Ketikjari.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus memperkuat komitmennya dalam menurunkan angka stunting melalui terobosan inovatif bertajuk Lempot Stunting.
Program ini menjadi pendekatan baru yang menyasar perbaikan gizi anak sekaligus penguatan ekonomi keluarga dengan memberikan bantuan ayam petelur lengkap dengan kandang dan pakan kepada keluarga yang memiliki anak stunting maupun berisiko stunting
Melalui program ini, keluarga penerima manfaat diharapkan memiliki akses berkelanjutan terhadap sumber protein hewani dari telur, sekaligus peluang menambah pendapatan rumah tangga. Dengan demikian, penanganan stunting tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi menyentuh akar persoalan ekonomi keluarga
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. HM. Nursiah, mengatakan bahwa Lempot Stunting telah mulai diimplementasikan sejak 2025 dan akan diperluas serta dimasifkan pada tahun ini. Meski demikian, pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan anggaran daerah
“Program Lempot Stunting ini adalah bentuk ikhtiar kami untuk menghadirkan solusi yang lebih menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Tidak hanya memperbaiki gizi anak, tetapi juga membantu keluarga menjadi lebih mandiri secara ekonomi,” ujar Wabup Nursiah
Ia menjelaskan, program ini diprioritaskan bagi sekitar 40 desa yang masuk zona merah stunting. Dari total sekitar 8.000 keluarga di Lombok Tengah yang memiliki anak stunting atau rentan stunting, Lempot Stunting diharapkan menjadi pemantik perubahan yang nyata dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga mitra swasta dan masyarakat. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih cepat dan efektif
“Stunting adalah tantangan besar yang harus dihadapi bersama. Dengan inovasi dan kolaborasi, kami optimistis angka stunting di Lombok Tengah bisa ditekan serendah mungkin,” tegasnya
Melalui program Lempot Stunting, Pemkab Lombok Tengah menegaskan komitmennya untuk melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sejalan dengan pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.


















