Pemuda Pujut Nyatakan Dukungan Penuh untuk MotoGP Mandalika 2025

- Kontributor

Sabtu, 20 September 2025 - 12:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com – Dukungan masyarakat lokal terhadap penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 atau MotoGP Mandalika semakin menguat. Event akbar dunia yang akan berlangsung pada 3–5 Oktober 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit ini disambut antusias oleh warga, khususnya kalangan pemuda di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Ketua Karang Taruna Indonesia (KTI) Kecamatan Pujut, Sri Anom Putra Sanjaya, menegaskan bahwa keberadaan MotoGP Mandalika telah menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Menurutnya, penolakan terhadap event ini sama saja dengan menghalangi kebahagiaan masyarakat lokal yang menggantungkan harapan pada perputaran ekonomi dari ajang balap internasional tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau ada yang menolak MotoGP dari luar, itu berarti tidak ingin melihat kami di Mandalika ini bahagia. Mereka mengganggu kebahagiaan kami, mereka mengganggu dapur-dapur kami di Mandalika,” tegas Sri Anom dalam keterangannya, Jumat (19/9/2025).

Ia menambahkan, MotoGP bukan hanya sekadar tontonan olahraga, tetapi juga sumber penghidupan bagi ribuan warga Lombok Tengah. Mulai dari pedagang kecil, pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi, hingga pekerja sektor pariwisata, semuanya merasakan dampak langsung dari hadirnya ribuan penonton internasional.

Baca Juga :  Final Pertamina Mandalika Racing Series 2025 Digelar: Perebutan Gelar Juara Nasional Memanas di Sirkuit Mandalika

“Sehingga kalau mau aksi di sini, di sirkuit atau di kawasan ITDC, kami terganggu. Kami siap pasang badan untuk menjaga agar MotoGP ini berjalan sukses,” tegasnya lagi.

Sri Anom juga menyoroti keterlibatan pemuda lokal dalam mendukung kesuksesan penyelenggaraan MotoGP. Ia memastikan bahwa pemuda di Pujut selalu berusaha menjaga kondusivitas wilayah, tanpa pernah mengganggu usaha-usaha masyarakat maupun aktivitas ekonomi yang ada.

“Pemuda di Pujut itu pertama, tidak pernah mengganggu yang sifatnya usaha, transport, UMKM, konsumsi, dan lainnya. Kami justru mendukung semua itu berjalan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan pemuda selama ini lebih banyak pada sektor kerelawanan atau volunteer, mulai dari membantu di lapangan hingga terlibat dalam pelayanan penonton. Namun, ia menegaskan, ada aspirasi kuat agar pemuda lokal mendapat porsi lebih besar dalam hal rekrutmen tenaga kerja resmi yang mendukung jalannya event.

“Selama ini kami ikut sebagai volunteer, tapi kami tetap meminta komitmen agar penyelenggara memprioritaskan anak-anak muda yang ada di Mandalika, kemudian desa di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah,” jelas Sri Anom.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN PMD UNRAM Manfaatkan Limbah Kulit Kopi Menjadi Briket Sebagai Energi Alternatif Ramah Lingkungan

Pemuda Pujut berharap agar desa-desa yang berada di ring satu Mandalika, terutama Desa Kuta dan desa-desa penyangga lainnya, mendapat kesempatan lebih besar dalam pengelolaan berbagai sektor pendukung MotoGP.

Sri Anom merinci sejumlah bidang yang diharapkan bisa melibatkan lebih banyak tenaga lokal, antara lain tiket penonton, marshal, hospitality, keamanan, hingga layanan pendukung lainnya.

“Mulai dari tiketing, marshal, hospitality, dan security, kami ingin agar pemuda lokal diberikan ruang. Bahkan kami berharap bisa menempati posisi-posisi strategis, bukan hanya sebatas pelengkap,” ujarnya penuh harap.

Ia menambahkan, keberpihakan penyelenggara terhadap tenaga kerja lokal bukan hanya soal ekonomi, melainkan juga bentuk penghargaan terhadap masyarakat yang selama ini menjadi tuan rumah MotoGP.

Bagi pemuda Pujut, dukungan terhadap ajang ini bukan sekadar pilihan, melainkan komitmen menjaga marwah daerah sebagai tuan rumah yang ramah, aman, dan profesional.

“Kami mendukung sepenuhnya MotoGP Mandalika. Ini bukan hanya event olahraga, tapi juga harga diri masyarakat Lombok Tengah dan NTB. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Mandalika mampu menjadi tuan rumah terbaik,” pungkas Sri Anom.

Berita Terkait

Circuit Classroom: Fungsi Kerb Lintasan di Sirkuit Mandalika 
MotoGP Mandalika Dongkrak Ekonomi Nasional hingga Rp4,96 Triliun
Veda Ega Pratama Cetak Sejarah,Podium Moto3 GP Brasil dan Siap Tampil di MotoGP Mandalika 2026
MGPA Rilis Kalender Event 2026,Mandalika Siap Jadi Episentrum Motorsport Indonesia
Komentator MotoGP Guido Fenneman Jajal Sirkuit Mandalika, Sebut Lintasan “Luar Biasa”
Kalender Event MGPA 2026 Resmi Diluncurkan,Mandalika Siap Hidupkan Motorsport dan Pariwisata Sepanjang Tahun
Dari Mandalika ke MotoGP Dunia: Mario Aji & Veda Ega Buktikan Indonesia Siap Berbicara di Level Tertinggi
Final Pertamina Mandalika Racing Series 2025 Digelar: Perebutan Gelar Juara Nasional Memanas di Sirkuit Mandalika

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 05:07

Pelepasan Jamaah Haji Kloter 2 NTB,375 Jamaah Lombok Tengah Berangkat ke Tanah Suci

Senin, 20 April 2026 - 07:44

BIZAM Siap Dukung Kelancaran Penerbangan Haji NTB 2026

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:27

Sekretariat DPRD Lombok Tengah Gelar Halal Bihalal Bersama Pimpinan DPRD di Hari Kedua Idul Fitri 1447 H

Sabtu, 14 Februari 2026 - 00:15

Lombok Tengah–Lombok Timur Sepakati Kerja Sama Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran di Wilayah Perbatasan

Senin, 9 Februari 2026 - 06:52

Momen HPN 2026,PWI Lombok Tengah Berbagi Kepedulian untuk Masyarakat

Kamis, 29 Januari 2026 - 00:14

Logo Harmoni Imlek Nusantara 2026 Simbol Persatuan dalam Keberagaman Budaya

Kamis, 22 Januari 2026 - 11:24

PWI Pusat Anugerahkan Anggota Kehormatan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X

Selasa, 20 Januari 2026 - 00:47

Polltekpar Lombok Terima Audiensi Universitas Terbuka Mataram,Direktur Tekankan Penguatan SDM Pariwisata Berkelanjutan

Berita Terbaru