Ketikjari.com– Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui pemanfaatan bandara sebagai etalase produk kreatif dan intellectual property (IP) lokal Indonesia.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas optimalisasi peran bandara sebagai ruang strategis untuk memperluas promosi produk ekonomi kreatif, talenta lokal, serta kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menko AHY menekankan pentingnya penguatan tata kelola ekosistem kebandarudaraan melalui regulasi dan kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan daya saing serta kualitas layanan bandara di Indonesia.
Sementara itu, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menilai bandara tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga menjadi gerbang pertama yang memperkenalkan identitas dan kreativitas bangsa kepada dunia.
“Bandara harus menjadi etalase yang menampilkan kekayaan intellectual property, produk kreatif, dan talenta lokal Indonesia kepada dunia,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Ekraf akan memperluas aktivasi dan pemanfaatan IP lokal di berbagai bandara utama Indonesia. Program tersebut mencakup kolaborasi lisensi karakter pada merchandise, pengembangan produk kreatif bersama UMKM, hingga penempatan karya kreatif pada fasilitas publik di kawasan bandara.
Selain itu, Kementerian Ekraf juga mendorong penyelenggaraan berbagai aktivitas kreatif yang dapat meningkatkan pengalaman penumpang, seperti pameran seni, galeri fotografi, pertunjukan musik, instalasi karya, bazar produk kreatif, hingga event internasional yang terintegrasi dengan promosi ekonomi kreatif daerah.
Menurut Menteri Ekraf, kehadiran karya dan aktivitas kreatif di bandara tidak hanya memperkuat citra Indonesia di mata dunia, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku ekonomi kreatif.
Pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di bandara turut diperkuat melalui kerja sama strategis dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). Kolaborasi tersebut mencakup pemanfaatan sarana dan prasarana milik InJourney sebagai ruang promosi produk kreatif, pertukaran data tren IP, serta dukungan fasilitas bagi berbagai program Kementerian Ekraf.
Salah satu implementasi nyata kerja sama tersebut adalah pengembangan Game Station di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang menampilkan gim karya pengembang Indonesia. Fasilitas ini diharapkan menjadi sarana promosi talenta gim nasional sekaligus menghadirkan pengalaman interaktif bagi para penumpang.
Ke depan, Kementerian Ekraf akan terus memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, serta pelaku industri kreatif guna menjadikan bandara sebagai ruang pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.





















