Ketikjati.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda asal Kabupaten Lombok Tengah. Lalu Asryl Wahyu Ramdani atau yang akrab disapa Aryl, mahasiswa Universitas Indonesia asal Kopang, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026.
Ajang bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai wadah pengembangan generasi muda dalam bidang kebahasaan dan pelestarian budaya daerah.
Aryl mewakili Kabupaten Lombok Tengah dan berhasil bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai kabupaten/kota di NTB. Rangkaian seleksi dimulai sejak 9 hingga 31 Maret 2026 untuk tahap pendaftaran, kemudian dilanjutkan dengan seleksi administrasi pada 7 April 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para peserta selanjutnya mengikuti pembekalan pada 14–15 April 2026, tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) pada 13 April 2026, hingga tahap karantina finalis yang berlangsung pada 17–19 Mei 2026. Sementara malam puncak Final Raya digelar pada 20 Mei 2026 di Kota Mataram.
Selama masa karantina, para finalis menjalani berbagai tahapan penilaian, mulai dari presentasi program krida, wawancara kesastraan, tes psikologi, hingga penampilan minat dan bakat.
Dalam kompetisi tersebut, Aryl mengangkat program krida bertema pelestarian keaksaraan lokal di NTB, khususnya aksara Jejawan Sasak. Ia memperkenalkan inovasi berupa website interaktif pembelajaran aksara lokal yang dapat diakses melalui kode QR.
Kode QR tersebut nantinya dapat ditempel pada baju, poster, maupun kemasan jajanan sehingga masyarakat lebih mudah mengenal dan mempelajari aksara Jejawan Sasak secara praktis dan modern.
Menurut Aryl, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu cara efektif untuk mendekatkan budaya lokal kepada generasi muda di era digital.
Prestasi yang diraih mahasiswa asal Kopang ini menjadi bukti bahwa generasi muda Lombok Tengah mampu berprestasi di tingkat provinsi sekaligus berkontribusi dalam pelestarian bahasa dan budaya daerah.
Keberhasilan tersebut juga diharapkan dapat memotivasi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa, literasi, serta kecintaan terhadap budaya lokal di tengah perkembangan zaman.





















