Dari Mimpi Masa Kecil ke Podium Dunia, Veda Ega Pratama Jadi Harapan Baru Motorsport Indonesia

- Kontributor

Selasa, 3 November 2026 - 03:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Ketikjari.com – Nama Indonesia kembali mengharumkan dunia balap motor internasional. Pembalap muda Tanah Air, Veda Ega Pratama, berhasil menorehkan prestasi membanggakan setelah finis sebagai runner-up pada ajang Moto3™ Malaysia 2026 di Sirkuit Internasional Sepang, Minggu (1/11/2026).

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing dengan talenta terbaik dunia. Bahkan, pencapaian itu menjadi hasil finis terbaik sepanjang karier Veda di kelas Moto3™ sekaligus podium keduanya pada musim 2026.

Pembalap berusia 17 tahun yang memperkuat Honda Team Asia tersebut mengawali balapan dari posisi kedelapan. Namun, dengan penampilan kompetitif, Veda mampu merangsek ke barisan depan dan terlibat dalam persaingan ketat hingga putaran terakhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Veda akhirnya mengamankan posisi kedua, tepat di belakang Maximo Quiles. Sebelumnya, ia juga berhasil meraih podium ketiga pada seri Brasil.

Capaian ini bukan sekadar prestasi individu, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia dan harapan baru bagi perkembangan motorsport nasional.

Perjalanan Veda menuju panggung dunia tidak diraih secara instan. Lahir dan tumbuh di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kecintaannya terhadap dunia balap motor sudah tumbuh sejak usia dini.

Bahkan, sejak kecil Veda telah menghabiskan waktu sepulang sekolah untuk berlatih motocross. Dukungan orang tua, terutama sang ayah yang memperkenalkan motor pertamanya, menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

Veda dikenal sebagai sosok yang gigih dan tidak mudah menyerah ketika memiliki keinginan.

Sejak usia tujuh hingga delapan tahun, ia mulai mengikuti berbagai kejuaraan motocross nasional. Pada 2018, Veda kemudian beralih ke balap road race nasional dan melanjutkan perjalanan ke kompetisi tingkat Asia pada 2021.

Dari berbagai kejuaraan tersebut, kemampuan dan mental bertandingnya terus berkembang hingga akhirnya mampu menembus kejuaraan dunia Moto3™.

Baca Juga :  Bhakti TNI Ke 79,Ratusan Yatim Piatu Makan Siang Gratis

“Orang tua saya semuanya mendukung,” ujar Veda, sebagaimana dikutip dalam siaran pers ITDC, Selasa (3/11/2026).

Di balik keberhasilan tersebut, perjalanan Veda juga diwarnai berbagai tantangan berat.

Salah satu masa paling sulit terjadi pada 2020. Ketika pandemi Covid-19 menghentikan berbagai aktivitas kompetisi, Veda juga mengalami patah tulang paha.

Belum sepenuhnya pulih, sekitar empat bulan kemudian ia kembali mengalami cedera patah tulang kering.

Kondisi tersebut sempat membuatnya berpikir untuk meninggalkan dunia balap.

“Di situ aku sudah seperti berpikir tidak bisa balap,” kenangnya.

Namun, semangat dan tekad untuk mengejar mimpi membuat Veda perlahan bangkit. Ia kembali menjalani latihan dan melanjutkan perjalanan kompetitifnya hingga mampu mencapai level internasional.

Bahkan, hingga sekarang Veda mengaku masih memiliki keraguan terhadap kemampuannya untuk mencapai target tertinggi. Meski demikian, ia memilih terus berusaha dan memberikan kemampuan terbaik.

“Pastinya ada dan sampai sekarang pun masih bertanya-tanya kepada diri sendiri, apakah bisa. Itu mimpi saya. Jadi saya akan berusaha semaksimal mungkin dan kalau memang bisa, ya alhamdulillah,” tuturnya.

Menjadi pembalap profesional sejak usia muda tentu memiliki konsekuensi tersendiri. Veda harus mengorbankan sebagian waktu sekolah, berkumpul bersama teman, hingga menikmati masa remaja seperti anak-anak seusianya.

Sebagian besar aktivitas belajarnya dilakukan secara daring karena jadwal latihan dan kompetisi yang padat.

Ia juga harus terbiasa jauh dari keluarga dan lingkungan tempat dirinya tumbuh.

Hal yang paling dirindukan ketika berada di luar negeri adalah makanan Indonesia, keluarga, serta teman-teman yang selama ini menjadi rekan latihan di Tanah Air.

Pengorbanan tersebut menjadi gambaran bahwa prestasi di panggung dunia membutuhkan proses panjang, kedisiplinan, dukungan keluarga, dan mental kuat untuk menghadapi berbagai tantangan.

