Ketikjari.com — Wakil Bupati Lombok Tengah, H. M. Nursiah menegaskann bahwa generasi muda harus menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, dan mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Anak-anak diminta tidak terlena oleh dampak negatif perkembangan zaman yang semakin canggih dan berpotensi merusak masa depan.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Anak Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2026 yang mengusung tema “Anak Berkarakter Tangguh, Lombok Tengah Hebat”, di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah, Ahad (15/2/2026).
Menurut Wakil Bupati, kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, anak-anak harus dibekali pendidikan yang baik, dedikasi tinggi, serta akhlak mulia agar mampu menjadi motor pembangunan di masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Daerah akan menjadi hebat dan maju apabila generasi mudanya memiliki karakter kuat, berdedikasi, dan mampu menjaga moralitas di tengah kemajuan zaman,” tegasnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus memberikan perhatian terhadap berbagai aspek kehidupan anak, mulai dari pendidikan, kesejahteraan, hingga perlindungan hukum dan sosial. Upaya pencegahan pernikahan dini serta program perlindungan anak dilaksanakan melalui DP3AP2KB Lombok Tengah, sementara perencanaan dan integrasi program dilakukan oleh Bapperida Lombok Tengah.
Pemerintah menargetkan tidak ada lagi anak yang putus sekolah maupun anak usia sekolah yang terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Kita ingin memastikan seluruh anak Lombok Tengah mendapatkan haknya—pendidikan, kasih sayang keluarga, dan kesempatan berkembang secara optimal,” ujar Wakil Bupati di hadapan para kepala OPD yang hadir.
Perwakilan Bapperida Lombok Tengah, melalui Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Sri Muliana Wiadiastuti, menjelaskan bahwa Musrenbang Tematik Anak dilaksanakan selama dua hari dan diikuti 36 perwakilan anak dari seluruh wilayah Lombok Tengah.
Kegiatan ini bertujuan menyerap langsung aspirasi anak sebagai dasar penyusunan program pembangunan tahun 2026–2027. Usulan yang disampaikan pada tahun sebelumnya kini mulai direalisasikan sesuai rencana kerja daerah.
Kepala DP3AP2KB Lombok Tengah, H. Kusriadi, menambahkan bahwa forum ini menjadi sarana penting untuk “memotret” kebutuhan dan harapan anak-anak sebagai investasi pembangunan jangka panjang.
Melalui partisipasi anak dalam perencanaan pembangunan, pemerintah berharap dapat memperkuat upaya mewujudkan Lombok Tengah sebagai Kabupaten Layak Anak, sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk berkreasi dan berkontribusi.
“Aspirasi anak menjadi referensi penting bagi kebijakan ke depan. Dengan memberi ruang kepada mereka, kita menyiapkan generasi yang mampu berkifrah dan membawa daerah ini semakin hebat,” pungkasnya.

























