Poltekpar Lombok Perkuat Satgas Pariwisata,Siap Dukung Pemulihan Desa Adat Sade

- Kontributor

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok terus mengambil bagian dalam penanganan dampak kebakaran yang melanda kawasan Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Direktur Poltekpar Lombok, Dr. Ali Muhtasom, mengatakan pihaknya telah menurunkan Satgas Pariwisata hingga ke kawasan Sade untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

“Pada hari pertama kami memberikan bantuan sembako, sekaligus menerjunkan mahasiswa dan dosen untuk membantu aktivitas di dapur umum. Dapur umum ini menyiapkan kebutuhan makan hingga tiga kali sehari, bekerja sama dengan Dinas Sosial dan TNI,” ujar Ali.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, bantuan dan dukungan Poltekpar Lombok akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Poltekpar juga akan tetap siaga karena banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan, termasuk warga yang datang untuk memberikan bantuan maupun melakukan aktivitas kemanusiaan.

“Kami standby di lapangan. Masyarakat yang datang juga perlu dilayani. Kami menyiapkan minuman dan kebutuhan lainnya sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.

Dorong Sade Reborn

Ali menegaskan, penanganan pascakebakaran tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali fisik kawasan, tetapi juga harus menjaga nilai budaya dan adat istiadat Sade.

Baca Juga :  Munas VI ASTINDO Resmi Digelar di Labuan Bajo,The Golo Mori Jadi Sorotan Industri Pariwisata Nasional

Ke depan, Poltekpar Lombok akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata, pemerintah daerah, serta para sesepuh adat Sade untuk merumuskan konsep Sade Reborn.

“Yang kita inginkan tentunya bukan sekadar membangun kembali rumah-rumah yang terbakar. Jangan sampai rumahnya hilang, kemudian budayanya juga ikut hilang. Justru bagaimana Sade yang baru nanti tetap memiliki dan memperkuat nilai budaya yang sudah ada,” jelasnya.

Ia menyebutkan, rencana penataan kembali Sade juga sejalan dengan arahan Bupati Lombok Tengah. Bahkan, Kementerian Pariwisata akan dilibatkan agar proses pemulihan dan pembangunan kembali Sade tetap berada dalam satu konsep yang tidak terlepas dari identitas budaya masyarakat setempat.

“Kemungkinan hasilnya akan lebih bagus karena kita tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga memperkuat nilai budaya yang menjadi identitas Sade,” ujarnya.

Sade Tetap Terbuka Saat MotoGP

Poltekpar Lombok juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta pengelola dan masyarakat Sade terkait aktivitas pariwisata menjelang pelaksanaan MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit.

Ali memastikan kawasan Sade tidak serta-merta ditutup selama momentum MotoGP.

Baca Juga :  MGPA Menyambut PPIA di Sirkuit Pertamina Mandalika,Ikon Pembangunan NTB dan Indonesia

“Koordinasi terus kami lakukan dengan pariwisata provinsi, pariwisata kabupaten dan masyarakat Sade. Sade tidak tutup selama MotoGP. Justru tamu-tamu yang datang tetap bisa diarahkan untuk melihat kondisi dan perkembangan Sade,” katanya.

Poltekpar Lombok bersama Dinas Pariwisata Lombok Tengah juga tengah menyiapkan materi video perjalanan atau video adventure yang nantinya dapat menjadi bagian dari informasi bagi wisatawan.

Dalam konsep tersebut, kondisi bekas kebakaran tidak disembunyikan, melainkan dapat diperkenalkan secara edukatif oleh para pemandu wisata atau guide.

“Bekas kebakaran nantinya bisa ditunjukkan oleh para guide. Ini menjadi bagian dari cerita Sade. Sehingga ketika MotoGP mendatangkan banyak tamu, silakan datang ke Sade dan melihat bagaimana masyarakat bersama pemerintah sedang melakukan pemulihan,” ungkap Ali.

Menurutnya, momentum MotoGP justru dapat menjadi kesempatan untuk menunjukkan semangat masyarakat Sade dalam bangkit dari musibah sekaligus memperkenalkan proses pemulihan kawasan adat tersebut kepada wisatawan.

“Harapannya, Sade bisa bangkit kembali, bahkan menjadi lebih baik, tanpa kehilangan jati diri dan nilai budaya yang selama ini menjadi kekuatan utama Desa Adat Sade,” pungkasnya.

Berita Terkait

ITDC Raih Peringkat 33, MGPA Masuk 79 Besar BUMN Terbaik dalam Danantara CX-100
ITDC Gandeng NTB Care, Sahabat Disabilitas Nikmati MotoGP Mandalika dari Luxury Tent
Barongsai hingga Peresean Meriahkan Kirab Budaya HUT ke-81 Lombok Tengah, Simbol Persatuan dalam Keberagaman
Menpar: MotoGP Mandalika 2026 Semakin Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
MotoGP Mandalika 2026 Bawa Berkah, UMKM Tenun Raup Rp9 Juta dan Kuliner Tembus Rp11 Juta
Bale KITA Warnai MotoGP Mandalika 2026, Kriya NTB Angkat Warisan Budaya hingga Pasar Internasional
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sold Out, Ribuan Penggemar Padati Sirkuit dan Pembalap Indonesia Jadi Sorotan
BSI dan ITDC Kolaborasi di Mandalika, Nursiah Dorong Dampak Nyata bagi UMKM Loteng

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:16

ITDC Raih Peringkat 33, MGPA Masuk 79 Besar BUMN Terbaik dalam Danantara CX-100

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:44

Barongsai hingga Peresean Meriahkan Kirab Budaya HUT ke-81 Lombok Tengah, Simbol Persatuan dalam Keberagaman

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:19

Menpar: MotoGP Mandalika 2026 Semakin Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:58

MotoGP Mandalika 2026 Bawa Berkah, UMKM Tenun Raup Rp9 Juta dan Kuliner Tembus Rp11 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:51

Bale KITA Warnai MotoGP Mandalika 2026, Kriya NTB Angkat Warisan Budaya hingga Pasar Internasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:43

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sold Out, Ribuan Penggemar Padati Sirkuit dan Pembalap Indonesia Jadi Sorotan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:32

BSI dan ITDC Kolaborasi di Mandalika, Nursiah Dorong Dampak Nyata bagi UMKM Loteng

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:33

MotoGP Mandalika Jadi Berkah UMKM, Street Food Festival Bidik 15 Ribu Pengunjung

Berita Terbaru