Perjalanan Veda juga memiliki keterkaitan dengan Pertamina Mandalika International Circuit di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga :  Jelang HUT RI,, LPKA Loteng Usulkan 37 Anak Binaan mendapat Pengurangan Masa Pidana Umum

Veda turut tampil dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.

Kehadirannya di Mandalika menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan di hadapan publik Tanah Air sekaligus memberikan inspirasi kepada generasi muda Indonesia yang bercita-cita menjadi pembalap profesional.

Keberadaan Sirkuit Mandalika menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan ekosistem motorsport nasional. Sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut menghadirkan panggung kompetisi internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kalender balap dunia.

Semangat tersebut sejalan dengan kampanye The Rise of Indonesian Heroes dan #IndonesiaMendunia Bersama Pertamina, yang mengangkat perjuangan serta pencapaian putra-putri Indonesia di panggung global.

Bagi ITDC, perjalanan dan prestasi pembalap muda seperti Veda menjadi gambaran bahwa talenta Indonesia memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing di tingkat internasional apabila didukung pembinaan serta ekosistem yang tepat.

Podium kedua di Malaysia menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan karier Veda Ega Pratama.

Pada usia yang masih sangat muda dan dalam musim debutnya di kelas Moto3™, ia telah menunjukkan kemampuan untuk bersaing dengan pembalap dunia.

Perjalanan Veda masih panjang. Namun, prestasinya di Sepang menjadi sinyal positif bagi masa depan motorsport Indonesia.

Dari seorang anak Gunungkidul yang dahulu menghabiskan waktu sepulang sekolah untuk berlatih motocross, kini Veda telah berdiri di podium kejuaraan dunia dengan membawa nama Merah Putih.

Keberhasilannya menjadi pengingat bahwa mimpi besar dapat dimulai dari mana saja. Dengan kerja keras, kesempatan, dan dukungan yang tepat, generasi muda Indonesia mampu melangkah lebih jauh serta mengharumkan nama bangsa di panggung internasional.

Ketika Merah Putih berkibar di Sirkuit Sepang, kebanggaan tersebut bukan hanya milik Veda dan keluarganya, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia.

Berita Terkait

MotoGP Mandalika 2026 Raup Rp5,2 Triliun, Penonton Tembus 157.875 Orang
MotoGP Mandalika Tembus 157 Ribu Penonton,ITDC Apresiasi Peran Strategis Media NTB
MotoGP Mandalika 2026 Pecahkan Rekor, 157.875 Pengunjung dan Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun
MotoGP Mandalika 2026 Bawa Berkah, UMKM Tenun Raup Rp9 Juta dan Kuliner Tembus Rp11 Juta
Bale KITA Warnai MotoGP Mandalika 2026, Kriya NTB Angkat Warisan Budaya hingga Pasar Internasional
Pecahkan Rekor, MotoGP Mandalika 2026 Tembus 157.875 Penonton, InJourney Bidik Dampak Ekonomi Lebih Besar
50 Pelajar SMK Lombok Masuk Paddock MotoGP Mandalika, Belajar Teknologi Motor Balap Dunia
Perjuangan Mario Aji dan Veda Pratama, Dari Latihan Sepulang Sekolah hingga Panggung Dunia di Mandalika

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 07:08

Resmikan Gedung Dekranasda,Bupati Pathul Dorong Produk Lokal Lombok Tengah Tembus Pasar Lebih Luas

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:52

Angka Kemiskinan Lombok Tengah Turun Jadi 10,34 Persen, Bapperida: Kesejahteraan Masyarakat Membaik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:06

Kontes Sapi Lombok 2026 Rebutkan Piala Bupati, 83 Ekor Sapi Berlaga dalam Lima Kategori

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:26

Kemarau Panjang Melanda, PDAM Lombok Tengah Salurkan 400 Tangki Air Bersih dan Gelar Salat Istisqa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:31

Job Fair Masmirah 2026 Buka 1.282 Lowongan, 57 Perusahaan Siap Rekrut Pekerja

Selasa, 29 September 2026 - 07:36

Data Statistik Lombok Tengah Diperkuat,Pastikan Informasi Publik Akurat dan Terpercaya

Selasa, 29 September 2026 - 01:11

Dekranasda Lombok Tengah Promosikan Tenun dan Kerajinan Ketak di Kriyanusa Jakarta

Jumat, 18 September 2026 - 10:33

SIHT Barabali Resmi Beroperasi, Bupati Lombok Tengah Dorong Penguatan Ekonomi dan Lapangan Kerja

Berita Terbaru