Ketikjafi.com – Upaya mendorong pemanfaatan energi terbarukan terus dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (UNRAM).
Melalui program pengabdian masyarakat di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, mahasiswa KKN menginisiasi kegiatan edukasi dan praktik pembuatan briket berbahan dasar limbah kulit kopi sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, Kamis (15/1).
Desa Karang Sidemen dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi di Lombok Tengah. Aktivitas pengolahan kopi di wilayah ini menghasilkan limbah kulit kopi dalam jumlah cukup besar.Selama ini, limbah tersebut umumnya hanya dibuang atau dibiarkan menumpuk, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN PMD UNRAM berupaya menghadirkan solusi sederhana namun aplikatif melalui pemanfaatan limbah menjadi briket bahan bakar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kelompok tani, karang taruna, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga perwakilan forum mahasiswa desa. Keterlibatan masyarakat secara langsung diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta mendorong keberlanjutan program setelah masa KKN berakhir.
Dalam sesi praktik, mahasiswa KKN menjelaskan tahapan pembuatan briket secara sistematis dan mudah dipahami. Proses dimulai dari pengeringan kulit kopi untuk mengurangi kadar air, dilanjutkan dengan tahap pengarangan, penghalusan bahan, serta pencampuran dengan perekat alami. Selanjutnya, adonan dicetak sesuai ukuran yang diinginkan dan dikeringkan kembali hingga siap digunakan sebagai bahan bakar.

Ketua KKN PMD UNRAM Desa Karang Sidemen Rizki Bagus Indarto mengatakan, pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi briket memiliki sejumlah keunggulan. Selain ramah lingkungan, briket ini dinilai cukup efektif sebagai pengganti kayu bakar maupun gas elpiji untuk kebutuhan rumah tangga. Di sisi lain, biaya produksi yang relatif rendah membuka peluang pengembangan usaha skala rumah tangga dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) desa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa limbah pertanian tidak selalu menjadi masalah, tetapi justru dapat diolah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi,” ujarnya.
Program tersebut juga sejalan dengan upaya mendorong kemandirian energi di tingkat desa. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia, masyarakat diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil serta meningkatkan ketahanan energi rumah tangga.
Selain aspek energi, kegiatan ini turut memberikan dampak positif terhadap pengelolaan lingkungan. Pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi briket dinilai mampu mengurangi pencemaran serta menjaga kebersihan lingkungan desa, khususnya di sekitar area pengolahan kopi.
Melalui pelaksanaan program ini, mahasiswa Universitas Mataram tidak hanya menjalankan kewajiban akademik dalam pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong pembangunan desa berkelanjutan berbasis potensi lokal. Diharapkan, inovasi pemanfaatan limbah kulit kopi ini dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu produk unggulan Desa Karang Sidemen di masa mendatang.

















