Ketikjari.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Muhamad Akhyar, melaksanakan kegiatan reses masa sidang 2026–2027 di Dusun Karang Daye Timuk, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat Daya.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat disampaikan secara langsung, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan lingkungan, bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM, peningkatan fasilitas Posyandu hingga pengadaan sarana pengangkut sampah.
Kegiatan reses tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka kepada wakil rakyat. Melalui pertemuan secara langsung, warga berharap berbagai kebutuhan yang selama ini belum terpenuhi dapat menjadi perhatian dan diperjuangkan melalui lembaga legislatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran Lalu Muhamad Akhyar di tengah masyarakat juga memberikan kesempatan bagi warga untuk berdialog dan menyampaikan kondisi riil yang dihadapi di lingkungan masing-masing.
Sejumlah aspirasi yang muncul dalam pertemuan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat Dusun Karang Daye Timuk cukup beragam. Tidak hanya menyangkut pembangunan infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan ekonomi, peningkatan pelayanan kesehatan dasar, serta persoalan kebersihan lingkungan.
Salah satu aspirasi disampaikan warga bernama Inaq Sandi. Ia meminta agar pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kondisi jalan gang di lingkungannya yang membutuhkan perbaikan.
Menurutnya, jalan gang merupakan akses penting yang setiap hari digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas. Karena itu, kondisi jalan yang memadai sangat dibutuhkan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi warga.
Ia berharap melalui kegiatan reses tersebut, usulan perbaikan jalan gang dapat ditampung dan diperjuangkan sehingga ke depan akses lingkungan masyarakat menjadi lebih baik.
Perbaikan jalan lingkungan juga dinilai penting karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi, sosial maupun kebutuhan sehari-hari.
Selain persoalan infrastruktur, perhatian masyarakat juga tertuju pada pengembangan ekonomi keluarga. Hal tersebut disampaikan Inaq Inun yang berharap adanya bantuan modal usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia menyampaikan bahwa dukungan permodalan sangat dibutuhkan masyarakat yang menjalankan usaha kecil untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan usaha mereka.
Bantuan modal diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, menambah kebutuhan produksi, serta memperluas kegiatan ekonomi keluarga.
Aspirasi tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa masyarakat membutuhkan perhatian pemerintah tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga program pemberdayaan ekonomi yang dapat dirasakan langsung manfaatnya.
Penguatan UMKM dinilai penting karena usaha kecil menjadi salah satu sektor yang membantu menopang perekonomian masyarakat di tingkat desa dan dusun.
Aspirasi berikutnya datang dari kader Posyandu. Dalam kesempatan tersebut, para kader menyampaikan bahwa lokasi Posyandu sebenarnya sudah tersedia, namun kondisi bangunan dan fasilitas pendukungnya dinilai belum maksimal.
Mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas bangunan Posyandu agar kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih nyaman dan optimal.
Menurut para kader, keberadaan Posyandu memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, balita dan anak-anak.
Selain menjadi tempat pelaksanaan kegiatan penimbangan dan pemantauan tumbuh kembang balita, Posyandu juga menjadi sarana edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Karena itu, ketersediaan bangunan dan fasilitas yang memadai sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas para kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Para kader berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga fasilitas Posyandu di Dusun Karang Daye Timuk bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan.
Persoalan kebersihan lingkungan juga menjadi salah satu perhatian warga dalam kegiatan reses tersebut.
Warga bernama Amak Salap menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan fasilitas pengangkut sampah. Ia berharap pemerintah dapat menyediakan sarana pengangkutan sampah untuk membantu masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan permukiman.
Menurutnya, fasilitas pengangkut sampah sangat dibutuhkan agar proses pengumpulan dan pengangkutan sampah dari lingkungan warga dapat dilakukan dengan lebih mudah dan teratur.
Keberadaan sarana tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi persoalan sampah yang berpotensi mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
Ia berharap usulan tersebut mendapat perhatian pemerintah daerah, sehingga masyarakat memiliki fasilitas pendukung dalam menjaga lingkungan tetap bersih, sehat dan nyaman.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah, Lalu Muhamad Akhyar, mengatakan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tanggung jawab anggota DPRD untuk turun langsung menemui masyarakat dan mendengarkan berbagai kebutuhan di daerah pemilihannya.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan masyarakat sangat penting agar wakil rakyat dapat mengetahui persoalan yang benar-benar terjadi di lapangan.
Ia menyampaikan bahwa berbagai usulan warga, mulai dari perbaikan jalan gang, bantuan modal UMKM, peningkatan fasilitas Posyandu hingga pengadaan sarana pengangkut sampah, akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan.
“Kami hadir di tengah masyarakat untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan warga. Berbagai aspirasi yang disampaikan tentu menjadi perhatian dan akan kami tampung untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD,” ungkapnya.
Akhyar menjelaskan bahwa pembangunan daerah harus memperhatikan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Tidak hanya pembangunan infrastruktur jalan, tetapi juga peningkatan ekonomi keluarga, pelayanan kesehatan serta kebersihan lingkungan.
Ia menilai seluruh aspirasi tersebut memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat yang perlu mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.
Terkait usulan perbaikan jalan gang, ia berharap kebutuhan infrastruktur lingkungan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah agar akses masyarakat semakin baik.
Sementara mengenai bantuan modal UMKM, dukungan terhadap usaha kecil dinilai penting untuk membantu masyarakat mengembangkan kegiatan ekonomi dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Begitu juga dengan fasilitas Posyandu. Menurutnya, peningkatan sarana pelayanan kesehatan di tingkat dusun perlu diperhatikan karena berhubungan langsung dengan pelayanan ibu dan anak serta kesehatan masyarakat.
Sedangkan untuk permintaan fasilitas pengangkut sampah, ia memandang bahwa kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dalam menciptakan kawasan permukiman yang sehat dan nyaman.
Ia berharap seluruh aspirasi tersebut dapat dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, sehingga dapat diketahui kebutuhan teknis, kewenangan dan peluang tindak lanjut melalui program pemerintah daerah.
Akhyar juga menegaskan pentingnya masyarakat untuk terus aktif menyampaikan aspirasi serta ikut mengawal proses pembangunan. Dengan demikian, program yang direncanakan pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga.
Dari kegiatan reses di Dusun Karang Daye Timuk, Desa Penujak, setidaknya terdapat empat kebutuhan utama yang disampaikan masyarakat.
Pertama, perbaikan jalan gang sebagaimana disampaikan Inaq Sandi. Kedua, bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM yang disampaikan Inaq Inun. Ketiga, peningkatan bangunan dan fasilitas Posyandu berdasarkan aspirasi para kader. Keempat, penyediaan fasilitas pengangkut sampah sebagaimana disampaikan Amak Salap.
Keempat aspirasi tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, ekonomi kerakyatan, kesehatan hingga lingkungan hidup.
Masyarakat berharap melalui kegiatan reses yang dilaksanakan Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah tersebut, berbagai usulan yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti dan diperjuangkan sesuai mekanisme perencanaan pembangunan serta kemampuan anggaran daerah.
Reses bukan sekadar agenda formal lembaga legislatif, melainkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan secara langsung kepada wakil rakyat.
Dengan adanya komunikasi dan penyerapan aspirasi tersebut, diharapkan pembangunan di Kabupaten Lombok Tengah semakin memperhatikan kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat dusun, termasuk di wilayah Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat Daya.

















