitmen keberlanjutan menjadi fondasi utama transformasi InJourney, sejalan dengan tema “InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia”. Keberlanjutan diposisikan sebagai kerangka berpikir dan bertindak, menjadikan pariwisata sebagai investasi lintas generasi yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menegaskan bahwa transformasi pariwisata nasional harus berlandaskan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab.
“Komitmen kami diwujudkan melalui green initiative program di lingkungan InJourney Group. Inisiatif ini dirancang untuk menghasilkan dampak yang terukur, konsisten, dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda transformasi InJourney dalam membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG), InJourney menegaskan komitmen penurunan emisi sebesar 4.000 ton CO₂e sebagai langkah awal menuju operasional yang lebih hijau, sekaligus mendukung target Net Zero Emission Pemerintah Indonesia.

Baca Juga :  Ramadhan Kareem : Muslimah NU Berbagi Anak Yatim di 12 Kecamatan

Salah satu implementasi konkret dilakukan di The Nusa Dua, Bali, kawasan pariwisata yang dikelola InJourney melalui anak usaha InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). Kawasan ini telah menerapkan berbagai utilitas hijau, termasuk Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), instalasi pengolahan air limbah (IPAL), waste management terintegrasi, dan reclaimed water.

Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyatakan penerapan utilitas hijau menjadi fondasi operasional kawasan.
“Penerapan SWRO, IPAL, hingga pengelolaan limbah terintegrasi memastikan aktivitas pariwisata berjalan efisien dan tetap menjaga daya dukung lingkungan. Keberlanjutan bukan sekadar agenda, tetapi fondasi operasional untuk menjadikan The Nusa Dua destinasi premium yang resilien bagi generasi mendatang,” jelasnya.

Baca Juga :  Aquabike Jetski World Championship Hari Ke-2 : Pembalap Indonesia Makaio Wimylie Masuk 10 Besar

Fasilitas SWRO The Nusa Dua telah beroperasi selama tiga bulan terakhir dengan total produksi 331.382 meter kubik air bersih. Saat beroperasi penuh, fasilitas ini memiliki kapasitas hingga 1,31 juta meter kubik air per tahun, memanfaatkan air laut sebagai sumber alternatif dan secara signifikan mengurangi ketergantungan pada air tanah.

Tak hanya itu, penerapan teknologi SWRO juga mencatatkan sejarah baru. ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU) menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengolah air laut menjadi air layak konsumsi.

Direktur Utama ITDC Nusantara Utilitas, Anak Agung Istri Ratna Dewi, menegaskan bahwa inovasi ini memperkuat ketahanan air kawasan tanpa mengorbankan lingkungan.
“Dengan teknologi yang aman dan terukur, kami memastikan pasokan air bersih yang stabil bagi tenant dan wisatawan. Pengakuan KKP membuktikan bahwa inovasi hijau dapat berjalan seiring dengan efisiensi dan standar layanan yang tinggi,” pungkasnya.

Berita Terkait

InJourney Optimalkan Kelancaran Mudik dan Libur Lebaran 2026, Trafik Penumpang Tumbuh 6,4%
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Layani 167 Ribu Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2026 
Ketika Peresean Diangkat Jadi Serial Sandiwara Radio
KEK Mandalika Tawarkan Insentif Fiskal Kompetitif, Percepat Realisasi Investasi Pariwisata
Bupati Pathul Bahri Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi Lebaran Ketupat
Lebaran Ketupat,Bupati Pathul Bersih Pantai Aan Bersama Aparat dan Warga
De Balen Soultan Lombok Raih Penghargaan Hotel Ramah Lingkungan dari EEN NTB
Karnaval Pesajik Tinggang Meriahkan HUT ke-74 Desa Rembitan

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:03

Wabup Nursiah Pimpin Intervensi Terpadu,Anak Penderita Hidrosefalus

Jumat, 27 Maret 2026 - 03:26

48 Desa di Lombok Tengah Belum Ajukan Pencairan, Penyaluran Dana Desa Sudah Capai 94 Desa

Kamis, 26 Maret 2026 - 01:33

Pemkab Lombok Tengah Gelar Lebaran Ketupat di Bencingah Masmirah

Selasa, 24 Maret 2026 - 08:23

Extra Flight Capai 20 Penerbangan,Pergerakan Penumpang di Bandara Lombok Tembus 97 Ribu

Senin, 23 Maret 2026 - 06:51

Open House Idul Fitri,Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah Sambut Warga dengan Hangat

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:25

Wabup Nursiah Serahkan Bantuan Beras Baznas untuk Petugas Kebersihan DLH Lombok Tengah

Senin, 16 Maret 2026 - 18:23

ITDC Perkuat Sinergi dengan Desa Penyangga,Salurkan Bantuan Bina Lingkungan kepada Tiga Desa Adat di Benoa

Senin, 16 Maret 2026 - 12:09

Bandara Lombok Berbagi di Ramadan,500 Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Lingkar Bandara

Berita Terbaru