Keyikjari.vom – Rumah Sakit Mandalika menggelar seminar kesehatan tentang dampak perkawinan dini terhadap kesehatan mental dan reproduksi yang berlokasi di ballroom kantor bupati lombok tengah, Rabu 13/08/25
Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dan hari ulang tahun Rumah Sakit Mandalika provinsi NTB ke-04.
Seminar ini dihadiri oleh para guru, siswa dan perwakilan PKK Se-Nusa Tenggara Barat. Program bertujuan untuk mensosialisasikan dampak pernikahan terhadap anak usia dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr.HM. Nursiah turut bangga dan senang atas di gelarnya program ini. Melalui sambutan yang di berikan, ia mengucapkan terimakasih kepada pihak RS Mandalika yang sudah berkenan menyelenggarakan program ini, melihat angka pernikahan anak di bawah umur semakin meningkat.
Adanya program ini diharapkan mampu mengurangi angka pernikahan dini terkhusus di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Sementara Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri,memberikan sambutan serta mengajak peserta seminar untuk bersama-sama menekan dan memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai pernikahan dini dengan memberikan lingkungan yang sehat minimal dari lingkungan keluarga.
Acara seminar dimulai dengan pemaparan materi oleh dr. Melody Nethania Sutedja mengenai faktor utama penyebab pernikahan dini. Dari hasil persentase, yang paling utama adalah pengaruh media sosial, kemudian dampak utama pernikahan dini yang sering terlihat yaitu perceraian dini.
Selain itu, Hellen Citra Dewi selaku pemateri kedua juga menyampaikan dampak dari pernikahan dini terhadap anak di bawah umur, “tercatat 6.674 kasus perceraian, 1.266 kasus cerai talak, dan 5.408 kasus cerai gugat pada tahun 2024. Data ini juga sudah termasuk cerai dini” ujarnya.
Acara ini di rangkaian dengan penandatanganan perjanjian MOU oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Ibu Sinta Muhammad Iqbal, serta semua Ketua PKK Se-Nusa Tenggara Barat.