Kolaborasi Kejari Lombok Tengah dan Poltekpar Lombok, Hadirkan Program Jaksa Sahabat Disabilitas untuk Masyarakat

- Kontributor

Sabtu, 11 April 2026 - 00:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loteng – Kejaksaan Negeri Lombok Tengah secara resmi meluncurkan inovasi bidang intelijen bertajuk “Jaksa Sahabat Disabilitas” dalam kegiatan yang digelar di Auditorium Politeknik Pariwisata Lombok, Selasa, 7 April 2026.

Program ini menjadi langkah nyata Kejaksaan dalam menghadirkan pendekatan hukum yang lebih inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas, sekaligus memperluas akses terhadap pemahaman dan perlindungan hukum bagi kelompok rentan di masyarakat.

Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Dr. Putri Ayu Wulandari, SH., MH., saat membuka kegiatan mengatakan bahwa inovasi tersebut merupakan bentuk komitmen Kejaksaan dalam memastikan setiap warga negara memiliki akses yang setara terhadap layanan hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, melalui program “Jaksa Sahabat Disabilitas”, Kejaksaan tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga memperkuat edukasi hukum kepada masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Program ini menjadi bagian dari upaya kami menghadirkan pelayanan hukum yang inklusif serta memastikan penyandang disabilitas memiliki akses yang sama terhadap pemahaman hukum dan perlindungan hukum,” ujar Dr. Putri 

Baca Juga :  Lombok Tengah Genjot Operasi Genting 2025: Data KRS Jadi Senjata Utama Tekan Stunting

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penguatan sinergi antara Kejaksaan Negeri Lombok Tengah dan Politeknik Pariwisata Lombok melalui penandatanganan kerja sama yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Direktur Politeknik Pariwisata Lombok, Dr. Ali Muhtasom, mengatakan bahwa kampus yang dipimpinnya sejak dua tahun terakhir telah membuka akses pendidikan bagi penyandang disabilitas untuk menempuh pendidikan di bidang pariwisata.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan komitmen nyata Poltekpar Lombok dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat.

“Sejak dua tahun terakhir kami memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menempuh pendidikan di Poltekpar Lombok. Kampus juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar mereka dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik, termasuk dukungan tenaga pendidik dan sarana yang ramah disabilitas,” ujar Dr. Ali Muhtasom.

Ia menambahkan, pihak kampus juga terus memperkuat dukungan bagi mahasiswa disabilitas melalui berbagai program pengembangan kapasitas civitas akademika.

Baca Juga :  Wabup Nursiah Hadiri Pelepasan Masa Purna Tugas Pendidikan

“Sebagai langkah nyata dalam mendukung pendidikan inklusif, kami juga menggelar pelatihan bahasa isyarat bagi civitas akademika. Hal ini penting agar komunikasi antara mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dapat berjalan dengan baik, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pariwisata yang inklusif dan berkeadilan bagi penyandang disabilitas,” jelasnya. 

Menurutnya, sektor pariwisata ke depan harus mampu memberikan pelayanan kepada semua kalangan tanpa terkecuali.

“Pariwisata harus inklusif. Karena itu kami ingin lulusan Poltekpar Lombok tidak hanya memiliki kompetensi di bidang pariwisata, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu melayani semua wisatawan dengan baik,” tambahnya.

Di sisi lain, Poltekpar Lombok juga terus membuka peluang bagi generasi muda yang ingin berkarier di industri pariwisata.

“Mau kuliah? Poltekpar Lombok aja.” 

Ajakan tersebut menjadi pesan bahwa Poltekpar Lombok hadir sebagai kampus pariwisata yang tidak hanya fokus pada kualitas pendidikan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kesetaraan dan inklusivitas bagi seluruh masyarakat.

Berita Terkait

ITDC Raih Peringkat 33, MGPA Masuk 79 Besar BUMN Terbaik dalam Danantara CX-100
ITDC Gandeng NTB Care, Sahabat Disabilitas Nikmati MotoGP Mandalika dari Luxury Tent
Barongsai hingga Peresean Meriahkan Kirab Budaya HUT ke-81 Lombok Tengah, Simbol Persatuan dalam Keberagaman
Menpar: MotoGP Mandalika 2026 Semakin Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
MotoGP Mandalika 2026 Bawa Berkah, UMKM Tenun Raup Rp9 Juta dan Kuliner Tembus Rp11 Juta
Bale KITA Warnai MotoGP Mandalika 2026, Kriya NTB Angkat Warisan Budaya hingga Pasar Internasional
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sold Out, Ribuan Penggemar Padati Sirkuit dan Pembalap Indonesia Jadi Sorotan
BSI dan ITDC Kolaborasi di Mandalika, Nursiah Dorong Dampak Nyata bagi UMKM Loteng

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:16

ITDC Raih Peringkat 33, MGPA Masuk 79 Besar BUMN Terbaik dalam Danantara CX-100

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:44

Barongsai hingga Peresean Meriahkan Kirab Budaya HUT ke-81 Lombok Tengah, Simbol Persatuan dalam Keberagaman

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:19

Menpar: MotoGP Mandalika 2026 Semakin Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:58

MotoGP Mandalika 2026 Bawa Berkah, UMKM Tenun Raup Rp9 Juta dan Kuliner Tembus Rp11 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:51

Bale KITA Warnai MotoGP Mandalika 2026, Kriya NTB Angkat Warisan Budaya hingga Pasar Internasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:43

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sold Out, Ribuan Penggemar Padati Sirkuit dan Pembalap Indonesia Jadi Sorotan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:32

BSI dan ITDC Kolaborasi di Mandalika, Nursiah Dorong Dampak Nyata bagi UMKM Loteng

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:33

MotoGP Mandalika Jadi Berkah UMKM, Street Food Festival Bidik 15 Ribu Pengunjung

Berita Terbaru