17 Desa di Lombok Tengah Masuk Prioritas Penanganan Kemiskinan Ekstrem 2025

- Kontributor

Kamis, 9 April 2026 - 00:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menetapkan sebanyak 17 desa di Kabupaten Lombok Tengah sebagai lokasi prioritas dalam program percepatan penanganan kemiskinan ekstrem tahun 2025.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-569 Tahun 2025 tentang lokasi prioritas pelaksanaan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Provinsi NTB.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, saat menjadi narasumber pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang RKPD) Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2027.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Baiq Nelly, penetapan desa prioritas tersebut merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah untuk memastikan intervensi program penanganan kemiskinan dapat lebih tepat sasaran.

Baca Juga :  Bupati Pathul Kukuhkan 1072 Anggota BPD Lombok Tengah

“Penanganan kemiskinan ekstrem harus dilakukan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan, dengan fokus pada desa-desa yang memang membutuhkan percepatan penanganan,” ujarnya.

Sebanyak 17 desa tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Batukliang, Batukliang Utara, Jonggat, Praya Barat, Praya Barat Daya, Praya Tengah, Pringgarata, hingga Pujut.

Adapun desa yang masuk dalam kategori prioritas yakni:

Desa Barabali (Kecamatan Batukliang)

Desa Beber (Kecamatan Batukliang)

Desa Tanak Beak (Kecamatan Batukliang Utara)

Desa Labulia (Kecamatan Jonggat)

Desa Sukarara (Kecamatan Jonggat)

Desa Ubung (Kecamatan Jonggat)

Desa Kateng (Kecamatan Praya Barat)

Desa Penujak (Kecamatan Praya Barat)

Desa Selong Belanak (Kecamatan Praya Barat)

Desa Kabul (Kecamatan Praya Barat Daya)

Desa Pandan Indah (Kecamatan Praya Barat Daya)

Baca Juga :  The Nusa Dua Jadi Benchmark Nasional Pariwisata Berkelanjutan Berbasis ESG

Desa Kelebuh (Kecamatan Praya Tengah)

Desa Pemepek (Kecamatan Pringgarata)

Desa Bangket Parak (Kecamatan Pujut)

Desa Sengkol (Kecamatan Pujut)

Desa Tanak Awu (Kecamatan Pujut)

Desa Tumpak (Kecamatan Pujut)

Lebih lanjut, Baiq Nelly menekankan bahwa keberhasilan program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik dari pemerintah daerah, perangkat desa, maupun dukungan masyarakat.

Program tersebut mencakup berbagai intervensi, mulai dari peningkatan akses layanan dasar, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan infrastruktur penunjang.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap angka kemiskinan ekstrem di Lombok Tengah dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Sumber: Paparan Kepala Bappeda Provinsi NTB dalam Musrenbang RKPD Lombok Tengah 2027.

Berita Terkait

Bupati Pathul Bahri Buka TMMD ke-130 di Lombok Tengah, Anggaran Rp1 Miliar
Kades Lalu Ratmaji: Antar Desa Semparu Raih Juara 1 Lomba Perpustakaan Desa Tingkat NTB 2026
Bilebante Tembus Nasional, Desa Asal Lombok Tengah Jadi yang Terbaik di NTB
1.004 Anggota BPD di Lombok Tengah Dilantik untuk Periode 2026-2034
ITDC Bekali 53 Warga Bilebante Standar Layanan Pariwisata Jelang MotoGP Mandalika 2026
Potensi Wisata dan UMKM Desa Lantan Digenjot Lewat Pelatihan Pemasaran Digital
500 Penenun Meriahkan Pembukaan Begawe Jelo Nyensek 2026 di Sukarara
Bilebante Unjuk Inovasi, Wakili Lombok Tengah di Ajang Desa Berprestasi NTB 2026

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:16

ITDC Raih Peringkat 33, MGPA Masuk 79 Besar BUMN Terbaik dalam Danantara CX-100

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:44

Barongsai hingga Peresean Meriahkan Kirab Budaya HUT ke-81 Lombok Tengah, Simbol Persatuan dalam Keberagaman

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:19

Menpar: MotoGP Mandalika 2026 Semakin Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:58

MotoGP Mandalika 2026 Bawa Berkah, UMKM Tenun Raup Rp9 Juta dan Kuliner Tembus Rp11 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:51

Bale KITA Warnai MotoGP Mandalika 2026, Kriya NTB Angkat Warisan Budaya hingga Pasar Internasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:43

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sold Out, Ribuan Penggemar Padati Sirkuit dan Pembalap Indonesia Jadi Sorotan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:32

BSI dan ITDC Kolaborasi di Mandalika, Nursiah Dorong Dampak Nyata bagi UMKM Loteng

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:33

MotoGP Mandalika Jadi Berkah UMKM, Street Food Festival Bidik 15 Ribu Pengunjung

Berita Terbaru