Ketikjari.com – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok bergerak cepat membantu masyarakat terdampak kebakaran di Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Direktur Poltekpar Lombok, Dr. Ali Muhtasom, mengatakan pihaknya menerjunkan mahasiswa dan dosen untuk membantu aktivitas di dapur umum yang disiapkan bagi masyarakat terdampak.
“Pada hari pertama kami memberikan bantuan sembako dan langsung menerjunkan mahasiswa serta dosen untuk membantu di dapur umum,” ujar Ali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, dapur umum tersebut menjadi salah satu fokus bantuan Poltekpar Lombok untuk memastikan kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Dalam pelaksanaannya, dapur umum menyiapkan makanan hingga tiga kali sehari.
Kegiatan tersebut dilakukan bersama dengan Dinas Sosial dan TNI, sehingga proses penyediaan makanan dapat berjalan secara terkoordinasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Untuk kebutuhan di lapangan tentunya akan kami sesuaikan. Kami akan terus melihat apa yang dibutuhkan masyarakat dan memberikan dukungan sesuai kondisi,” katanya.
Ali menegaskan Poltekpar Lombok akan tetap bersiaga di lokasi. Selain membantu dapur umum, pihaknya juga menyiapkan dukungan bagi masyarakat maupun relawan yang datang untuk memberikan bantuan dan beraktivitas di kawasan Sade.
“Poltekpar Lombok standby. Banyak warga yang datang untuk memberikan bantuan maupun beraktivitas, sehingga perlu dilayani. Termasuk kami menyiapkan minuman bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam dapur umum tidak hanya menjadi bentuk kepedulian institusi terhadap masyarakat terdampak, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pelayanan kepada masyarakat.
Poltekpar Lombok, kata Ali, akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap pascakebakaran.
“Kami akan terus berkoordinasi dan menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan yang ada di lapangan. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana masyarakat terdampak bisa mendapatkan pelayanan dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” pungkasnya.





















