Ketikjari.com – Penyelenggaraan Mandalika International Festival (MIF) 2025 yang akan berlangsung pada 21–25 Oktober 2025 di Kawasan Destinasi Super Prioritas Mandalika diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah, sekaligus memperkuat citra Mandalika sebagai pusat event dan industri kreatif bertaraf internasional.
Direktur MIF, Sirajuddin, menyampaikan bahwa MIF bukan hanya ajang seni dan hiburan, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat yang melibatkan berbagai sektor usaha, mulai dari pariwisata, UMKM, hingga jasa pendukung event.
“Setiap tahun kami mampu menghadirkan 5.000 hingga 10.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan, dengan keterlibatan 50 peserta nasional dan 15 peserta internasional. Dampak ekonomi yang tercipta mencapai Rp1 hingga Rp3 miliar per tahun, dan kami yakin akan terus meningkat,” ungkap Siraj.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pergerakan Sektor Usaha Lokal
Siraj menjelaskan, perhitungan dampak ekonomi tersebut bersumber dari pergerakan berbagai sektor strategis, seperti hotel dan akomodasi, restoran dan kuliner lokal, transportasi udara dan darat, UMKM dan produk kreatif, paket wisata, sewa kendaraan, hingga jasa sarana dan prasarana event.
Kehadiran ribuan pengunjung selama festival berlangsung mendorong tingkat hunian hotel, meningkatkan transaksi pelaku UMKM, serta memperpanjang masa tinggal wisatawan di kawasan Mandalika dan sekitarnya.
“Perputaran ekonomi ini tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha besar, tetapi juga menyentuh langsung masyarakat lokal, terutama UMKM, pelaku seni, dan pekerja event,” tambahnya.
Efek Berganda bagi Pariwisata NTB
Lebih jauh, Mandalika International Festival juga dinilai memiliki multiplier effect bagi sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat. Selain belanja langsung selama event, MIF turut memperkuat promosi Mandalika melalui eksposur media, jejaring internasional, serta partisipasi peserta mancanegara.
Rangkaian kegiatan MIF yang seluruhnya merupakan karya orisinal, seperti Mandalika Song, Mandalika Dance, Mandalika Fashion, hingga Mandalika International Award and Appreciation, menjadi daya tarik unik yang membedakan MIF dari event lain di Indonesia.
Mendorong Ekonomi Kreatif dan Lapangan Kerja
MIF juga membuka ruang luas bagi pelaku ekonomi kreatif dan generasi muda untuk terlibat langsung, baik sebagai peserta, pengisi acara, pelaku UMKM, maupun tenaga pendukung event. Hal ini berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja temporer, peningkatan kapasitas SDM lokal, serta transfer pengetahuan melalui kolaborasi nasional dan internasional.
Dengan konsep berkelanjutan dan orientasi pada dampak nyata, Mandalika International Festival 2025 diharapkan terus menjadi agenda strategis yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi yang terukur dan berkelanjutan bagi Mandalika dan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

















