Kajari Lombok Tengah Gelar Program “Jaksa Masuk Pesantren” Jilid II,Angkat Tema Stop Bullying dan Cyber Bullying

- Kontributor

Kamis, 6 November 2025 - 02:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah kembali menggelar program “Jaksa Masuk Pesantren” jilid II, Kamis (…), sebagai bentuk komitmen meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar. Kegiatan ini mengangkat tema “Stop Bullying dan Cyber Bullying” dan dihadiri langsung oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Provinsi NTB, serta  Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu madrasah di Lombok Tengah ini diikuti oleh 105 siswa dari tiga sekolah, yakni MAN 1, MAN 2, dan MAN 3 Lombok Tengah, beserta para guru pendamping. Para siswa mendapat penyuluhan hukum secara interaktif dari jajaran Kejari Lombok Tengah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Dr Putri Ayu Wulandari S.H.M.H.menyampaikan bahwa program Jaksa Masuk Pesantren merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Kejaksaan dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan pendidikan agama.

“Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran hukum sejak dini. Kami ingin siswa-siswi memahami bahwa bullying, baik secara fisik, verbal, maupun di media sosial, memiliki konsekuensi hukum yang nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kajari Lombok Tengah terus berupaya menekan angka kasus bullying melalui kegiatan edukatif dan pembinaan karakter di sekolah.

“Kami berharap melalui penyuluhan seperti ini, para pelajar bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan saling menghormati antar sesama,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Provinsi NTB  Waito Wongateleng,S.H,M.H memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menilai Kejari Lombok Tengah telah menunjukkan inisiatif luar biasa dalam menumbuhkan kesadaran hukum di kalangan pelajar.

“Program yang dilakukan Kejari Lombok Tengah ini sangat luar biasa. Kehadiran anak-anak siswa yang mendapatkan pengarahan langsung tentang apa itu Jaksa Masuk Pesantren merupakan langkah positif yang patut diapresiasi,” ujar Wakajati NTB.

Beliau berharap kegiatan semacam ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya di pesantren tetapi juga di sekolah umum, agar pemahaman hukum dapat menjangkau seluruh lapisan pelajar di NTB.

Baca Juga :  ITDC Peringati Hari Anak Nasional 2025: Edukasi Anak Bangsa tentang Pariwisata yang Inklusif dan Berkelanjutan 

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah .H Lalu Syahdi,S.Pd,M.Pd,turut menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Islam yang menekankan pentingnya akhlak dan tanggung jawab sosial.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Edukasi hukum seperti ini penting agar siswa memahami batasan dalam bersikap dan berinteraksi, baik di dunia nyata maupun di dunia digital,” ujarnya.

Berdasarkan data Kejari Lombok Tengah, jumlah kasus bullying di wilayah tersebut menunjukkan tren menurun. Pada tahun 2023 tercatat 12 perkara, meningkat menjadi 17 perkara pada tahun 2024, dan hingga November 2025 hanya terdapat 6 perkara yang sedang ditangani.

“Kami menargetkan di tahun 2026 mendatang tidak ada lagi kasus bullying di Lombok Tengah. Dengan pencegahan melalui edukasi hukum seperti ini, kita bisa wujudkan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan beretika,” tutup Kepala Kejari Lombok Tengah.

Baca Juga :  Resmi Dilantik,Anggota KPPS Rutan Praya Siap Sukseskan Pemiu

Dalam kegiatan ini, para siswa mendapatkan pengarahan langsung dari pihak kejaksaan mengenai pentingnya memahami hukum dan menjauhi perilaku yang melanggar aturan

Berita Terkait

Resmi,Mohan Roliskana Raih Anugerah Kebudayaan PWI 2026
Dewan Pers Tegaskan Tidak Pernah Pungut Biaya Terkait Pamflet Imbauan Kewaspadaan
Pemkab Lombok Tengah Terima Aspirasi Guru Honorer,Wabup Nursiah Tegaskan Komitmen Perjuangkan Solusi
BLK Lombok Tengah Buka Pendaftaran Gratis Pelatihan Satpam Tahun 2026
Sejumlah Institusi di NTB Raih Penghargaan Internasional dari APIEM Indonesia dan Kemenpar
Diserbu Selfie,Bupati Pathul Jadi Rebutan PPPK Paruh Waktu Usai Terima SK
Wabup Dr. Nursiah: Pers Mitra Strategis Pemerintah,Sinergi Jadi Kunci Pembangunan Lombok Tengah
Penantian 10 Tahun Berakhir,Pengurus PWI Lombok Tengah Resmi Dikukuhkan

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:27

Mandalika Racing Series 2026 Siap Digelar Lima Seri, Perkuat Pembinaan Pembalap Nasional

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:38

ITDC Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Malam Anugerah Tri Hita Karana Tourism Awards 2026

Sabtu, 10 Januari 2026 - 03:57

MGPA Terima Penghargaan Pengakuan Kolaborasi dan Inovasi, Dinilai Berhasil Bangun Sport Tourism Inklusif di Mandalika

Jumat, 9 Januari 2026 - 05:15

Kadis Pariwisata NTB Apresiasi Event MIF,Kantor Dinas Pariwisata Jadi Rumah Kolaborasi

Jumat, 9 Januari 2026 - 05:01

Gubernur NTB Terima Sertifikat Internasional dari APIEM UK dan MIF,NTB Mantapkan Pariwisata Berkualitas Berbasis Event

Rabu, 7 Januari 2026 - 04:47

Kalender Event MGPA 2026 Resmi Diluncurkan,Mandalika Siap Hidupkan Motorsport dan Pariwisata Sepanjang Tahun

Rabu, 7 Januari 2026 - 03:43

Lombok Tengah Raih Penghargaan Internasional APIEM UK, Kadispar: Bukti Komitmen Bangun Pariwisata dan Event Berkelas Dunia

Rabu, 7 Januari 2026 - 02:21

Posko Nataru Ditutup,Bandara Lombok Catat Rekor: 171 Ribu Penumpang Dilayani,Zero Accident

Berita Terbaru

Pendidikan

Resmi,Mohan Roliskana Raih Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Sabtu, 10 Jan 2026 - 01:04