Ketikjari.com — Persaingan menuju kursi kepala desa di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), semakin dekat. Sebanyak 334 calon kepala desa dipastikan akan berkompetisi dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober 2026 mendatang.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah kini terus mematangkan berbagai persiapan guna memastikan seluruh tahapan pesta demokrasi tingkat desa tersebut berjalan lancar, aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menjelang hari pemungutan suara, sejumlah tahapan teknis terus dikebut. Persiapan tersebut meliputi penyelesaian administrasi penyelenggara, penerbitan surat keputusan (SK), bimbingan teknis bagi petugas, hingga pengadaan dan pendistribusian logistik pemilihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lombok Tengah, Baiq Murniati, mengatakan bahwa tahapan Pilkades Serentak 2026 sejauh ini terus berjalan sesuai dengan agenda yang telah disiapkan.
Menurutnya, proses rekrutmen Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) telah rampung. Tahapan selanjutnya difokuskan pada penyelesaian administrasi, penerbitan SK, serta persiapan pelaksanaan bimbingan teknis bagi petugas penyelenggara.
“Tahapan tetap berjalan. Proses rekrutmen KPPS sudah selesai dan saat ini berlanjut pada persiapan administrasi, penerbitan SK, serta bimbingan teknis,” ujarnya,
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama tahapan Pilkades, Pemkab Lombok Tengah terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Unsur yang dilibatkan antara lain TNI, Polri, Satpol PP, pemerintah kecamatan, serta panitia penyelenggara di masing-masing desa.
Koordinasi tersebut dinilai penting mengingat Pilkades merupakan momentum demokrasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Perbedaan dukungan terhadap calon kepala desa berpotensi menimbulkan gesekan apabila tidak disikapi secara dewasa.
Karena itu, seluruh unsur terkait diharapkan dapat menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh ruang yang aman dan nyaman untuk menentukan pilihannya.
DPMD Lombok Tengah juga memastikan hingga saat ini belum terdapat permintaan dari desa untuk menunda jadwal pemungutan suara yang telah ditetapkan pada 29 Oktober 2026.
Selain itu, pemerintah daerah telah menyiapkan mekanisme pengawasan apabila ditemukan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan tahapan Pilkades. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga integritas proses pemilihan sekaligus memberikan kepastian terhadap penanganan setiap laporan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di tengah meningkatnya dinamika politik di tingkat desa, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Para calon kepala desa beserta tim pendukung juga diharapkan mengedepankan sikap saling menghormati, menjaga etika politik, serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pilkades bukan sekadar persaingan untuk memperoleh suara terbanyak, melainkan juga momentum untuk menentukan arah pembangunan dan pelayanan publik di masing-masing desa.
Oleh sebab itu, seluruh calon diharapkan dapat menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi dengan menerima setiap hasil pemilihan sesuai mekanisme yang berlaku.
Kepala desa yang nantinya terpilih juga diharapkan mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan pilihan politik selama proses pemilihan berlangsung.
Dengan demikian, pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 tidak hanya menghasilkan pemimpin yang memperoleh kepercayaan masyarakat, tetapi juga memperkuat persatuan dan semangat gotong royong di tingkat desa.
Menjelang hari pemungutan suara, seluruh pihak terkait diminta terus meningkatkan kesiapan teknis dan memperkuat koordinasi guna menjaga stabilitas keamanan sebelum, selama, hingga setelah pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Lombok Tengah.
Sebanyak 334 calon kepala desa di 87 desa kini bersiap mengikuti kontestasi. Masyarakat pun diharapkan berpartisipasi secara bertanggung jawab demi terwujudnya Pilkades yang aman, damai, jujur, dan demokratis.
#Pilkades2026 #LombokTengah #PilkadesSerentak #NTB

















